Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Menuju Kabupaten Bandung 7


__ADS_3

"Azman, nanti aku akan membantu mu menunjukkan lokasi jenazah jenazah itu jadi bisa lebih cepat." Ucap Daim yang hanya terdengar oleh Azman saja.


"Iya terima kasih." Ucap Azman dalam hatinya berkomunikasi dengan Daim.


"Pak Jaja, sepertinya selesai dari lokasi tanah longsor ini kita akan berpisah, karena saya ingin melanjutkan perjalanan saya keliling indonesia ini, akan tetapi jika memang dalam perjalanan kita bertemu lagi ya saya pasti akan membantu Bapak." Ucap Azman yang memang ingin menghindari pihak media.


"Iya Pak, kapanpun Pak Azman memerlukan bantuan saya maka jangan sungkan Pak, selama masih di Indonesia maka saya akan datang Pak." Ucap Pak Jaja yang nampak sangat serius.


"Terima kasih Pak Jaja, dan jika ada yang bisa lakukan untuk Bapak maka kabari saja Pak." Ucap Azman.


"Pak Azman berencana kemana setelah ini Pak?." Tanya Pak Jaja.


"Saya ingin melihat semua obyek wisata yang ada di Indonesia ini Pak, saya akan tetap dengan jalur pantai selatan ini dulu baru nanti saat kembali ke Jakarta saya mungkin akan melewati jalan pantai utara atau jalur tengah, tidak ada target khusus Pak, saya hanya mengendarai motor saya saja dan jika malam baru istirahat, sesungguhnya Indonesia ini sungguh luas dan memiliki banyak sekali tempat tempat yang bagus." Ucap Azman.


"Itu benar Pak, apalagi pantai timur Indonesia ini semuanya sangat Indah dan membuat kerasan untuk di singgahi, di jalur pantai selatan jawa ini juga banyak obyek wisata yang masih asri pak, kadang saya dan rekan rekan Tim SAR suka berkemah di pinggir pantai sebelum kembali pulang ke Jakarta." Ucap Pak Jaja.


"Ditambah lagi keramahan penduduknya Pak yang saya sukai, ya meskipun ada satu dua orang yang mengesalkan tapi itu wajar jika menurut saya, saya ini kadang malu Pak, sudah keliling dunia namun belum keliling Indonesia yang menjadi tanah kelahiran saya." Ucap Azman.


"Saya malah berkeinginan bisa seperti Bapak keliling dunia Pak, karena jika Indonesia ini sudah hampir semua tempat saya kunjungi." Ucap Pak Jaja.

__ADS_1


"Keliling Dunia ini naik motor seperti saya memang seru Pak, namun berbeda dengan Indonesia banyak sekali di luar negeri yang daerahnya masih kosong dan tidak berpenghuni sehingga jika ada kendala maka akan merepotkan kita Pak, saran saya jangan ikuti jejak saya ya Pak, jangan sendirian jika berkeliling dunia nantinya." Ucap Azman.


"Terima kasih Pak informasinya saya kira seperti di Indonesia Pak, kemana kita pergi akan bertemu dengan orang lainnya." Ucap Pak Jaja.


"Tidak Pak, saya juga dulu berpikir seperti itu namun begitu saya berkeliling dunia beberapa kali saya malah terdampar berhari hari saat motor saya ada masalah, saya juga pernah mendorong motor sampai puluhan kilometer Pak dan ini benar benar pelajaran hidup yang sangat berarti bagi saya." Ucap Azman.


"Puluhan kilometer mendorong motor, wah saya tidak bisa membayangkan itu Pak." Ucap Pak Jaja sambil tersenyum saat pelayan datang membawakan kopi untuk mereka berdua.


"Pak Jaja, apa yang kita lihat di media itu berbeda jauh dengan realita, jika di media kan hanya satu sudut pandang saja, alhasil kita mendapatkan informasi yang setengah saja saya juga sebelumnya berpatokan dengan informasi dari media namun faktanya jauh berbeda, banyak sekali yang tidak sesuai harapan kita Pak, tapi jika di luar negeri kelebihannya sinyal GPS jarang hilang Pak, sehingga kemungkinan untuk kita nyasar itu lebih jarang berbeda dengan Indonesia ini, sinyal GPS sering kali hilang." Ucap Azman.


