
"Baik semuanya kita langsung bekerja, setiap titik bendera di kerjakan oleh empat orang, tetap hati hati dan ingat lakukan dengan hati hati" ucap Pak Jaja sambil menghadap ke semua penyelamat gabungan itu.
Mereka semua langsung bergerak dan menuju ke bendera bendera yang sudah di pasang oleh Azman, sedangkan Azman sendiri tidak ikut dalam penggalian melainkan memilih untuk duduk di atas motor trail yang dia pakai ke lokasi itu bersama dengan Pak Jaja.
"Pak Umar kemana Pak, kok saya tidak melihatnya" ucap Azman sambil menyalakan sebatang rokoknya.
"Pak Umar masih dalam perjalanan ke sini Pak, karena tadi dia kembali ke gunung pertama untuk memasang spanduk spanduk himbauan larangan mendaki bersama pihak perhutani" ucap Pak Jaja dengan ramah.
"Semoga saja para pendaki mau mengikuti himbauan itu ya Pak, agar tidak ada lagi korban jiwa di gunung itu" ucap Azman dengan ramah.
"Iya Pak semoga saja" ucap Pak Jaja sambil melihat beberapa ambulance mulai datang karena sudah di pastikan jika lokasi itu kuat untuk parkir mobil ambulance.
"Sepertinya jumlah ambulancenya kurang banyak Pak" Ucap Azman dengan ramah.
"Iya Pak yang lainnya bertahan di parkiran bawah karena tidak mungkin bisa kesini semua" ucap Pak Jaja dengan ramah.
"Azman lihat ke atas pohon" ucap Daim.
Azman langsung melihat ke atas pohon dan melihat sosok yang paling dia benci yaitu sosok kuntilanak.
"Astagfirullah lagi situasi begini ada saja gangguannya" ucap Azman dalam hatinya berkomunikasi dengan Daim.
"Sudah biarkan saja dulu, jika berani turun maka aku yang akan menghancurkannya" ucap Daim.
"Sebaiknya kau hancurkan saja dulu dan usir yang lainnya, di saat seperti ini kita tidak membutuhkan gangguan makhluk gaib seperti itu" ucap Azman berbicara dalam hatinya berkomunikasi dengan Daim.
"Oke" ucap Daim sambil terbang melesat ke atas pohon.
"Pak Azman apakah ada sesuatu" ucap Pak Jaja yang merasakan bulu kuduknya berdiri.
Srooook Srooook Srooook Srooook Srooook
Suara orang sedang menyapu terdengar oleh semuanya saat sosok kuntilanak itu terbang menjauh di kejar oleh Daim.
__ADS_1
Semuanya melihat sosok kuntilanak yang terbang menjauh itu dan hal ini menimbulkan ketakutan tersendiri bagi mereka semua.
"Kalian jangan khawatir, teruskan saja penggaliannya" ucap Azman melalui radio komunikasi miliknya karena melihat mereka yang sedang melakukan penggalian menjadi terhenti dan seolah hendak melarikan diri ke arah Azman.
"Sudah jangan khawatir selama Pak Azman ada disini kita aman kok" ucap Pak Jaja melalui radio komunikasi juga.
"Ada saja ya gangguannya" ucap Azman sambil kembali menyalakan sebatang rokoknya lagi.
"Wilayah pantai selatan memang seperti ini pak jika malam hari, makanya jarang penduduk yang aktif di malam hari" ucap salah seorang awak media yang ada di dekat Azman.
"Iya benar, waktu kita meliput pantai saja kita di tampakkan dengan penampakan kuntilanak juga" ucap awak media lainnya.
Pak Jaja pun tampak menganggukan kepalanya pertanda dia juga setuju dengan hal itu.
"Kami sudah sering Pak, makanya kami tidak pernah melakukan penyelamatan malam hari, jika bukan karena adanya bapak kami juga akan melakukan penggaliannya pagi sampai sore hari saja pak" ucap Pak Jaja sambil tersenyum hangat ke Azman.
"Kita fokuskan ke yang masih hidup saja pak, untuk yang sudah meninggal besok pagi saja" ucap Azman dengan ramah.
