Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Desa di tengah lembah 20


__ADS_3

Anggota Tim Sar yang tergabung di Tim Satu  itu langsung mengajak Pak Jaja dan Pak Umar ke lokasi Gua yang di temukan dan ternyata lokasi itu hanya berjarak lima ratus meter namun benar apa yang dikatakan oleh anggota Tim Sar lokasi Gua itu sangat tersembunyi, dan nampak jika banyak tumbuhan liar yang menghalangi mulut Gua itu, disana juga nampak puluhan anggota Tim Sar yang berada di luar termasuk dengan pemimpin regu satu yang merupakan perwira kepolisian yang sudah dikenal oleh Pak Jaja.


“Pak Tino, apakah anda sudah memasuki Gua ini?” Tanya Pak Jaja setelah bertemu dengan pemimpin dari Tim Satu.


“Maaf Pak, kami belum berani memasukinya, karena kami melihat jika bekas darah dan juga ada bekas orang yang memasuki Gua ini, jadi kami melakukan pemeriksaan untuk mulut gua ini terlebih dulu, kami juga sudah mengambil sampel darah yang ada di tanaman liar di mulut Gua, hasil sementara sepertinya darah ini berbeda dengan darah yang berada di jalanan pinggir sungai” Jawab Pak Tino perwira kepolisian yang juga pemimpin dari Tim satu.


“Apakah pemeriksaan disini sudah selesai?” tanya Pak Jaja lagi.


“Sudah Pak, saya baru mau mengabari anda, namun anda sudah disini jadi kita bisa masuk bersama” Ucap Pak Tino.


“Oke, jika demikian mari kita masuk” Ucap Pak Jaja.


“Mohon ijin Pak Jaja, karena kita tidak mengetahui siapa yang berada di dalam sini jadi sebaiknya anak buah saya saja dulu yang masuk, jika yang ada di dalam adalah penjahat dan bersenjata maka akan berbahaya untuk kita memasuki gua ini” Ucap Pak Tino yang tidak ingin mengambil resiko apapun apalagi yang membahayakan Pak Jaja yang merupakan perwira dari TNI.


“Oke, silahkan anak buah anda masuk terlebih dulu, namun kita akan ada di belakangnya, saya entah kenapa ada keyakinan jika Azman ada di dalam gua ini” Ucap pak Jaja.


“Oke, kalian berdua di depan, dan gunakan senter besar agar bagian dalam gua ini menjadi terang” Ucap Pak Tino memberi arahan kepada anak buahnya yang memang sudah mendapat dari dia untuk mengecek bagian dalam gua.


“Siap Ndan” Ucap kedua orang anggota kepolisian yang mendapat perintah dari Pak Tino untuk memasuki gua itu yang langsung melangkah masuk ke dalam Gua dengan sebelumnya menyalakan senter besar yang mereka bawa.


“Pak Jaja, mari kita masuk” Ucap Pak Tino sambil memberikan sebuah senter kepala ke Pak Jaja dan Pak Jaja pun menerimanya, kemudian mereka pun ikut memasuki Gua itu  dan juga anggota tim satu lainnya.


Mulut gua itu cukup kecil karena hanya selebar satu meter dan tinggi satu meter, sehingga mereka harus menunduk namun ternyata bagian dalam Gua itu cukup besar.

__ADS_1


“Ini ada bekas tetesan darah Ndan” Ucap petugas kepolisian yang ada di depan Pak Jaja dan Pak Umar serta pak Tino.


“Oke, ikuti saja terus” Ucap Pak Jaja.


Lorong itu semakin lama semakin membesar dan menurun dan setelah setengah jam mereka berjalan di lorong gua itu mereka mendengar ada suara air.


“Di depan kita ada sungai bawah tanah, kalian berhati - hati ya, aku takut aliran sungainya deras” Ucap Pak Jaja.


“Siap Ndan” jawab kedua petugas kepolisian yang ada paling depan.


Setengah jam lagi berlalu dan mereka kini melihat jika ada api yang menyala di depan mereka.


