Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Gua Kematian 23


__ADS_3

“Itu berasal dari salah satu lorong yang disinari, bisa juga dari lorong yang sebelah kanan yang tadi kita lewati, karena cahaya itu tidak terlalu terang berarti jika lorong itu bercabang.” Ucap Azman mencoba menganalisanya.


“Jika demikian bisa jadi semua lorong disini berkaitan ya Pak.” Ucap Pak Danu.


“Itu mungkin saja Pak, oleh karena itu saya ada banyak keyakinan anggota Bapak masih selamat.” Ucap Azman.


“Pak Azman disini ada juga sumber cahaya.” Ucap salah seorang petugas kepolisian  yang sedikit berteriak karena jarak mereka sedikit jauh dan Azman bersama dengan Pak Jaja pun langsung menemuinya.


Mereka semua kini melihat lubang di langit - langit dan diameter lubang itu juga sama seperti sebelumnya, bahkan lubang itu juga sama - sama berada di antara stalaktit besar.


“Nah benar tebakan saya, lubang - lubang udara ini saling berkaitan, dan ini berarti ada lorong besar di dalam sana.” Ucap Azman sambil menyalakan kembali senter besar itu dan memfokuskannya ke lubang di langit - langit gua itu sehingga sinar cahaya dari senter itu pun masuk ke dalam lorong udara itu.


Satu persatu cahaya mulai keluar dari lubang - lubang yang ada di langit - langit gua dan ada banyak lubang disana yang mulai membuat area itu semakin terang, bahkan lorong gua di depan mereka yang sebelumnya gelap kini sudah mulai terang.


“Ternyata ini cara hemat untuk menyinari lorong - lorong gua, namun saya tidak mengetahui bisa tahan berapa lama senter ini, jika saja kita ada sumber cahaya lain yang bisa kita gunakan.” Ucap Azman sambil melihat sekitarnya namun tangannya tetap memegang senter besar itu dan masih menyorot ke arah lubang udara.


“Pak Azman, bagaimana jika kami memindahkan salah satu lampu sorot yang sudah dipasang itu.” Ucap salah seorang petugas kepolisian sambil menunjuk ke lampu sorot yang ada di dinding yang sebelumnya di pasang oleh tim penerangan.


“Itu ide yang baik, namun apakah Bapak - bapak bisa memindahkannya, dan apakah kabelnya cukup?.” Tanya Azman.


“Tadi kami melihat jika kabel di lorong itu ada tidak rapi, dan jika kita merapikannya maka akan cukup untuk memasang lampu sorot di salah satu lubang yang ada di atas itu Pak.” Ucap petugas kepolisian itu kembali.


“Kalian lakukanlah, dan ingat lakukan dengan hati - hati.” Ucap Pak Danu.


“Siap Komandan.” Ucap Petugas kepolisian itu dan bersamaan dengan Azman mematikan senter besar itu lalu memberikannya kembali ke Pak Danu.


Azman berjalan kembali ke batu besar yang sebelumnya dia duduki demikian juga Pak Danu yang mengikutinya, sedangkan petugas kepolisian lainnya nampak berkumpul dan berembuk.


“Pak Danu, sedikit demi sedikit kita akan bisa menyelesaikan ekspedisi di Gua ini dan akan bisa menemukan anak buah anda, siapa tahu jika mereka yang tersesat juga merasakan cahaya yang kita buat.” Ucap Azman.


“Pak Azman, apakah semua lorong udara itu berkaitan?.” Ucap Pak Danu.


“Saya tidak mengetahuinya dengan pasti, namun melihat lorong yang ada disini berkaitan dengan lorong di depan sana maka besar kemungkinan jika lorong udara saling berkaitan, akan tetapi kita harus berhati - hati juga, tidak menutup kemungkinan ada ular yang mengisi lubang - lubang itu Pak.” Ucap Azman.


