
"Pak Azman maaf, bagaimana jika Bapak melakukan konferensi pers saja, siapa tahu jika Bapak yang meminta bantuan dari penonton maka akan banyak yang datang, karena setiap berita tentang Bapak, rating kami naik Pak." Ucap salah seorang reporter.
"Benar Pak Azman, bahkan penonton media sosial juga sampai jutaan Pak." Ucap reporter lainnya.
"Baik jika demikian setelah ini kita lakukan konferensi pers saja silahkan di persiapkan saja dulu." Ucap Azman.
"Baik pak Azman, kami permisi untuk mempersiapkan konferensi pers Bapak." Ucap Salah seorang Reporter sambil berdiri dan Pihak media lainnya pun kemudian berdiri dan lalu keluar dari dalam masjid untuk menyiapkan konferensi pers dengan Azman sebagai bintang tamunya.
"Pak Azman maaf kami permisi juga, karena ingin mensurvei lokasi untuk membuat kemah dan sebagai basecamp sementara." Ucap Pak Umar.
"Pak Umar maaf sebelumnya, apakah mobil dapur umum juga datang?." Ucap Azman.
"Ada pak, nanti kami akan langsung mendahulukan dapur umumnya Pak." Ucap Pak Umar.
"Oke, terima kasih, nanti saya menyusul kesana Pak." Ucap Azman.
"Pak Azman, kira kira ada berapa orang yang masih tersisa di desa terkutuk itu?." Tanya Pak Jaja.
"Hanya seratus orang sepertinya Pak, apakah sudah berkoordinasi dengan rumah sakit dan juga yang lainnya." Ucap Azman.
"Itu dia Pak, karena kami harus mengantisipasi jumlah ambulan nya, dan juga rumah sakit terdekat, sedangkan pihak pemerintah daerah tadi saya hubungi mereka sedang dalam perjalanan menuju sini Pak." Ucap Pak Jaja.
__ADS_1
"Itu bagus, karena nantinya mereka akan hidup normal layaknya penduduk desa pada umumnya jadi mereka akan memerlukan administrasi dari pemerintah daerah." Ucap Azman.
"Pak Azman, maaf namun saya mewakili warga desa hanya bisa membantu dzikir bersamanya saja, tidak dapat membantu hal lainnya." Ucap salah seorang sesepuh desa.
"Bapak bapak semua tidak perlu khawatir, karena memang itu yang saya perlukan yaitu dukungan dari penduduk desa, dan saya harap kedepannya penduduk desa bisa hidup bersama dengan penduduk desa terkutuk itu." Ucap Azman.
"Iya Pak Azman, kami memang ingin bisa hidup benar benar berdampingan dengan mereka tidak seperti sekarang yang terbatasi." Ucap pria sepuh lainnya.
"Dan Pak Azman, kami juga ingin menyampaikan terima kasih atas bantuan pembangunan masjid ini, besok atau lusa jika masalah desa terkutuk sudah selesai kami akan memulai merenovasi masjid ini." Ucap Pria sepuh lainnya.
"Sama sama Pak, kapan bapak bapak mau memulainya maka di atur dengan baik saja, saya tidak akan menekan bapak bapak untuk waktunya." Ucap Azman.
"Baik jika begitu kami permisi dulu Pak untuk kembali ke desa dan menyampaikan rencana kita untuk berdzikir nanti malam." Ucap Pak Sobari.
"Tidak masalah pak, justru kami yang berterima kasih kepada Pak Azman, baik semuanya kami permisi dulu." Ucap salah seorang pria sepuh sambil berdiri dan diikuti oleh yang lainnya lalu meninggalkan masjid itu.
"Pak Jaja, apa sudah ada anggaran untuk dapur umumnya?." Tanya Azman dan saat ini tinggal berdua dengan Pak Jaja.
"Tidak Pak, namun masih ada persediaan sisa aksi penyelamatan kemarin yang dapat kami gunakan, tadinya saya mau menghubungi para relawan yang biasa ikut namun karena makanan sangat terbatas maka saya tidak jadi Pak." Ucap Pak Jaja.