“Itu sepertinya ada api” Ucap salah seorang petugas kepolisian yang ada didepan.


“Komandan ijin ada satu orang dalam kondisi tidak sadarkan diri” Ucap petugas kepolisian yang pertama kali sampai di lokasi api unggun dan melihat ada seorang laki - laki yang tergeletak dan diduga sedang tidak sadarkan diri.


Pak Jaja langsung berlari dan dia melihat jika orang yang tidak sadarkan diri itu adalah Azman, tergeletak tidak berdaya dengan luka di sekujur tubuhnya.


“Ini Pak Azman, petugas medis segera kemari, dan kalian buat terang ruangan gua ini” Ucap Pak Jaja berteriak sambil memeriksa kondisi Azman.


“Pak Jaja, anda sudah datang, terima kasih” Ucap Azman yang sebenarnya sedang tidur pun terbangun dan melihat Pak Jaja berjongkok di depannya.


“Anda beristirahat saja Pak, biar petugas medis mengobati luka anda terlebih dulu” Ucap Pak Jaja sambil duduk di samping Azman.

__ADS_1


Dua orang petugas medis yang ada di Tim satu langsung mendekati Azman dan dengan sigap mereka langsung mengobati Azman serta memberikan perban untuk luka - luka Azman.


Pak Jaja melihat jika tangan kiri Azman mengalami luka akibat senjata tajam dan juga luka lain yang belum diketahui akibatnya.


“Pak Jaja, apa tidak sebaiknya Pak Azman kita tandu keluar” Ucap Pak Tino setelah petugas medis selesai mengobati Azman.


“Tidak perlu Pak, luka ini sudah tidak mengeluarkan darah dan saya masih sanggup untuk berjalan” Ucap Azman sambil berusaha untuk duduk dan kedua orang petugas medis itu langsung membantu Azman untuk bisa duduk bersila.


“Pak Azman, sebaiknya anda di tandu saja ke posko kami” Ucap Pak Jaja.


“Saya tidak apa - apa, syukurlah kalian semua bisa menemukan saya disini, padahal saya berencana kembali ke desa nanti malam” Ucap Azman.


“Pak Azman, kenapa anda bisa disini? Apa yang sebenarnya terjadi” Ucap Pak Jaja yang memang penasaran.


“Saya akan menceritakan semuanya, namun adakah salah seorang dari kalian yang memiliki air mineral, saya benar - benar haus” Ucap Azman.


“Ini Pak silahkan” Ucap petugas medis memberikan memberikan satu botol air mineral ke Azman dan Azman pun langsung menerimanya.


“Terima kasih” Ucap Azman sambil menerima air mineral itu dan meminumnya perlahan.


Pak Jaja pun kemudian duduk bersila di samping Azman, demikian juga semua anggota tim satu termasuk Pak Tino juga ikut duduk di dekat Azman karena ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


“Pak Jaja dan yang lain, jadi semalam saya mengetahui jika makhluk gaib yang ada di desa itu karena permintaan dari anak tiri Mbah Hardiyata selaku kepala desa, saya pun sudah berhasil menghancurkan pemimpin dari makhluk itu serta satu makhluk terkuatnya di pemakaman umum desa, saya yang merasa curiga dengan rumah ibu dan anak itu pun kemudian mendatangi rumah ibu dan anak tersebut, saya bertemu dengan arwah dari ibu itu namun setelahnya tiba - tiba rumah itu penuh dengan api, saya menduga ada yang membakar rumah tersebut, saya berhasil melarikan diri namun karena tidak hati - hati saya terjatuh ke jurang, dan luka - luka di tubuh saya ini akibat terjatuh ke jurang, namun tidak lama setelah saya berhasil berdiri kembali, datang satu orang dan dia berusaha membunuh saya, dengan menyabetkan sebilah golok ke saya dan mengenai tangan kiri saya ini” Ucap Azman sambil memperlihatkan luka di tangan kirinya yang diakibatkan senjata tajam.

__ADS_1


__ADS_2