“Itu benar, semoga saja tidak ada masalah yang kita hadapi nantinya dengan hewan liar.” Ucap Pak Danu sambil melihat ke arah anak buahnya yang kini sedang sibuk dengan merapikan kabel kabel yang sebelumnya dipasang tim penerangan kedua yang juga belum diketahui keberadaannya sampai saat ini.


“Benar Pak, kebetulan mereka memang biasa melakukan panjat tebing sehingga keahlian mereka itu sangat bermanfaat untuk kita saat ini.” Ucap Pak Danu.


Azman dan Pak Danu terus mengawasi petugas kepolisian itu dan mereka melihat jika tidak ada kendala yang di hadapi, bahkan tidak membutuhkan waktu lama untuk petugas kepolisian itu memasang beberapa lampu sorot di lorong udara gua, sehingga kini sudah nampak jika lorong yang sebelumnya gelap kini menjadi terang meski tidak terlalu terang namun sudah sangat cukup untuk di lintasi oleh mereka.


Waktu terus berlalu dan pasukan kedua pun kini sudah terlihat berdatangan, dan Azman melihat jika mereka semua membawa tas carrier besar di punggung mereka.


“Maaf komandan kami lama, karena kami memang menyiapkan lebih banyak perlengkapan yang sekiranya akan kita gunakan.” Ucap salah seorang dari mereka yang baru datang dan menemui Pak Danu.

__ADS_1


“Tidak masalah, kalian dengarkan baik - baik, lima belas rekan kita tersesat di lorong itu, dan kita akan memasukinya, namun karena kami sudah menemukan cara akurat menerangi gua ini, maka aku ingin tahu apakah kalian juga membawa kabel dan lampu sorot yang lebih terang.” Ucap Pak Danu.


“Siap Komandan, kami membawanya.” Ucap Salah seorang petugas kepolisian yang baru datang itu.


“Oke, kalian silahkan ganti lampu yang sudah terpasang di lorong udara itu dengan lampu sorot yang lebih terang, dan berhati - hatilah.” Ucap Pak Danu sambil menunjuk lokasi lampu sorot yang ada di dalam lorong udara gua.


“Biar saya lagi saja yang melakukannya, akan lebih mudah jika saya yang kesana karena sudah mengetahui jalur pendakiannya.” Ucap Petugas kepolisian yang tadi memasang lampu sorot itu.


“Lakukanlah.” Ucap Pak Danu.


“Maaf jika saya boleh saran, sebaiknya di siapkan juga kabelnya agar nanti kita bisa menambah penerangan lorong udara setiap lima puluh meter, sehingga kita bisa menerangi seluruh area gua ini.” Ucap Azman memberikan pendapatnya.


“Siap Pak Azman, saya akan menyiapkannya, akan tetapi menurut saya satu lampu sorot bisa menerangi area seratus meter, karena yang sekarang saja bisa lima puluh meter.” Ucap Petugas kepolisian itu.


“Lakukanlah, dan siapkan semua yang sekiranya di perlukan, aku ingin semua gua ini menjadi terang.” Ucap Pak Danu.


“Siap Komandan.” Ucap Petugas kepolisian tersebut yang langsung menemui kawannya yang membawa lampu sorot dan juga kabel listrik yang baru.


“Yang lain beristirahatlah, jika dia sudah selesai maka kita akan langsung melanjutkan perjalanan, namun jangan ada yang duduk di atas lumut itu.” Ucap Pak Danu.


“Siap komandan.” Ucap Mereka semua kompak yang langsung berjalan menuju dinding gua lalu duduk di Batu - batu yang ada disana.


“Pak Danu, nanti kita tetap satu rombongan saja, dan tetap terikat satu serta lainnya dengan tali karmantel, ini untuk mengantisipasi hal - hal yang tidak di inginkan kedepannya, jika memang ada cabang lorong lainnya maka kita akan memilih salah satunya saja, kita tidak perlu membagi lagi pasukan yang ada.” Ucap Azman.


