
“Pak Azman, jika demikian kami permisi dulu, kami akan kembali ke desa kami dan menyiapkan lahan pemakamannya, namun kira kira berapa banyak liang lahat yang harus kami siapkan.” Ucap Sesepuh desa.
“Tolong siapkan kurang lebih empat ratus liang lahat Pak, dan mohon terima ini Pak untuk ganti lelahnya masyarakat desa yang membantu menggali liang kubur.” Ucap Azman sambil memberikan dua puluh juta rupiah yang dia ambil dari dalam tas kecilnya lalu menyerahkannya ke sesepuh desa itu.
“Pak Azman ini tidak perlu Pak, kami akan mengerahkan semua penduduk untuk menggalinya dan biarkan ini jadi partisipasi kami dan amalan kami.” Ucap Sesepuh desa itu yang menolak uang yang diberikan oleh Azman.
“Bapak terima saja, uang ini bisa untuk membeli cemilan mereka yang bekerja, sudah tidak apa - apa, Pak Azman akan sangat kecewa jika sampai di tolak.” Ucap Pak Jaja.
“Jika memang demikian maka saya ucapkan terima kasih dan akan saya pastikan uang ini digunakan dengan maksimal.” Ucap Sesepuh desa itu sambil menerima uang tersebut.
Semua sesepuh desa itu pun kemudian meninggalkan tenda tersebut dan kini hanya tinggal Azman dan juga Pak Jaja yang ada disana.
“Pak Jaja, apa tidak sebaiknya itu alat berat ikut penggalian lubang makam saja, karena kan disini juga tidak bisa digunakan.” Ucap Azman.
“Baik Pak, sebentar saya arahkan dulu alat berat untuk kesana.” ucap Pak Jaja yang langsung berlari mengejar para sesepuh desa itu agar kembalinya bersama - sama alat berat.
“Azman, tindakan mu ini aku suka, dan ini sudah sangat benar menurutku.” Ucap Daim yang dari tadi hanya diam saja di pojokan tenda, dan suaranya hanya dapat didengar oleh Azman seorang.
“Daim, aku hanya berusaha saja, meskipun aku tadi yakin ini akan menuai perdebatan di antara mereka, tapi alhamdulilah semuanya sudah selesai dengan baik.” Ucap Azman dalam hatinya berkomunikasi dengan Daim.
“Pak Azman, alat berat sudah berangkat ke desa bersama dengan para sesepuh desa dan dua puluh orang anggota Tim Sar Jawa Barat juga ikut membantu, saya juga sudah meminta pihak kepolisian dan TNI untuk membantu disana saja sebagian.” Ucap Pak Jaja.
__ADS_1
“Terima kasih Pak, dan sebaiknya pihak kepolisian juga ke lokasi kedua Pak, biar yang tadi ikut kita saja yang menunjukan jalannya, saya tidak kuat dengan baunya Pak.” Ucap Azman.
“Sudah juga Pak, saya sudah menyampaikannya dan saya juga meminta pihak media juga, karena hal seperti ini memang bagian pihak kepolisian.” Ucap Pak Jaja.
“Pak Jaja, sebaiknya kita ikut proses penggalian saja, semakin cepat selesai kan semakin baik.” Ucap Azman sambil berdiri.
“Baik Pak, jika demikian mari kita ke bawah lagi.” Ucap Pak Jaja yang juga ikut berdiri kembali.
Azman dan Pak Jaja pun langsung menuju lokasi bencana, terlihat disana kini sudah banyak orang yang mulai menggali dan terlihat beberapa Jenazah sudah mulai diangkat dari dalam tanah lalu di bawa dan di letakkan di lokasi yang sudah di siapkan untuk nantinya di mandikan dan di bungkus kain kafan.
Pihak media juga terus menerus menyiarkan hal ini dan fokus media lebih banyak kepada Azman.
Tepat jam dua siang kini semuanya sudah selesai dan Azman pun kembali beristirahat di dalam tenda karena kini sedang proses memandikan dan mengkafankan jenazah - jenazah itu.
