
Azman hanya duduk bersandar di bawah pohon bersama Azizah sambil memperhatikan petugas kepolisian yang tengah mempersiapkan operasi penyelamatan dan dia pun nampak sedang memikirkan sesuatu.
“Suamiku? Ada apa?.” Tanya Azizah sambil memegang tangan Azman.
“Istriku, ada banyak hal yang cukup aneh di Gua kematian, seperti labirin itu adalah salah satunya, aku bahkan jadi ragu membiarkan warga memasukinya untuk mengambil sarang burung walet yang ada disana.” Jawab Azman yang kembali menyalakan sebatang rokoknya.
“Aku juga berpikiran demikian, tapi menurutku sebaiknya kau bersabar saja dulu, dan aku rasa penelusuran Gua di siang hari akan banyak membawa kemudahan untuk kalian.” Ucap Azizah berusaha menenangkan Azman.
Azman dan Azizah terus berbincang dan karena tenaga Azman sudah cukup terkuras maka dia pun hanya menonton saja saat petugas kepolisian melakukan evakuasi penyelamatan, satu persatu petugas kepolisian terlihat mulai di tarik keluar dari dalam gua itu dan prosesnya pun cukup dramatis, karena terlihat jika para petugas yang sebelumnya terdampar di labirin nampak sangat lelah dan kecapaian.
Kini di lokasi sumur tua tersebut sudah sangat ramai karena bertambahnya petugas kepolisian disana, dan nampak juga petugas medis yang sibuk memberikan pengobatan untuk para petugas kepolisian.
“Pak Azman, anda beristirahat saja.” Ucap Pak Danu yang kini sudah keluar dari dalam Gua Kematian sekaligus tanda selesainya evakuasi karena memang Pak Danu lah yang terakhir di selamatkan, itu juga karena Pak Danu yang memang memilih untuk keluar terakhir setelah semua anak buahnya berhasil di selamatkan.
“Pak Danu, saya dan istri saya akan beristirahat dahulu dan saya harap tidak ada yang memasuki Gua Kematian lagi, sebaiknya besok pagi baru kita membahas apa yang akan kita lakukan, saya yakin dengan adanya masukan dari Tim Sar apapun langkah kita akan lebih matang lagi.” Ucap Azman sambil berdiri karena posisi Pak Danu yang juga berdiri.
__ADS_1
“Itu benar Pak, silahkan anda beristirahat saja, saya akan memastikan tidak ada yang masuk atau keluar dari dalam Gua Kematian, sampai jumpa besok pagi ya pak, terimakasih atas bantuan anda malam ini.” Ucap Pak Danu.
“Sampai Jumpa besok ya Pak, ayo istriku mari kita beristirahat.” Ucap Azman sambil tersenyum ke Azizah dan mereka berdua pun kemudian melangkah meninggalkan lokasi itu untuk menuju ke mobilnya.
Malam itu Azman dan Azizah pun tidur di tenda yang ada di atas mobilnya dan mereka tidak menunda waktu untuk istirahat karena Azman tahu jika tugasnya belum selesai dan dia belum tahu apa yang akan terjadi besok paginya.
Adzan shubuh berkumandang dan nampak jika Azman bersama Azizah sudah bergabung dengan warga serta yang lainnya di Masjid desa untuk melaksanakan ibadah shalat shubuh, namun bukan Azman yang menjadi Imamnya melainkan salah seorang warga disana yang memang selalu menjadi Imam shalat di masjid itu.
Shalat shubuh pun berlangsung dan dilanjutkan dengan dzikir bersama yang kemudian dilanjutkan dengan pertemuan antara Pihak Kepolisian, Tim Sar yang di pimpin oleh Pak Jaja langsung serta dengan Pak Tatang selaku kepala desa, mereka kini berkumpul di balai desa dan nampak juga jika disana di jaga ketat oleh petugas kepolisian.
