
Azizah duduk dengan santai sambil memainkan telepon selulernya dan di warung itu juga ada beberapa orang anggota kepolisian yang sedang menikmati bandrek untuk menghangatkan badan mereka namun duduk sedikit lebih jauh dari Azizah.
“Istriku, maaf menunggu lama, lumpur di badanku ternyata susah sekali hilangnya.” Ucap Azman yang sudah kembali dan duduk di depan Azizah.
“Sayangku, minumlah dulu bandrek ini agar badanmu hangat, dan kita makan nasi goreng ikan asin ya, kebetulan aku sudah memesannya.” Ucap Azizah sambil mendekatkan satu gelas bandrek ke Azman.
“Iya Sayang, bandrek ini memang sangat bagus untuk kesehatan kita, oh ya mungkin sebaiknya malam ini kita tidur di mobil saja ya, tanah sepertinya semuanya masih pada becek dan tidak bagus untuk kita mendirikan tenda, kan di atas mobil kita ada tendanya.” Ucap Azman sambil kemudian meminum sedikit bandrek itu sedangkan punya Azizah sudah tinggal setengahnya saja.
“Selama bersamamu dimanapun aku setuju saja, nanti selesai makan kita ke masjid ya, kan kita belum shalat.” Ucap Azizah.
“Tentu saja, lagi pula mendirikan tenda di atas mobil lebih mudah daripada di daratan, tenda di atas mobil itu sudah di desain khusus kok jadi kita masih bisa masuk mobil melalui sunroof mobil.” Ucap Azman.
“Iya.” Ucap Azizah dengan senyuman khasnya bersamaan dengan datangnya Ibu warung yang menyajikan dua piring nasi goreng.
“Maaf lama menunggunya ya, ini silahkan di nikmati jika ada yang kurang kabari ibu saja ya.” Ucap Ibu warung.
“Terima kasih ya Bu.” Ucap Azman dan Ibu warung itu hanya tersenyum lalu melangkah kembali ke bagian dalam warungnya.
Azman dan Azizah pun langsung memakan nasi goreng ikan asin tersebut dengan lahapnya dengan tanpa ada yang berbicara seorangpun sampai nasi goreng itu habis, Azman tidak membuang waktu lagi dan langsung membayar semua tagihan warung termasuk dengan pesanan nasi kotak yang serta yang lainnya, dia sengaja melakukan itu karena tidak ingin memberatkan siapapun.
Azman juga memesankan sarapan untuk semua agar besok pagi mereka semua bisa sarapan bersama dan tidak perlu kebingungan untuk sarapan, selain itu dia juga menyimpan uang untuk berjaga - jaga ada anggota kepolisian yang memesan minum atau makan disana malam itu.
__ADS_1
Mereka berdua pun kemudian berjalan ke arah desa dengan tujuan utama adalah masjid desa, Azman dan Azizah langsung melaksanakan shalat secara berjamaah berduaan lalu melangkah ke balai desa untuk menemui Pak Danu dan Pak Tatang.
“Bapak - Bapak maaf menunggu lama.” Ucap Azman yang langsung duduk di depan pak Danu dan Pak Tatang demikian juga dengan Azizah.
“Kami sudah mendapatkan laporan jika anda sudah selesai dari tadi dan langsung ke warung itu, dan kami juga sengaja menunggu disini saja, lalu bagaimana Pak perkembangannya, kami lihat sudah tidak ada lagi kabut hitam di jurang kematian.” Ucap Pak Danu.
“Sudah beres Pak, tidak ada lagi makhluk gaib disana, tugas kita sekarang hanya tinggal membereskan Gua kematian saja, namun kita tidak bisa kesana malam ini, tidak aman untuk kita kesana malam ini.” Ucap Azman.
“Itu benar Pak, kita sebaiknya berangkat besok pagi - pagi saja.” Ucap Pak Tatang.
“Oh Iya bagaimana dengan orang - orang yang saya minta di awasi.” Ucap Azman.