"Iya Pak, selain sering hilang sering juga tidak akurat sama sekali, saya juga sering kali di sasarkan oleh GPS Pak, kadang kali malah kita jadi berputar putar gara gara GPS sehingga saya lebih suka dengan GPS lokal Pak." Ucap Pak Jaja.


"Iya Pak, Gunakan Penduduk Sekitar dan ini lebih akurat namun jangan nanya jarak kepada mereka karena satu kilometernya mereka bisa sampai sepuluh kilometer ha ha ha ha ha ha." Ucap Pak Jaja sambil tertawa ringan.


"Belum lagi dengan kompas lokal Pak, jika kita salah mengartikan maka kita akan semakin nyasar." Ucap Azman.


"Benar tuch Pak, saya sebelum bisa beberapa bahasa daerah mengalami hal itu." Ucap Pak Jaja.


"Ngalor ngidul ngetan, saya pernah di pusingkan dengan ini Pak." Ucap Azman sambil kembali meminum sedikit kopinya dan kemudian menyalakan sebatang rokoknya.

__ADS_1


"Pak Azman kita senasib soal itu, saya berkali kali mengalami hal itu pak, tapi yaitu dia seiring berjalannya waktu alhamdulillah kini saya bisa menguasai beberapa bahasa daerah meskipun hanya mengerti tidak bisa berucap tapi ini jauh lebih baik." Ucap Pak Jaja.


"Pak Jaja, apakah ada rekomendasi tempat yang enak untuk berkemah di wilayah pantai selatan jawa ini." Ucap Azman.


"Semuanya enak Pak jika untuk berkemah namun kami lebih suka pantai pantai yang masih belum ada pengelolanya, lebih asri dan juga tidak di tarif harga tinggi, yang harus bapak hati hati adalah makannya saja Pak, karena kadang mereka menarik harga tinggi jika melihat kita adalah pelancong yang selewatan." Ucap Pak Jaja.


"Itu yang saya sesalkan dengan para pedagang yang seperti itu, mereka tidak memikirkan kepuasan konsumen melainkan hanya memikirkan keuntungan instan saja, padahal jika konsumen puas maka rezekinya akan bertambah banyak." Ucap Azman.


"Benar Pak, tapi anehnya masih saja ada yang demikian, semoga saja Pak Azman tidak bertemu dengan para pedagang yang seperti itu." Ucap Pak Jaja.


"Pak Jaja, sudah berapa tahun Bapak tugas di Tim SAR ini dan apa yang paling berkesan untuk Bapak?." Tanya Azman.


"Saya resminya baru tiga tahun Pak, dan sudah ikut dalam hampir dua ratus penyelamat yang paling berkesan untuk saya adalah solidaritas dari semua anggota Tim SAR nya sendiri Pak, kami sudah seperti keluarga besar yang saling menolong satu sama lain." Jawab Pak Jaja.


"Saya juga merasakan hal yang sama Pak, padahal saya baru mengenal Bapak dan rekan rekan yang lainnya, namun kalian semua sudah layaknya kakak untuk saya Pak." Ucap Azman sambil tersenyum hangat ke Pak Jaja.


"Pak Azman dulu waktu awal awal saya mengira jika bertugas di Tim SAR ini akan berat namun setelah saya jalani saya menjadi ketagihan dan bahkan saya berencana setelah nanti pensiun tetap bergabung dengan Tim SAR ini, biarlah ini jadi amalan saya kelak." Ucap Pak Jaja.


"Pak Jaja, saya tahu kepuasan saat kita berhasil menyelesaikan tugas penyelamatan seperti apa, dan saya yakin jika ini bisa menjadi amal kebaikan Bapak kelak." Ucap Azman sambil kemudian menghabiskan kopinya.

__ADS_1


__ADS_2