Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Misteri Sumber Mata Air 9


__ADS_3

Azman menyadari jika gempa bumi yang belum lama terjadi itu berskala cukup tinggi dan dia hanya bisa berharap tidak ada korban jiwa dari orang - orang yang dikenalnya.


Azman juga menyadari jika di kawasan hutan itu kini sudah tidak seperti saat dia datang pertama kali karena kini di hutan itu ada banyak sekali arwah leluhur yang mengawasinya dari semua penjuru.


“Hutan ini mirip dengan kawasan hutan di cianjur waktu itu,  aku semakin penasaran dengan sumber mata air itu, ada apa sebenarnya disini, sebaiknya aku tidak menunda lagi dan kembali ke tujuan ku.” Ucap Azman berbicara sendiri dalam hatinya sambil kembali berdiri dan melangkah.


Perjalanan kembali Azman lanjutkan namun itu bukan perkara mudah untuknya, jalanan tanah itu sangat licin dan juga kini ada banyak sekali rintangan yang di hadapi, mulai dari pohon yang tumbang sampai gangguan dari arwah - arwah tersebut yang seakan - akan memberikannya ujian


Memerlukan waktu yang cukup lama untuk Azman sampai di lokasi air terjun tersebut, kini disana dia melihat ada banyak sekali arwah dengan wuud menyeramkan yang mengelilinginya dan Azman juga melihat ada dua Arwah yang berwujud kakek dan nenek dengan pakaian khas masyarakat sunda yang dia yakini sebagai pemimpin dari para Arwah tersebut.


“Assalamualaikum, perkenalkan saya Azman dan saya datang dengan maksud kebaikan.” Ucap Azman menyapa Arwah - arwah tersebut.


“Walaikumsalam, Azman kau sampai juga dan apa yang membawa mu kembali kesini?.” Tanya Arwah yang menyerupai sosok seorang kakek - kakek itu.


“Saya datang untuk kepentingan banyak orang, yaitu untuk mengetahui sumber mata air itu, mungkin kakek bisa membantu saya.” Jawab Azman yang kini di tangan kirinya sudah memegang tasbih kayunya dan dia tidak sama sekali keberatan untuk menghancurkan semua arwah yang ada disana.

__ADS_1


“Azman, kau orang luar sangat peduli dengan penduduk disini yang hanya mengambil hasil dari hutan kami ini, apakah kau tahu jika mereka sama sekali tidak pernah merawat hutan ini, untuk apa kami berikan lagi sumber daya alam dari hutan ini.” Ucap sosok kakek tersebut.


“Saya akan jadi jembatan antara kalian dengan manusia yang ada di desa itu, dan bisa saya yakinkan mereka untuk tidak merusak area kalian ini namun bisakah saya ketahui satu hal.” Ucap Azman.


“Apa yang ingin kau ketahui?” Ucap sosok kakek tersebut yang melayang mendekati Azman dan kini hanya berjarak satu meter melayang di depan Azman, Azman kini bisa melihat wajahnya yang sangat rusak dengan kulit yang berlubang serta sobek dan juga dia bisa mencium bau darah yang sangat menyengat dari sosok arwah tersebut. Bahkan Azman melihat jika matanya itu putih semuanya namun Azman tidak gentar sama sekali, meskipun dia melihat jika rongga mulut sosok kakek itu seperti jurang tanpa dasar.


“Apakah bisa sumber air ini kembali mengeluarkan air dan kalian semua apakah bisa tidak mengganggu masyarakat yang datang kesini.” Ucap Azman.


“Sumber mata air ini bisa kami berikan lagi untuk penduduk desa namun ada tiga syarat yang kami minta, pertama jangan ada lagi sesajen yang di berikan untuk kami dan kedua kami minta tidak ada lagi yang menebang pohon sembarangan dan hanya mengambil pohon  yang sudah tumbang karena alam, ketiga ini yang aku tidak yakin kau bisa.” Ucap sosok kakek tersebut yang terhenti dan bersamaan dengan itu sosok arwah yang menyerupai nenek itu terbang melayang ke depan Azman jadi kembali bersebelahan dengan sosok kakek tersebut.


“Syarat yang ketiga kami minta kalian rapikan makam kami yang ada di belakang bukit itu, mereka yang ada di desa adalah para penerus kami namun mereka sama sekali tidak mengetahui jika makam kami semua ada di belakang bukit ini.” Ucap sosok arwah yang berwujud nenek tersebut namun sama tidak sepenuhnya nenek - nenek karena kulitnya sudah sangat rusak sambil menunjuk ke sebuah bukit lain yang tidak terlalu tinggi dan dari tubuh nenek itu juga Azman mencium bau darah yang sangat menyengat.


Azman tidak bisa melihat bukit yang di maksud oleh sosok nenek tersebut namun dia bisa menebak lokasinya karena waktu dia datang siang hari dia sempat melihat ada bukit yang lebih kecil di sebelah kanan dari bukit yang memiliki sumber mata air tersebut.


“Saya akan berusaha untuk ketiga syarat yang di tentukan itu, namun ini bukan tawar menawar oleh karena itu yang saya ingin mengetahui, bisakah sumber mata air itu berfungsi lagi, sedangkan untuk ketiga keinginan kalian semua aku akan berusaha semampuku.” Ucap Azman sambil terus waspada karena dia tidak ingin ada faktor kejutan.

__ADS_1


“Azman, sumber mata air itu akan bisa kalian gunakan lagi dan kami berharap kau bisa membantu kami karena tidak ada satupun manusia di desa itu yang bisa berkomunikasi dengan kami.” Ucap arwah yang bersosok kakek tua.


“Insyaallah, baiklah jika demikian sudah tidak ada yang perlu kita bahas disini, aku harus kembali ke desa untuk membantu para penduduk desa karena gempa tadi itu pasti membawa kerusakan yang cukup besar untuk para penduduk desa.” Ucap Azman sambil memasukkan tasbih kayunya ke saku celananya dan mengambil rokoknya lalu menyalakan sebatang rokoknya itu, karena dia sudah mulai tidak nyaman dengan bau darah dari kedua sosok arwah tersebut.


“Sebelum kami pergi ketahuilah jika bencana alam ini bukan karena kami dan kedua jika kau bisa maka kami ingin meminta tolong kepada mu satu hal lagi yaitu tolong pindahkan makam ku agar bisa satu area dengan makam istriku dan makam yang lainnya di bukit sebelah.” Ucap sosok arwah berwujud kakek tua tersebut.


“Dimanakah makamnya?” Tanya Azman.


“Tepat di puncak bukit ini ada satu pohon beringin tua dan aku dimakamkan di sana, tolong pindahkan makam ku.” Ucap sosok arwah berwujud kakek tua.


“Aku akan meminta penduduk desa memindahkannya namun aku akan lebih mengutamakan pembangunan desa itu terlebih dahulu, jika desa itu sudah beres maka aku akan meminta penduduk desa untuk kesini dan mulai membereskan makam kalian serta memindahkan makam itu, apakah masih ada lagi permintaan kalian yang belum kalian ucapkan.” Ucap Azman.


“Tidak Azman, hanya itu yang kami minta tolong dari mu, kami benar - benar berterima kasih kepadamu.” Ucap sosok arwah berwujud kakek tua yang langsung melayang ke atas bersama dengan semua arwah yang ada disana dan juga sosok Arwah berwujud nenek tua itu.


Semua arwah itu kini melayang ke atas dan mereka mengarah ke arah bukit sebelah, disana kini hanya tinggal Azman seorang yang berdiri sambil melihat kepergian dari para Arwah tersebut.

__ADS_1


__ADS_2