Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Gua Kematian 26


__ADS_3

“Pak Azman, saya benar - benar pusing dengan semua hal yang tidak masuk di akal ini, apakah ini berarti saya kehilangan anak buah saya lagi.” Ucap Pak Danu sambil melihat sekelilingnya dan tangan kanannya kini memegang senjata apinya.


“Saya sendiri tidak mengetahui dengan pasti, namun saya yakin ada yang aneh dengan Gua kematian ini, dan saya yakin ada orang lain disini yang dari tadi mempermainkan kita.” Ucap Azman sambil menyalakan sebatang rokoknya.


“Namun dari tadi kita tidak bertemu orang lain?.” Ucap Pak Danu.


“Saya juga tahu hal itu pak, namun ujung tali itu buktinya.” Ucap Azman.


“Lalu apa yang harus kita lakukan Pak?.” Tanya Pak Danu.


“Lorong itu jawabannya Pak.” Ucap Azman sambil menunjuk ke lorong udara yang ada di atas mereka dan Pak Danu pun ikut melihat ke atas.


“Pak Azman, apakah kita harus ke atas sana?.” Tanya Pak Danu sambil terus melihat ke atas.


“Lebih aman untuk kita berdua Pak, namun saya mohon untuk anda tetap menjaga jarak dengan saya, sehingga jika ada bahaya di belakang anda bisa mengantisipasinya.” Ucap Azman sambil melangkah menuju ke arah dinding gua yang sebelumnya digunakan oleh anggota kepolisian untuk naik ke atas dan Pak Danu pun mengikutinya.


Azman dan Pak Danu pun kemudian secara perlahan memanjat dinding gua itu, dengan kemampuan mereka tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai di lorong yang mereka kira adalah lorong udara.

__ADS_1


Lorong itu tidak terlalu besar namun tinggi lorong itu ternyata cukup untuk mereka berdiri disana, hanya saja karena lebar hanya satu meter mereka tidak bisa berjalan berdampingan.


“Pak Danu, anda ikuti saya saja ya, kita akan terus berada di lorong ini saja, namun saya minta anda untuk berhati - hati karena seperti yang anda lihat jika banyak lubang ke bawah, terus pastikan jika tali karmantel kita tetap tersambung ya Pak.” Ucap Azman.


“Baik Pak, saya rasa panjang dua meter sudah cukup bukan, jadi tidak terlalu jauh antara kita, jujur area seperti ini membuat kewaspadaan saya semakin tinggi.” Ucap Pak Danu sambil menggulung sisa tali karmantel yang terikat di Azman.


Azman hanya mengangguk dan tidak lama kemudian dia pun berjalan ke arah lorong gelap, namun kini karena mereka ada di atas mereka hanya sesekali memeriksa bagian bawah melalui lubang lubang yang ada.


“Pak Danu, ini batasannya, disini cahaya lampu penerangan berhenti, dan lihatlah di bawah itu sebenarnya ada dua lorong namun karena kegelapan dari lorong dan unsur batuan yang ada kita hanya melihat satu lorong saja, lihatlah bagaimana dinding tipis itu membelah jalanan di bawah.” Ucap Azman sambil berjongkok di atas sebuah lubang yang memang disana lampu penerangan sudah tidak ada lagi dan mereka hanya mengandalkan senter kepala yang mereka gunakan.


“Pak Azman, anda benar, namun lorong mana yang kita lewati, dan disini kini lorong udara ini semakin membesar.” Ucap Pak Danu sambil ikut melihat ke bawah melalui lubang yang ada.


Azman dan Pak Danu pun melanjutkan perjalanan mereka dan setiap mereka melihat ke lubang - lubang yang ada di bawah mereka kini mereka semakin takjub karena benar apa yang di katakan oleh azman, jika di bawah mereka merupakan sebuah labirin bahkan jarak ke bawah juga kini semakin jauh, hingga akhirnya mereka sampai di sebuah ruangan besar dan ada lubang besar di tengah ruangan itu.


“Pak Danu lihatlah, disini adalah pusat dari labirin yang ada di bawah, disini kita bisa melihat dengan jelas semuanya, namun saya tidak bisa melihat dimana anak buah anda, bisakah anda memanggil mereka melalui radio komunikasi dan suruh mereka untuk menyorotkan salah satu senter besar mereka ke atas.” Ucap Azman sambil berjongkok di lubang besar yang berdiameter dua meter itu dan Pak Danu ada di sebelahnya dengan posisi yang sama.


“Kalian jika monitor, nyalakan satu senter besar ke atas dan kalian agar membuat kelompok melingkari senter tersebut.” Ucap Pak Danu melalui radio komunikasi dengan terus mengawasi bagian bawah mereka.

__ADS_1


“Monitor komandan, suara anda sangat jelas kami terima.” Ucap Salah satu anggota kepolisian melalui radio komunikasi dan tidak lama kemudian seberkas cahaya mulai terlihat oleh Azman dan Pak Danu.


“Alhamdulilah, akhirnya kami mendengar suara komandan, siap kami nyalakan senter kami.” Ucap salah seorang petugas kepolisian lainnya dan Pak Danu mengenali asal suara itu merupakan suara anak buahnya yang sebelumnya ada di regu yang hilang.


Seberkas cahaya lainnya kini terlihat dan baik Azman maupun Pak Danu bisa melihat asal cahaya tersebut meskipun berasal dari lima puluh meter di bawah mereka.


“Kalian dengarkan baik - baik, lokasi kalian berdua terpisah dinding labirin, dan jarak kalian hanya kurang lebih sepuluh meter saja, jadi regu pertama kalian yang akan mendatangi regu kedua.” Ucap Pak Danu melalui radio komunikasi.


“Siap Komandan.” terdengar jawaban dari salah seorang petugas kepolisian regu pertama melalui radio komunikasi.


“Izin komandan, dua orang dalam regu kami terluka, satu karena terjatuh dan satu karena beberapa saat lalu melumpuhkan seorang penyerang, yang berusaha menyerang kami dari kegelapan dengan sebuah parang.” Ucap salah seorang petugas kepolisian di regu ke dua.


“Oke, tidak masalah, kalian semua akan selamat, namun dengarkan arahanku, regu pertama kalian persiapkan peralatan kalian dan lubangi dinding yang ada di arah jam 8 kalian.” Ucap Pak Danu yang mulai mengarahkan anak buahnya dan kini Azman mulai menyiapkan sebuah tali karmantel untuk menarik semua anggota kepolisian itu ke atas atau ke tempat mereka berada.


“Siap, di laksanakan Komandan.” Ucap salah seorang petugas kepolisian di regu pertama.


“Pak Danu, apakah anda mempunyai senter laser yang bisa jarak jauh?.” Tanya Azman sambil berjalan ke arah sebuah batu besar dan mulai mengikatkan tali karmantel panjang ke batu besar itu.

__ADS_1


“Ada Pak, apakah anda memerlukannya.” Jawab Pak Danu sambil mengeluarkan senter laser jarak jauh dari saku celananya.


“Saat ini belum, namun setelah mereka bersatu anda arahkan cahaya senter tersebut ke anak buah anda saja. Jadi mereka tahu dimana mereka berada, kita akan menarik mereka kesini saja, lebih aman untuk mereka keluar melalui jalur atas ini dan saya yakin jika lorong itu adalah lorong untuk keluar.” Ucap Azman sambil menunjuk ke arah atas dan ada sebuah lubang selebar satu meter disana.


__ADS_2