Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Pendaki yang hilang 5


__ADS_3

"Pak Azman maaf ini kunci motor anda" ucap salah seorang anggota Tim SAR mengembalikan kunci motor Azman.


"Terima kasih" ucap Azman dengan ramah sambil menerima kunci motornya itu dan menyimpannya di saku celananya.


"Pak Azman apa yang terjadi" ucap Pak Jaja dengan sangat sopan dan terlihat seperti ketakutan.


"Penunggu gunung ini memanggil saya dan saya akan menemuinya, jadi saya meminta izin Pak Jaja untuk mendaki" ucap Azman dengan ramah.


"Pak Azman bukankah ini sangat berbahaya jika anda menemuinya" ucap Pak Jaja.


"Tidak Pak, ini tidak membahayakan untuk saya, dan jika saya tidak pulang sampai waktu shalat Ashar maka silahkan bapak bapak naik untuk menjemput kelima pendaki itu." Ucap Azman dengan ramah.


"Pak Azman apakah anda yakin akan mendaki sendirian, setidaknya biar kita berangkat bersama sama saja" ucap Pak Umar.


"Pak dengan situasi seperti ini pilihannya hanya satu, saya mendaki sendirian dan menemui sosok kakek penunggu gunung ini" ucap Azman dengan ramah sambil berdiri.


"Pak Azman jika memerlukan bantuan silahkan panggil kami melalui radio komunikasi" ucap Pak Jaja.


"Iya Pak" ucap Azman sambil langsung berjalan ke dalam gunung.


Suara lolongan serigala dan gonggongan anjing pelacak tiba tiba berhenti setelah Azman mulai mendaki mengikuti jalan setapak yang menuju ke puncak gunung.


Angin bertiup sangat kencang bahkan sampai merusak beberapa tenda tim sar, dan suara halilintar kembali terdengar bersahut sahutan.


Langit pagi itu juga mendadak menjadi sangat gelap, bahkan membuat suasana disana sudah seperti malam hari.


"Ada apa ini?" Tanya Pak Jaja sambil berdiri karena kaget dengan perubahan mendadak itu.


"Bapak bapak maaf lupa bilang tolong berdzikir bersama ya, insyaallah kalian semua tidak akan mendapatkan mara bahaya" terdengar suara Azman di radio komunikasi tim SAR.


Semua tanpa terkecuali langsung berdzikir sebisa mereka meminta perlindungan kepada Allah SWT dengan sangat khusuk.


Sudah satu jam berlalu dan Azman berjalan di dalam hutan itu hanya di temani oleh Daim.

__ADS_1


"Azman lewati pohon kembar itu, maka kau akan muncul di tempat kakek Tua penunggu gunung ini" ucap Daim ke Azman yang kini berjalan dengan bantuan senter miliknya, karena kini seluruh hutan itu menjadi gelap gulita.


"Oke, apa tidak sebaiknya kau masuk ke dalam badan ku dulu" ucap Azman sambil berdiri di depan dua pohon yang sama persis.


Daim pun langsung masuk ke dalam tubuh Azman sesuai keinginan dari Azman.


Azman langsung melangkah melewati kedua pohon yang sama persis itu dan dia muncul di depan sebuah tanah lapang.


Sementara itu suasana di luar secara mendadak menjadi terang seperti sebelumnya dan angin pun menjadi tenang kembali.


"Alhamdulillah" ucap semua anggota Tim SAR bersamaan dan semuanya terlihat menarik nafas panjang.


"Apa yang sebenarnya terjadi" ucap Pak Umar.


"Entahlah yang jelas inilah rahasia ilahi, sekarang kita dirikan kembali tenda tenda yang rubuh lalu kita berdzikir bersama lagi saja" ucap Pak Jaja.


"Semoga Pak Azman tidak kenapa napa, karena untuk naik ke atas gunung sekarang saya menjadi ragu" ucap salah seorang anggota Tim SAR.


…..


Sementara itu Azman berdiri di depan seorang kakek tua yang sedang duduk bersila di atas batu besar yang atasnya datar.


