
"Namaku Azman, dan aku kira kalian berdua sengaja tidur di atas kuburan tua itu" ucap Azman sambil tertawa ringan.
"Haissssss siapa yang mau tidur di kuburan" ucap Aming sambil menarik nafas panjang.
"Jalan raya pansela sudah sangat dekat, apakah kalian tahu jalan pulang dari sana" ucap Azman dengan ramah.
"Kami sudah tahu jika sudah sampai jalan raya pansela, lalu kenapa kau bisa melewati kuburan tua itu juga" ucap Andi.
"Aku mencari jalan pintas, untuk ke jalan raya karena dari lokasi basecamp sementara Tim SAR lebih cepat melalui jalan yang tadi, aku juga tidak tahu disana ada kuburan" ucap Azman dengan ramah sambil kemudian menikmati rokoknya.
"Terima kasih ya sudah menolong kami, jika kau tidak lewat bisa bisa kami sampai malam di kuburan tua tadi." Ucap Andi lagi.
"Iya sama sama, kalian berdua sebaiknya mencharge ponsel kalian terlebih dulu" ucap Azman.
"Sudah kami charge di dalam masjid kok" ucap Amin.
"Azman, Apakah kau ikut jadi relawan penyelamatan kelima pendaki yang hilang itu?" Tanya Andi dengan ramah.
"Iya, karena kelima pendaki yang hilang sudah ketemu jadi aku melanjutkan perjalanan ku" ucap Azman.
"Lalu kau sendiri mau kemana setelah dari sini" ucap Aming dengan ramah.
"Rencana ku hanya jalan jalan saja, aku lagi ingin keliling indonesia saja" jawab Azman dengan ramah.
"Wah seru tuch, kami berdua juga ingin melakukannya namun kami belum bisa" ucal Andi.
"Suatu saat nanti kalian pasti bisa kok, namun jangan tidur di kuburan lagi ya" ucap Azman sambil tertawa ringan.
"Iya, lain kali kami mau tidur di tenda saja" ucap Andi sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.
"Oh ya, itu motor mu BMW 1000 apa yang 1200 cc ya" ucap Aming mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Motor ku itu yang 1200cc" ucap Azman sambil melihat ada dua orang penduduk desa yang mendatangi masjid itu.
"Wah hebat" ucap Aming.
Adzan Dzuhur berkumandang dan Azman bersama kedua orang pengendara motor kawasaki klx itu pun memasuki masjid lalu ikut shalat berjamaah.
Mereka kemudian melanjutkan perjalanan dan memang benar jika jalan raya pansela hanya berjarak satu kilometer dari masjid itu.
Mereka pun berpisah, jika Azman berbelok ke kiri, kedua orang pengendara motor kawasaki klx itu belok kanan menuju ke arah sukabumi kembali.
"Azman, kenapa kau tidak menceritakan yang sesungguhnya kepada mereka berdua" ucap Daim yang sudah keluar dari dalam tubuh Azman dan menjadi penumpang di motor Azman.
"Aku tidak ingin mereka mengalami mimpi buruk saja, lagi pula mereka kan melihat jika wanita penjual warung itu berubah menjadi kuntilanak, itu sudah cukup untuk menjadi pelajaran hidup mereka" ucap Azman sambil menambah kecepatan motornya menjadi enam puluh kilometer per jam.
"Oh ya, kenapa siang hari makhluk menyeramkan itu bisa ada, bukankah mereka hanya keluar malam hari saja" ucap Azman lagi yang masih menyimpan tanda tanya di pikirannya.
"Itu kata siapa, mereka bisa muncul kapan pun juga tidak harus malam, namun karena jarak suara Adzan lebih lama makanya mereka lebih suka keluar di malam hari, di tambah sifat takut manusia lebih besar di malam hari, makanya mereka lebih suka menampakkan diri pada malam hari juga" ucap Daim.
"Ya di depan sana ada banyak kok penjual makanan, kau bisa dengan puas makan disana, pantainya juga bagus dan bersih cocok untuk kau berkemah" ucap Daim.
"Lalu apa lagi yang harus aku kerjakan lagi di pantai itu" ucap Azman.
"Tidak ada, aman kau bisa bersantai disana" ucap Daim
Azman kemudian menemukan deretan warung dan dia pun langsung memarkirkan motornya di depan rumah makan sederhana yang hanya terbuat dari kayu dan memiliki dinding bilik.
Azman sengaja memilih rumah makan yang itu karena rumah makan lainnya terlihat menggunakan bangunan semen dan bata.
Azman memasuki rumah makan itu dan hanya seorang wanita paruh baya usia lima puluh tahunan di sana yang menjadi pedagang rumah makan itu lalu duduk di kursi dengan meja paling kecil dan hanya dua tempat duduk di meja yang itu.
"Mas mau makan" ucap ibu penjual itu dengan ramah yang sudah mendatangi Azman lalu berdiri di depan Azman.
__ADS_1
"Iya Bu, apakah masih ada soto ayam nya" ucap Azman dengan ramah.
"Masih Mas, nasi nya satu porsi apa setengah ya." Ucap Ibu itu dengan sangat ramah.
"Satu porsi saja Bu, dan saya minta teh tawar panas saja Bu" ucap Azman dengan ramah sambil mengeluarkan satu bungkus rokok yang masih baru dan tersegel.
"Iya mas, sebentar saya siapkan dulu ya" ucap ibu penjual itu dengan sangat ramah.
"Iya bu makasih jika ada sama perkedelnya ya lima saja dan lima tempe bacem nya juga bu" ucap Azman sambil menyobek segel bungkus rokoknya.
"Iya mas" ucap ibu penjual itu sambil melangkah memasuki bagian dapur yang tersekat oleh satu etalase makanan matang.
"Azman kau lapar apa super lapar" ucap Daim.
"Super lapar, nasi box tadi pagi hanya sedikit nasinya benar benar versi sarapan, bukan versi makan siang" ucap Azman dalam hatinya sambil mengeluarkan sebatang rokoknya dan menyalakannya.
Azman kemudian mengeluarkan ponselnya dan memeriksa laporan laporan keuangan dari tempat tempat usaha miliknya lalu memeriksa saldo rekeningnya melalui beberapa aplikasi perbankan.
"Ada apa dengan senyum mu itu" ucap Daim yang melihat Azman tersenyum sendiri sambil melihat ponselnya.
"Ini ternyata Allah SWT sangat menyayangiku, baru tadi pagi aku mengeluarkan uang dua puluh juta eh ternyata keuntungan dari salah satu usaha ku meningkat tajam, ternyata semalam masuk saldo yang cukup besar" ucap Azman dalam hatinya sambil menyimpan kembali ponselnya di saku celananya.
"Ya kau juga sangat royal jika membantu orang lain jadi wajar Allah SWT memudahkan rezeki mu" ucap Daim.
"Alhamdulillah ya" ucap Azman dalam hatinya sambil kemudian menghisap rokoknya itu.
"Teruslah royal dalam bersedekah maka kau akan selalu mendapatkan kemudahan rizki dari Allah SWT" ucap Daim dengan sangat ramah.
"Daim kenapa dengan rumah makan, kenapa kau meminta ku makan di sini, aku yakin ada alasan khusus bukan" ucap Azman dengan ramah.
Azman yang sudah memeriksa setiap sudut rumah makan itu dengan penglihatannya tidak menemukan apapun yang berkaitan dengan makhluk goib di rumah makan itu.
__ADS_1
Bahkan Azman melihat ada tasbih dan al quran kecil di atas meja tempat ibu penjual itu duduk saat dia datang.