“Pak Jaja, apa sudah ada kabar dari yang menggali kubur, jika sudah sebaiknya mulai di antarkan kesana dan di kuburkan saja, kan sebaiknya mencicil saja dari pada harus berbarengan dan akan merepotkan semua orang.” Ucap Azman.
“Baik Pak, sebentar saya arahkan dulu mereka agar mulai membawa dan memakamkannya, sepertinya Pak Ridho ini kurang berpengalaman dalam hal ini.” Ucap Pak Jaja yang langsung melangkah meninggalkan Azman.
“Azman, sebaiknya kau tidak langsung meninggalkan lokasi ini dan beristirahat saja dulu, aku lihat kau tadi bekerja sangat keras dan penuh keringat.” Ucap Daim.
“Iya benar namun aku akan ikut bagaimana mereka saja, jika memang sore ini mereka membubarkan diri ya aku mau tidak mau ikut pergi dari sini dan mencari penginapan saja.” Ucap Azman dalam hatinya berkomunikasi dengan Daim.
__ADS_1
“Ya sudah aku akan pergi dulu untuk melihat rute perjalananmu dan membersihkannya, kali ini aku akan membuatmu tidur dengan nyenyak.” Ucap Daim yang langsung menghilang dari pandangan Azman.
Azman tetap duduk di dalam tenda itu sambil menikmati rokoknya dan benar jika dia merasa cukup kelelahan hari ini akibat tadi ikut melakukan penggalian di lokasi bencana, hal ini dia lakukan karena dia ingin menyemangati semua yang sedang bekerja.
Lima belas menit berlalu dan kini Pak jaja sudah kembali menemui Azman.
“Pak Azman, sebagian jenazah sudah di berangkatkan dan mereka juga sudah saya pesankan agar melakukan ini dengan teliti.” Ucap Pak Jaja.
“Terima kasih Pak, semoga semuanya segera selesai ya, oh iya saya pamit duluan ya Pak, ingin mandi dulu agar lebih segar.” Ucap Azman sambil berdiri.
“Mari Pak kita sama - sama saja, saya juga akan kembali ke basecamp, disini biar mereka saja yang menyelesaikannya.” Ucap Pak Jaja sambil berdiri juga.
Azman dan Pak Jaja pun langsung melangkah menuju basecamp dengan tanpa gangguan dari siapapun karena mereka semua mengetahui jika Azman sudah sangat kelelahan dan membutuhkan istirahat, mereka juga tahu jika Azman tidak terbiasa bekerja berat seperti yang dilakukannya tadi.
Sesampainya di lokasi basecamp Azman pun langsung mandi di mobil toilet umum yang tersedia disana lalu dia pun memilih untuk beristirahat di dalam tendanya, Azman hanya keluar dari dalam tendanya untuk melaksanakan shalat Ashar.
Azman tertidur pulas dan tidak ada seorang pun yang mengganggunya, Azman juga sengaja menutup rapat tendanya agar tidak mendapatkan gangguan apapun dari siapapun yang ada disana.
Azman terbangun kembali pas shalat magrib dan dia pun kembali ikut shalat berjamaah lalu membereskan semua barangnya kembali ke dalam motornya, azman juga sudah berganti pakaian dan sepatu dengan setelan touring motor yang biasa dia pakai, hal ini memang karena dia sudah siap untuk melanjutkan perjalanannya ini.
Azman pun tidak lupa dengan janjinya dia melakukan sesi photo bersama dengan semua orang yang ada di sana lalu berpamitan juga dengan semuanya, semuanya melepas kepergian Azman dengan raut wajah yang terlihat sedih karena kebersamaan mereka yang meskipun hanya sebentar itu sangat berkesan, mereka semua sangat merasa kehilangan dengan kepergian Azman, namun mereka berusaha untuk tidak terlalu memperlihatkannya kepada Azman dan mereka juga tahu jika mereka tidak bisa melarang Azman untuk pergi.
__ADS_1