“Itu berasal dari salah satu lorong yang disinari, bisa juga dari lorong yang sebelah kanan yang tadi kita lewati, karena cahaya itu tidak terlalu terang berarti jika lorong itu bercabang.” Ucap Azman mencoba menganalisanya.


“Jika demikian bisa jadi semua lorong disini berkaitan ya Pak.” Ucap Pak Danu.


“Itu mungkin saja Pak, oleh karena itu saya ada banyak keyakinan anggota Bapak masih selamat.” Ucap Azman.


“Pak Azman disini ada juga sumber cahaya.” Ucap salah seorang petugas kepolisian  yang sedikit berteriak karena jarak mereka sedikit jauh dan Azman bersama dengan Pak Jaja pun langsung menemuinya.


Mereka semua kini melihat lubang di langit - langit dan diameter lubang itu juga sama seperti sebelumnya, bahkan lubang itu juga sama - sama berada di antara stalaktit besar.


“Nah benar tebakan saya, lubang - lubang udara ini saling berkaitan, dan ini berarti ada lorong besar di dalam sana.” Ucap Azman sambil menyalakan kembali senter besar itu dan memfokuskannya ke lubang di langit - langit gua itu sehingga sinar cahaya dari senter itu pun masuk ke dalam lorong udara itu.


Satu persatu cahaya mulai keluar dari lubang - lubang yang ada di langit - langit gua dan ada banyak lubang disana yang mulai membuat area itu semakin terang, bahkan lorong gua di depan mereka yang sebelumnya gelap kini sudah mulai terang.


“Ternyata ini cara hemat untuk menyinari lorong - lorong gua, namun saya tidak mengetahui bisa tahan berapa lama senter ini, jika saja kita ada sumber cahaya lain yang bisa kita gunakan.” Ucap Azman sambil melihat sekitarnya namun tangannya tetap memegang senter besar itu dan masih menyorot ke arah lubang udara.


“Pak Azman, bagaimana jika kami memindahkan salah satu lampu sorot yang sudah dipasang itu.” Ucap salah seorang petugas kepolisian sambil menunjuk ke lampu sorot yang ada di dinding yang sebelumnya di pasang oleh tim penerangan.


“Itu ide yang baik, namun apakah Bapak - bapak bisa memindahkannya, dan apakah kabelnya cukup?.” Tanya Azman.

__ADS_1


“Tadi kami melihat jika kabel di lorong itu ada tidak rapi, dan jika kita merapikannya maka akan cukup untuk memasang lampu sorot di salah satu lubang yang ada di atas itu Pak.” Ucap petugas kepolisian itu kembali.


“Kalian lakukanlah, dan ingat lakukan dengan hati - hati.” Ucap Pak Danu.


“Siap Komandan.” Ucap Petugas kepolisian itu dan bersamaan dengan Azman mematikan senter besar itu lalu memberikannya kembali ke Pak Danu.


Azman berjalan kembali ke batu besar yang sebelumnya dia duduki demikian juga Pak Danu yang mengikutinya, sedangkan petugas kepolisian lainnya nampak berkumpul dan berembuk.


“Pak Danu, sedikit demi sedikit kita akan bisa menyelesaikan ekspedisi di Gua ini dan akan bisa menemukan anak buah anda, siapa tahu jika mereka yang tersesat juga merasakan cahaya yang kita buat.” Ucap Azman.


“Pak Azman, apakah semua lorong udara itu berkaitan?.” Ucap Pak Danu.


“Saya tidak mengetahuinya dengan pasti, namun melihat lorong yang ada disini berkaitan dengan lorong di depan sana maka besar kemungkinan jika lorong udara saling berkaitan, akan tetapi kita harus berhati - hati juga, tidak menutup kemungkinan ada ular yang mengisi lubang - lubang itu Pak.” Ucap Azman.