"Hubungi saja mereka, nanti selesai konferensi pers saya berikan uang tunai saja untuk dapur umum, karena jika banyak yang datang akan lebih baik, dan maaf sepertinya untuk kali ini kita akan begadang Pak, jadi kopi dan rokok dan makan malam lebih di siapkan, kira kira berapa yang di perlukan." Ucap Azman.
__ADS_1
"Perkiraan saya sepuluh juta sudah cukup Pak, karena kan hanya satu hari ini saja, besok siang kan kemungkinan sudah selesai." Ucap Pak Jaja.
"Jika hanya segitu pakai ini saja dulu, dan maaf saya sedikit meminta tolong untuk di belikan rokok Pak, lebih enak bapak yang meminta rekan rekan Tim SAR sekaligus membelikan rokok mereka, kebetulan stok rokok saya sudah menipis." Ucap Azman sambil merogoh kantong celananya dan memberikan dua puluh juta rupiah ke Pak Jaja.
"Ini banyak sekali Pak." Ucap Pak Jaja sambil memegang uang dari Azman.
"Iya rokok saya satu atau dua slop saja dengan koreknya, sisanya untuk rokok saudara kita yang lain, jangan sampai mereka menggunakan uang pribadi selama bersama saya Pak, setidaknya ini sebagai ucapan terima kasih saya untuk Tim SAR yang bekerja siang dan malam tanpa mengenal rasa lelah." Ucap Azman sambil tersenyum hangat ke Pak Jaja.
"Baiklah jika demikian, selesai konferensi pers saya akan meminta anak anak untuk berbelanja semua yang sekiranya kita perlukan untuk malam ini." Ucap Pak Jaja sambil menyimpan uang dua puluh juta rupiah itu ke dalam saku celananya.
"Pak Jaja, kasus sekarang ini berbeda dengan yang lain, karena ini merupakan evakuasi penduduk desa yang sudah terisolir selama puluhan tahun, saya tidak mengetahui kondisi mereka saat ini, namun yang jelas kita harus benar benar siap untuk semua kemungkinan." Ucap Azman.
"Iya Pak, saya maksud Bapak, dulu desa terkutuk sudah pernah coba dimasuki namun baru satu meter masuk area desa terkutuk beberapa orang langsung dirasuki oleh makhluk gaib jadi aksi penyelamatan desa terkutuk pun di batalkan Pak, ya bersyukur sekarang ada Bapak yang bisa masuk ke sana." Ucap Pak Jaja.
"Pak Azman dan Pak Jaja maaf semuanya sudah siap untuk konferensi pers nya, dan Pak Azman ini daftar pertanyaan kami, hanya ada lima point saja Pak, ini juga hasil perdebatan kami semua." Ucap Seorang wanita muda yang merupakan reporter media televisi.
"Oke, mari kita selesaikan." Ucap Azman sambil berdiri demikian juga dengan Pak Jaja.
Mereka kemudian keluar dari dalam masjid dan tenyata di samping motor Azman sudah ada sebuah meja dengan dua kursi yang langsung di duduki oleh Azman dan juga Pak Jaja.
Di atas meja itu terlihat banyak sekali microphone dan di depan mereka terlihat banyak sekali kamera bahkan banyak sekali ponsel yang sudah menggunakan tripod untuk menyiarkan secara langsung konferensi pers Azman.
__ADS_1
Azman kemudian melihat kertas yang merupakan daftar dari lima pertanyaan pihak media.
"Selamat sore untuk Saudara ku semua dimanapun anda berada saat ini, saya ingin memberitahukan jika ada sebuah legenda yang beredar di masyarakat daerah sini dan legenda itu mengenai sebuah kampung yang terisolasi akibat hal supranatural sehingga para penduduk tidak bisa keluar dari dalam kampung mereka selama puluhan tahun, kampung ini sendiri di panggil oleh penduduk sekitar dengan sebutan Desa Terkutuk." Ucap Azman memulai konferensi pers dan menjadikan pertanyaan pertama tentang desa terkutuk.