
"Pak Azman sudah jam dua puluh tiga sebaiknya kita beristirahat Pak, mari saya tunjukan tenda Bapak." Ucap Pak Jaja sambil berdiri.
"Mari Pak, saya juga sudah mulai mengantuk ini Pak." Jawab Azman sambil ikut berdiri juga.
Mereka berdua kemudian meninggalkan tenda komando itu dan berjalan menuju ke parkiran mobil karena sebelumnya Pak Jaja sudah meminta agar tendanya lebih jauh dari tenda - tenda yang lain agar Azman dapat beristirahat dengan nyaman.
Tidak ada seorang pun yang meminta foto bersama lagi dengan Azman namun nampak jika semua orang yang ada disana sangat menghormati Azman serta Pak Jaja.
Meskipun sudah jam dua puluh tiga namun masih banyak anggota Tim SAR yang beraktivitas karena memang mereka terbiasa beristirahat secara bergantian, hal ini demi menjaga kenyamanan semua orang, beberapa orang dari pihak media televisi juga terlihat masih melaporkan situasi di basecamp itu.
"Pak Azman, ini tenda Bapak dan tenda saya yang ini Pak, silahkan beristirahat." Ucap Pak Jaja setelah keduanya sampai di parkiran yang kini sudah berdiri dua tenda yang sama besarnya.
"Baik Pak, sampai jumpa nanti subuh ya Pak, dan sebaiknya nanti kita shalat berjamaah saja jika ada tempatnya." Ucap Azman.
"Baik Pak, saya akan minta anak - anak menyiapkannya." Ucap Pak Jaja sambil melihat Azman memasuki tendanya dan Pak Jaja pun langsung berjalan memasuki tendanya juga.
Azman melihat jika Daim sudah duduk di kursi yang ada di dalam tenda itu dan dia pun kini langsung menutup pintu tenda agar bisa berbincang dengan Daim lalu duduk di kursi yang ada di depan Daim.
"Daim, bagaimana situasinya?." Tanya Azman sesaat setelah dia duduk.
"Azman hujan badai tadi disini sebelum kalian datang itu sebenarnya adalah ulahku, karena aku menghabisi semua makhluk terkutuk yang ada disini dan juga di lokasi bencana longsor itu, aku sengaja melakukannya karena jumlah mereka terlalu banyak serta aku tidak ingin kau kurang istirahat lagi, besok pagi aku akan menunjukan lokasi dari jenazah jenazah itu dan jangan khawatir karena tidak akan ada longsor lagi kok." Ucap Daim.
__ADS_1
"Terima kasih jika demikian, tapi ada satu hal yang sedikit mengganggu ku yaitu aku mendapat berita jika desa yang terkena longsor itu semuanya pelaku kontrak dengan makhluk gaib bahkan ada yang sampai menjadi dukun aborsi, jika ini benar maka pasti ada makam dari bayi bayi tidak bersalah itu bukan." Ucap Azman.
"Kau benar dan aku sudah mengetahui lokasinya, besok aku juga akan memperlihatkannya, kebetulan lokasinya tidak terkena longsor dam disana juga ada lokasi dari jenazah - jenazah lain yang menjadi tumbal atau sebagai korban mereka." Ucap Daim.
"Satu desa pelaku ilmu hitam dan Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah memberikan Azab untuk mereka semoga saja kedepannya tidak ada lagi yang seperti ini dan semoga saja ini menjadi contoh untuk semua orang jika bersekutu dengan setan maka akan mendapatkan azab." Ucap Azman.
"Kau benar sekali, dan sekarang tidurlah, aku akan pergi lagi untuk memeriksa daerah ini lagi, takutnya masih ada makhluk terkutuk yang bersembunyi dan lolos dari pengawasan ku." Ucap Daim sambil berdiri dan tiba - tiba menghilang dari pandangan Azman.
"Enak sekali ya jika bisa menghilang dan pergi dengan kecepatan cahaya, ah sudahlah sekarang waktunya aku untuk tidur saja." Ucap Azman sambil berdiri dan melangkah menuju kasur lipat lapangan yang ada di dalam tenda itu.
Malam semakin larut dan Azman pun tertidur lelap di dalam tendanya demikian juga yang lainnya mereka malam itu tidur dengan pulas tanpa mendapatkan gangguan apapun.
"Segarnya udara pagi ini." Ucap Azman sesaat dia keluar dari dalam mobil toilet umum selesai membersihkan badannya dan menggunakan pakaian yang baru.
Azman melangkah kembali menuju tendanya dan karena motornya itu ada di samping tendanya maka dia pun langsung menyimpan kembali peralatan mandinya beserta pakaian kotornya, dia juga hanya meletakkan handuk basahnya di atas motor agar bisa kering siang nanti.
"Pagi Pak Azman wah Bapak sudah sangat segar pagi ini, oh iya Pak, apa bapak mau minum kopi biar saya bawakan ke tenda Bapak, kebetulan di dapur umum juga ada pisang goreng Pak." Ucap salah seorang anggota Tim SAR yang kebetulan lewat.
"Boleh Pak, maaf jika jadi merepotkan Bapak." Ucap Azman.
"Tidak repot kok Pak, sebentar ya Pak Azman." Ucap anggota Tim SAR tersebut yang kembali melanjutkan perjalanannya menuju ke mobil dapur umum yang berjarak lima puluh meter dari lokasi tenda Azman.
__ADS_1
Azman pun melipat pintu tendanya dan juga melipat beberapa dinding tendanya agar udara pagi itu lebih terasa dia pun kemudian duduk di kursi yang ada disana.
Azman mengeluarkan ponselnya dan menyalakan sebatang rokoknya lalu memeriksa semua pesan masuk dan dia juga menghidupkan kembali nomor khusus nya.
Tidak ada hal penting yang dia dapatkan selain laporan laporan keuangan dari semua bisnisnya sedangkan di nomor khususnya hanya ada ada pesan yang memberitahukan bahwa ayah dan ibunya sudah mengirimkan uang dua kali lipat dari yang dia inginkan.
"Perasaan aku sudah sangat boros dan sudah sering kali menghabiskan uang puluhan juta perhari namun alhamdulillah jika uangku ini selalu bertambah dan bertambah saja, ini tandanya aku harus lebih boros lagi kedepannya semoga perjalanan ku kali ini bisa membawa banyak manfaat untuk orang lain." Ucap Azman sambil menyimpan kembali ponselnya ke saku celananya dan menikmati rokoknya itu.
"Pak Azman anda sudah bangun toh, wah saya keduluan, permisi ya saya hendak membersihkan badan lebih dulu." Ucap Pak Jaja yang baru keluar dari dalam tendanya.
"Iya pak, silahkan." Ucap Azman.
Pak Jaja pun langsung berjalan meninggalkan Azman dan menuju ke mobil toilet umum untuk membersihkan badannya.
"Pak Azman maaf menunggu lama, ini pak saya bawakan kopi dan juga pisang gorengnya, lumayan buat penghangat badan." Ucap anggota Tim SAR yang tadi.
"Alhamdulillah tapi kenapa dua cangkir kopi hitam dan ini juga kenapa pisang gorengnya begitu banyak?." Tanya Azman.
"Iya Pak, kan untuk Komandan Jaja juga, karena beliau kan sudah terbiasa bangun jam segini jadi sekalian saya bawakan saja." Jawab anggota Tim SAR tersebut.
"Baiklah jika demikian, biar Pak Jaja selesai mandi disini saja bersama ku, terima kasih ya Pak." Ucap Azman sambil mendekatkan cangkir kopi itu.
__ADS_1