Sosok kakek Tua itu menggunakan pakaian serba hitam mirip dengan pakaian tradisional masyarakat sunda, lengkap dengan penutup kepalanya juga.


"Azman beri salam jangan hanya diam, meskipun kakek tua itu memejamkan matanya namun mata batinnya dapat melihat mu" ucap Daim.


"Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh " ucap Azman dengan sangat hormat.


"Wa'alaikum salaam wa rahmatullah wabarakatuh" ucap kakek tua itu sambil membuka matanya dan melihat Azman dengan ramah.


"Azman sini duduklah dan kau keluarlah dari tubuh Azman" ucap kakek tua itu dengan ramah.


Daim langsung keluar dari tubuh Azman dan berdiri di samping Azman.

__ADS_1


"Pak tua kita ketemu lagi, sudah ratusan tahun dan kau masih tua saja." Ucap Daim sambil berjalan di ikuti oleh Azman lalu duduk di depan kakek tua penunggu gunung.


"Azman, jin yang bersama mu ini adalah yang terkuat dari kami semua dan benar dugaan mu, aku satu kaum dengan Jin pendamping mu." Ucap kakek tua penunggu gunung.


"Maaf kek, tapi kenapa anda ingin bertemu dengan saya" ucap Azman dengan ramah.


"Azman, sudah puluhan tahun ini gunung ini di datangi oleh orang orang yang sifatnya merusak alam apakah kau bisa membantu ku untuk melarang mereka merusak hutan ini" ucap kakek tua penunggu gunung itu dengan ramah.


"Itu akan sulit dilakukan karena pada dasarnya kembali ke diri manusia itu sendiri, jika jiwanya baik maka akan sangat merawat hutan namun jiwa jiwanya buruk maka akan merusak hutan" ucap Azman dengan ramah.


"Apakah kau sama sekali tidak bisa melakukan sesuatu untukku" ucap kakek tua penunggu gunung dengan ramah.


"Saya mungkin bisa membangun beberapa pemberitahuan di pintu pintu masuk gunung ini, sebagai peringatan untuk semua pendaki di masa yang akan datang tapi saya tidak bisa menjamin mereka mengikuti pemberitahuan yang saya buat" ucap Azman dengan ramah.


"Oke itu sudah cukup, setidaknya kau sudah memperingatkan mereka" ucap kakek tua penunggu gunung dengan ramah.


"Apakah saya bisa meminta kelima pendaki yang di tahan oleh kakek, dan apakah saya bisa meminta tolong untuk tidak lagi menahan para pendaki" ucap Azman dengan sangat sopan dan ramah.


"Aku akan memberikan mereka kepada mu nanti  jika kau keluar dari sini" ucap kakek tua penunggu gunung itu.


"Lalu bagaimana kedepannya apakah bisa tidak menahan pendaki lainnya" ucap Azman.


"Lalu  bagaimana cara ku menghukum mereka?" Tanya kakek penunggu gunung itu yang terdengar datar tanpa emosi.


"Peringatkan mereka, bukankah anda  bisa merubah cuaca khusus di gunung ini, jadi anda bisa memberikan mereka hujan, anda bisa mengingatkan mereka dengan petir" ucap Azman dengan ramah dan tetap sopan.


"Azman, jawab pertanyaan ku yang satu ini, kenapa kau membantu mereka?" Ucap kakek tua penunggu gunung.


"Karena kita tidak membutuhkan alasan untuk menolong orang lain, dan bukankah anda tahu jika hanya Allah SWT saja yang bisa merubah hati manusia dari buruk ke baik dan dari baik ke buruk" ucap Azman dengan sambil tersenyum hangat ke kakek tua penunggu gunung itu.


"Pantas kaum Jin terkuat sampai memilihmu, kau sudah sangat bijaksana di usia mu yang muda ini" ucap kakek tua penunggu gunung itu.


"Saya hanyalah pendosa yang sedang berusaha menebus dosa dosa saya, saya bukan manusia sempurna, kakek terlalu memuji saya" ucap Azman dengan sangat hormat.

__ADS_1


__ADS_2