“Tadi anak buah saya mendengar teriakan dari rumah mereka sehingga anak buah saya langsung masuk ke dalam rumah itu, ternyata mereka dalam kondisi mengenaskan, semuanya tidak sadarkan diri dan sudah kami bawa ke rumah sakit dengan penjagaan dari anak buah saya.” Ucap Pak Danu.
“Belum Pak, kami berencana besok pagi akan menggeledahnya, karena malam seperti ini akan sangat terbatas untuk kita melakukannya, saya sudah membahas ini dengan Pak Tatang dan sesepuh desa lainnya, tapi anda jangan khawatir rumah itu sudah kami pasang garis polisi dan juga beberapa orang anak buah saya berjaga disana, tidak akan ada yang bisa masuk kesana tanpa pengawasan kami.” Ucap Pak Danu.
“Pak Danu, bisakah anda mengirim anak buah anda ke mulut gua yang ada di pinggir laut, saya takut ada yang berbuat hal - hal yang tidak diinginkan disana, karena udara masuk dari laut itu sangat besar dan keluar dari mulut Gua yang ada di jurang kematian, selain dari sumur tua dari mulut Gua pinggir laut juga bisa sebagai tempat penyebaran racun yang berbahaya Pak.” Ucap Azman.
“Itu sudah beres Pak, ada anak buah saya menggunakan perahu dan menjaga mulut Gua itu, tadi saya sudah berkoordinasi dengan polisi air untuk mengawasi pantainya juga, bahkan tadi ada kapal cepat yang mencurigakan dan saat ini masih dalam pengejaran dari anggota kami.” Ucap Pak Danu.
“Pak Danu, apakah ada mobil dari luar yang masuk ke desa ini atau melintas, maksud saya yang mencurigakan.” Tanya Azman.
__ADS_1
“Untuk itu saya belum mendapatkan informasinya Pak.” Jawab Pak Danu.
“Oh ya Pak Azman, malam ini anda bisa tidur di rumah saya saja ya, kebetulan ada kamar bekas anak saya yang kosong.” Ucap Pak Tatang.
“Terima kasih Pak, namun saya dan istri sudah sepakat untuk mendirikan tenda di atas mobil saya saja, jadi kami bisa menikmati langit malam ini.” Ucap Azman.
“Jika memang anda sudah ada rencana seperti itu maka tidak masalah.” Ucap Pak Tatang.
“Oh Iya Pak Danu maaf, radio komunikasi yang anda pinjamkan kesaya ternyata tadi terjatuh dan rusak, jadi biarkan saya menggantinya saja ya.” Ucap Azman sambil mengambil dompetnya.
“Tidak perlu Pak, nanti saya bisa memperbaikinya kok, lagi pula itu barang pribadi saya bukan barang milik dinas.” Ucap Pak Danu sambil mengangkat tangannya menolak Azman mengganti radio komunikasinya.
“Ya sudah jika anda tidak ingin saya menggantinya.” Ucap Azman berbarengan dengan datangnya seorang petugas kepolisian yang langsung menemui Pak Danu.
“Mohon Izin komandan, ada saat ini anggota sedang melakukan pengejaran terhadap satu orang pengendara sepeda motor trail yang kedapatan hendak melemparkan sebuah benda yang kami duga sebuah bom molotov.” Ucap petugas kepolisian tersebut.
“Lalu apakah bom molotov itu berhasil dilempar?.” Tanya Pak Danu.
“Tidak komandan, sebelum dia menyalakan sumbunya anggota berhasil menghentikannya, dan pelaku langsung melarikan diri.” Ucap Petugas kepolisian itu.
“Sampaikan kejar sampai dapat dan sampaikan ke yang lainnya untuk jangan sampai lengah.” Ucap Pak Danu.
__ADS_1
“Siap Komandan.” Ucap petugas kepolisian itu yang langsung meninggalkan balai desa.
“Ini tidak semudah yang kita kira ternyata, Pak Tatang mohon sampaikan ke warga desa malam ini tidak ada yang keluar rumah dulu, saya akan memerintahkan anak buah saya untuk lebih mengawasi desa anda ini.” Ucap Pak Danu.