“Bapak - Bapak semua, baiklah saya akan menceritakan apa yang telah kami alami semalam ….. …… …..” Ucap Pak Danu yang menceritakan semua yang terjadi dan hal ini membuat Pak Tatang serta Pak Jaja merenung, karena mereka bisa merasakan apa yang di alami oleh Azman serta Pak Danu dan para petugas kepolisian semalam.
“Pak Azman, jika menurut saya sebaiknya lokasi itu kita tutup permanen saja, saya rasa lebih banyak kerugian dari pada keuntungannya, karena jika sampai lokasi itu di buka untuk masyarakat maka akan ada korban lainnya di kemudian hari.” Ucap Pak Jaja mengemukakan pendapatnya.
“Saya juga berpendapat demikian, dan Pak Danu, mengenai penyerang itu apakah sudah ada titik terangnya?” Ucap Azman sambil melihat ke arah Pak Danu.
__ADS_1
“Kami masih menyelidikinya, dan untuk menutup semua area gua itu memang akan memerlukan banyak biaya serta waktu, karena kita harus mengetahui setiap akses masuk dari Gua Kematian, jika menurut saya sebaiknya kita tetap melaksanakan ekspedisi melalui mulut Gua utama saja dulu, dan untuk akses masuk semalam akan lebih baik jika kita tutup permanen, saya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menutupnya, akan susah untuk menutup semuanya namun lain halnya jika kita menutup akses ke labirin kuno itu terlebih dulu.” Jawab Pak Danu.
“Itu benar, karena biar bagaimana pun juga masyarakat kami membutuhkan sarang burung walet itu sebagai mata pencaharian tambahan, saya tidak bisa membayangkan kekecewaan penduduk desa jika mereka gagal mendapatkannya.” Ucap Pak Tatang sambil menarik nafas dalam - dalam.
“Jika demikian jam delapan nanti kita akan membagi tugas saja, Pak Danu saya minta beberapa orang anak buah anda untuk tetap berjaga di mulut Gua kematian, biarkan saya dan anak buah saya saja yang masuk kedalam Gua kematian, dan Pak Tatang saya minta dua orang penduduk desa sebagai penunjuk jalan ya.” Ucap Pak Jaja.
“Baik, jika demikian maka urusan ekspedisi dalam Gua Kematian saya serahkan ke Pak Jaja, dan kami akan tetap melakukan penjagaan di mulut Gua Kematian, selain itu kami akan menutup pintu yang menembus ke labirin itu, termasuk dengan sumur tua itu juga akan kami tutup permanen saja.” Ucap Pak Danu.
“Saya akan ikut dengan anda saja jika demikian, siapa tau ada hal menarik di dalam Gua Kematian itu.” Ucap Azman yang masih asik dengan rokoknya
“Pak Azman, anda beristirahat saja dan biarkan kami saja yang menyelesaikannya, kami akan menyelesaikan ini dengan cepat, dan anda tidak perlu khawatir karena biar bagaimanapun juga ini bukanlah misi penyelamatan melainkan misi ekspedisi Gua saja bukan, saya ada orang - orang yang benar - benar di bidang ini.” Ucap Pak Jaja.
“Itu benar Pak, untuk Pak Azman sebaiknya beristirahat saja.” Ucap Pak Tatang yang melihat jika Azman masih nampak kecapaian akibat kurang istirahat.
“Saya juga setuju, Pak Azman sebaiknya beristirahat saja dulu, saya yang akan memberitahukan kepada Pak Azman secara langsung semua perkembangannya.” Ucap Pak Danu.
__ADS_1
“Wah kalian semua kompak ya, baiklah, saya akan beristirahat jika demikian, semoga saja misteri Gua Kematian ini bisa segera selesai karena saya sudah tertahan untuk melanjutkan perjalanan saya.” Ucap Azman yang memang merasa jika kisah Gua Kematian ini menyita waktu dan pikirannya.