"Iya Pak, rencana saya juga begitu Pak" ucap Pak Jaja sambil mengelap belakang lehernya yang basah oleh keringat dingin.
"Iya tapi kalian jangan kesana ya, disini saja meliputnya" ucap Pak Jaja dengan ramah.
Kru kru televisi itu pun langsung melakukan pemberitaan terkait korban yang berhasil diselamatkan itu.
Malam semakin dingin dan suara jangkrik serta tonggeret juga semakin sering bersahut sahutan, suara burung hantu juga beberapa kali terdengar tidak mau kalah.
Satu persatu korban selamat berhasil di selamatkan oleh para penyelamat gabungan itu dan langsung di bawa oleh ambulance.
Satu persatu penyelamat gabungan itu pun mulai kembali dan duduk di tanah dekat dengan Azman karena selain mereka kelelahan mereka juga masih menyimpan ketakutan setelah melihat sosok kuntilanak tadi.
Daim sendiri sudah kembali ke samping Azman setelah menghancurkan kuntilanak yang tadi muncul.
"Pak Azman semuanya sudah berhasil kita selamatkan, sebaiknya kita kembali ke bawah lagi pak, karena tenda untuk kita beristirahat ada di bawah di tempat kita parkir tadi" ucap Pak Jaja setelah mendapatkan laporan selesainya misi penyelamatan itu.
__ADS_1
"Iya Pak" ucap Azman dengan ramah.
"Semua agar monitor kita kembali ke bawah, kita beristirahat dan besok kita lanjutkan" ucap Pak Jaja melalui radio komunikasi miliknya.
Azman pun langsung menghidupkan motor trail yang dibawanya lalu bersama sama yang lainnya kembali ke lokasi parkiran.
Malam semakin larut saat mereka sampai di area parkir dan terlihat sudah banyak tenda yang didirikan disana.
"Pak Azman mari saya tunjukkan tenda bapak" ucap salah seorang anggota Tim SAR yang mendatangi Azman saat Azman memarkirkan motor trail itu.
"Iya pak, terima kasih" ucap Azman sambil turun dari atas motor trail itu lalu berjalan mengikuti anggota Tim SAR itu.
Azman mendapatkan satu tenda sendiri yang lokasinya berada di dekat tenda tempat briefing tadi saat dia datang.
"Pak Azman ini tenda bapak, yang sebelah ini tenda Pak Jaja dan Pak Umar" ucap anggota Tim SAR itu dengan sangat sopan.
"Baik Pak, terima kasih" ucap Azman sambil kemudian memasuki tendanya dan melihat sebuah kasur lipat lapangan sudah tergelar disana.
Azman langsung mendekati kasur lipat lapangan itu dan duduk disana sedangkan Daim memiliki duduk di kursi yang ada di dalam Tenda itu.
"Azman kau terlihat sangat lelah, sebaiknya kau beristirahat saja dulu, aku akan tetap disini menjaga mu" ucap Daim.
"Iya, sepertinya aku kurang istirahat" ucap Azman dalam hatinya berkomunikasi dengan Daim sambil membuka sepatu boot karetnya lalu tiduran di atas kasur lipat lapangan itu.
Tidak membutuhkan waktu lama untuk Azman tertidur dengan pulas sampai terdengar suara berisik.
"Tolong ….. Pak Azman ….. Tolong" terdengar suara suara dari luar tendanya Azman.
Azman langsung bangun dari tempat tidurnya dan menggunakan kembali sepatu boot karetnya lalu melihat jika Daim tidak ada disana.
Azman pun langsung keluar dari dalam tenda itu dan melihat ada banyak orang yang berdiri di luar tendanya itu dengan wajah ketakutan.
Kukkuk kukkuk kukkuk terdengar suara burung hantu yang mendominasi malam itu.
__ADS_1
Auuuuuuuuuuuuuuuu Auuuuuuuuuuuuuuuu Auuuuuuuuuuuuuuuu Auuuuuuuuuuuuuuuu
Suara lolongan serigala juga terdengar bersahut sahutan dari arah hutan.