
“Abah, kami memang tidak jadi berkemah disini, kami akan berusaha untuk menyelesaikan semuanya sebelum adzan maghrib, namun jika seandainya kami harus tetap sampai malam maka kami akan berkemah di tempat yang telah abah siapkan.” Ucap Pak Jaja.
“Baik jika demikian kami permisi dan jika ada apa - apa maka kami siap membantu, silahkan cari abah di desa ya.” Ucap Abah Ujang sambil berdiri demikian juga dengan pria sepuh yang datang bersamanya.
“Abah terima kasih.” Ucap Azman sambil berdiri dan berjabat tangan dengan Abah ujang dan temannya itu.
Semuanya pun ikut berpamitan dengan Abah Ujang dan temannya lalu keduanya pun meninggalkan tenda komando.
“Pak Azman apa ada masukan?.” Ucap Pak Jaja setelah mereka kembali duduk.
“Jika memang saya boleh saran maka sebaiknya semua tenda ini di bongkar Pak, karena kan penduduk sini tidak berkenan dan sebaiknya segera dipersiapkan semua orang untuk ikut dengan saya, untuk mobil - mobil yang bisa dipindah maka sebaiknya dipindahkan saja, cukup mobil jenazah dan mobil ambulan yang ada disini dan juga beberapa truck saja, ini selain untuk memberikan ruang yang lebih luas juga untuk membuat semua warga desa disini senang.” Ucap Azman memberikan pendapatnya.
“Baik kalian semua sudah mendengar masukan dari Pak Azman, apakah ada yang tidak setuju dengan pendapat Pak Azman.” Ucap Pak Jaja dan nampak jika tidak ada seorang pun yang terlihat keberatan dengan pendapat Azman.
“Baiklah jika memang kalian semua setuju segera laksanakan dan biarkan tenda ini jadi tenda yang terakhir dibongkar ya.” Ucap Pak Jaja kembali.
“Siap Komandan.” Ucap semua anggota Tim Sar yang ada di tenda komando dan mereka langsung berdiri lalu meninggalkan tenda komando hingga kini hanya tinggal Azman dan Pak Jaja saja yang ada di tenda komando.
“Pak Azman saya tinggal sebentar ya, sepertinya minum kopi sambil menunggu mereka akan lebih baik.” Ucap Pak Jaja sambil berdiri.
__ADS_1
“Terima kasih Pak, jika ada sama cemilannya ya Pak, berasa ingin ngemil saya.” Ucap Azman sambil cengengesan.
“Beres itu Pak, anda jangan khawatir, tadi katanya anak - anak dapur umum sedang menggoreng tahu sumedang, biar saya mintakan sekalian.” Ucap Pak Jaja.
“Alhamdulillah, terima kasih Pak.” Jawab Azman yang tersenyum lebar.
Pak jaja pun kemudian meninggalkan Azman dan kini Azman hanya tinggal bersama dengan Daim saja, di luar satu persatu tenda pun sudah terlihat mulai di bongkar.
“Azman, mereka ada di hutan tidak jauh dari sini, ini aneh, lalu siapa manusia yang tadi datang ke jurang itu ya, tadi ada manusia yang menemukan para pendaki yang jatuh ke jurang, aku kira dia anggota tim sar loh.” Ucap Daim.
“Ada manusia yang datang ke lokasi korban yang meninggal?” Ucap Azman dalam hatinya berkomunikasi dengan Daim.
“Benar aku tidak melihat apa yang dia lakukan namun aku melihat dia mendatangi lokasi itu, sudahlah nanti kita cek saja apa yang dilakukannya, oh ya satu hal lagi nanti jangan sampai ada yang berpencar, jangan sampai nanti kita malah kehilangan salah satu dari mereka, sampaikan kepada mereka juga sebelum berangkat, jangan bertindak aneh aneh jika mendengar suara perempuan meminta tolong atau melihat wanita yang sedang terluka, disini lokasinya sama dengan lokasi kau bertemu dengan kuntilanak yang ada di warung waktu itu.” Ucap Daim.
“Bukan kuntilanak namun sundel bolong, makanya mereka lebih cantik saat menjelma menjadi manusia, kenapa apa kau ingin membawa mereka satu untuk mu.” Ucap Daim.
“Kau ini kalau bercanda suka ngawur ya, aku mana mau dengan makhluk seperti itu, sudahlah jangan berbicara yang aneh - aneh lagi ya, aku tidak suka seperti itu, kau sebaiknya segera mengecek apakah ada kendala di perjalanan kita atau tidak.” Ucap Azman.
“Sejak kita sampai sini aku sudah mengeceknya dan aman, namun sundel bolong itu banyak berkeliaran, mereka tahu aku tidak akan menghabisi mereka siang ini karena disini sangat ramai, itulah sebabnya aku minta kau untuk menyampaikannya kepada semua orang yang ikut bersama kita nantinya ya.” Ucap Daim lagi.
__ADS_1
“Iya aku akan menyampaikannya sebelum berangkat aku akan minta waktu ke Pak Jaja untuk berbicara dengan mereka semua.” Ucap Azman sambil melihat jika Pak Jaja sudah jalan ke arahnya kembali bersama dua orang anggota Tim Sar wanita yang terlihat membawa kopi serta tahu goreng.
Pak Jaja langsung duduk kembali di kursi yang tadi dia duduki dan kedua wanita itu pun menyajikan apa yang mereka bawa lalu kembali meninggalkan tenda komando karena Pak Jaja .meminta untuk mereka kembali ke dapur umum dan tidak mengganggu Azman.
“Pak Azman mari kita nikmati dulu sambil menunggu mereka sepertinya akan sedikit lama karena saya barusan minta mereka agar benar benar merapikan semua tenda dan tidak hanya membongkarnya.” Ucap Pak Jaja.
“Terima kasih Pak, oh iya nanti saya minta waktu untuk berbicara dengan semua yang ikut ya Pak, ada hal yang saya ingin sampaikan kepada mereka semua terkait dengan hutan ini.” Ucap Azman.
“Tentu saja Pak Azman, dan memang sebaiknya anda memberikan sedikit gambaran untuk semuanya, kan anda lebih mengetahui situasi di sini, ngomong - ngomong semalam anda tidur dimana Pak, saya menginap di hotel dan tidak melihat Bapak.” Ucap Pak Jaja.
“Semalam saya memilih untuk berkemah di pinggir pantai Pak.”Ucap Azman.
“Anda berkemah di pinggir Pantai, wah seru itu Pak, saya tadinya mau berkemah juga namun karena sudah malam dan anak - anak sudah kecapean jadi memilih hotel besar yang tidak jauh dari pertigaan itu Pak.” Ucap Pak Jaja.
“Daim jadi ini juga alasanmu memilih aku untuk berkemah.” Ucap Azman dalam hatinya berkomunikasi dengan Daim.
“Iya karena jika kau disana maka kau akan mengobrol dan tidak menemukan bubuk kopi yang enak bukan.” Ucap Daim.
“Pak Jaja, kemarin saya menemukan kopi yang enak dan benar - benar mantap rasanya, sebentar saya ambilkan dulu ya.” Ucap Azman yang langsung berdiri lalu berjalan menuju motornya.
__ADS_1
Azman pun kemudian mengambil satu kilogram bubuk kopi itu di box pannier motornya lalu kembali menemui Pak Jaja.
“Anda harus mencoba bubuk kopi racikan lokal ini Pak, rasanya benar - benar spesial, saya membelinya dari marbot masjid besar yang tidak jauh dari hotel itu.” Ucap Azman sambil memberikan bubuk kopi tersebut ke Pak Jaja.