“Itu benar, semoga saja tidak ada masalah yang kita hadapi nantinya dengan hewan liar.” Ucap Pak Danu sambil melihat ke arah anak buahnya yang kini sedang sibuk dengan merapikan kabel kabel yang sebelumnya dipasang tim penerangan kedua yang juga belum diketahui keberadaannya sampai saat ini.


“Benar Pak, kebetulan mereka memang biasa melakukan panjat tebing sehingga keahlian mereka itu sangat bermanfaat untuk kita saat ini.” Ucap Pak Danu.


Azman dan Pak Danu terus mengawasi petugas kepolisian itu dan mereka melihat jika tidak ada kendala yang di hadapi, bahkan tidak membutuhkan waktu lama untuk petugas kepolisian itu memasang beberapa lampu sorot di lorong udara gua, sehingga kini sudah nampak jika lorong yang sebelumnya gelap kini menjadi terang meski tidak terlalu terang namun sudah sangat cukup untuk di lintasi oleh mereka.


Waktu terus berlalu dan pasukan kedua pun kini sudah terlihat berdatangan, dan Azman melihat jika mereka semua membawa tas carrier besar di punggung mereka.


“Maaf komandan kami lama, karena kami memang menyiapkan lebih banyak perlengkapan yang sekiranya akan kita gunakan.” Ucap salah seorang dari mereka yang baru datang dan menemui Pak Danu.


“Tidak masalah, kalian dengarkan baik - baik, lima belas rekan kita tersesat di lorong itu, dan kita akan memasukinya, namun karena kami sudah menemukan cara akurat menerangi gua ini, maka aku ingin tahu apakah kalian juga membawa kabel dan lampu sorot yang lebih terang.” Ucap Pak Danu.


“Siap Komandan, kami membawanya.” Ucap Salah seorang petugas kepolisian yang baru datang itu.


“Oke, kalian silahkan ganti lampu yang sudah terpasang di lorong udara itu dengan lampu sorot yang lebih terang, dan berhati - hatilah.” Ucap Pak Danu sambil menunjuk lokasi lampu sorot yang ada di dalam lorong udara gua.


“Biar saya lagi saja yang melakukannya, akan lebih mudah jika saya yang kesana karena sudah mengetahui jalur pendakiannya.” Ucap Petugas kepolisian yang tadi memasang lampu sorot itu.


“Lakukanlah.” Ucap Pak Danu.


“Maaf jika saya boleh saran, sebaiknya di siapkan juga kabelnya agar nanti kita bisa menambah penerangan lorong udara setiap lima puluh meter, sehingga kita bisa menerangi seluruh area gua ini.” Ucap Azman memberikan pendapatnya.


“Siap Pak Azman, saya akan menyiapkannya, akan tetapi menurut saya satu lampu sorot bisa menerangi area seratus meter, karena yang sekarang saja bisa lima puluh meter.” Ucap Petugas kepolisian itu.


“Lakukanlah, dan siapkan semua yang sekiranya di perlukan, aku ingin semua gua ini menjadi terang.” Ucap Pak Danu.


“Siap Komandan.” Ucap Petugas kepolisian tersebut yang langsung menemui kawannya yang membawa lampu sorot dan juga kabel listrik yang baru.


“Yang lain beristirahatlah, jika dia sudah selesai maka kita akan langsung melanjutkan perjalanan, namun jangan ada yang duduk di atas lumut itu.” Ucap Pak Danu.

__ADS_1


“Siap komandan.” Ucap Mereka semua kompak yang langsung berjalan menuju dinding gua lalu duduk di Batu - batu yang ada disana.


“Pak Danu, nanti kita tetap satu rombongan saja, dan tetap terikat satu serta lainnya dengan tali karmantel, ini untuk mengantisipasi hal - hal yang tidak di inginkan kedepannya, jika memang ada cabang lorong lainnya maka kita akan memilih salah satunya saja, kita tidak perlu membagi lagi pasukan yang ada.” Ucap Azman.


__ADS_2