
Azman yang selesai berdzikir kemudian berdiri lalu berjalan ke arah tempat tidur namun dia melihat jika ada satu sosok perempuan bergaun putih kini terlentang di atas tempat tidur.
"Apa hanya kalian berlima saja yang ada di kamar ini" ucap Azman sambil mengambil jaketnya lalu memakainya.
Azman juga mengambil ranselnya dan juga ponsel serta kunci motornya yang sebelumnya dia letakkan di atas meja tanpa menghiraukan sosok sosok perempuan itu.
Hihihi hihihi hihihi hihihi hihihi kini suara suara perempuan tertawa cekikikan semakin jelas terdengar dan Azman yang sedang duduk menggunakan sepatunya melihat jika kini ada sepuluh sosok perempuan bergaun putih berambut panjang yang berdiri dua meter di depannya.
Sosok perempuan bergaun putih berambut panjang yang sebelumnya terlentang di atas tempat tidur itu juga sudah ikut berdiri melayang di depan Azman.
Azman kemudian berdiri dan berjalan mendekati sosok sosok perempuan bergaun putih berambut panjang itu dengan tangan kanannya yang memegang tasbih.
"Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar." ucap Azman tepat saat tinjunya mengenai wajah salah satu sosok perempuan bergaun putih berambut panjang itu dan satu persatu sosok itu hancur.
Azman dengan cepat meninju wajah kuntilanak kuntilanak itu tanpa kuntilanak itu sempat melarikan diri.
Lampu kembali menyala sesaat setelah semua kuntilanak itu hancur oleh Azman.
"Ada ada saja, sampai sepuluh kuntilanak muncul di kamar ini" ucap Azman berbicara sendiri sambil membuka pintu kamar itu lalu berjalan dengan membawa kunci kamar ke arah resepsionis.
"Pagi Pak, ada yang bisa saya bantu untuk bapak" ucap resepsionis hotel itu dengan ramah.
"Pagi juga mba, saya mau checkout" ucap Azman sambil tersenyum ramah dan mengembalikan kunci kamarnya.
__ADS_1
"Pagi sekali pak Checkout nya" ucap resepsionis hotel itu dengan ramah sambil menerima kunci kamar itu.
"Iya mba, soalnya tadi ada sepuluh kuntilanak di kamar saya" ucap Azman dengan ramah sambil tertawa ringan.
"Maaf Pak jika kejadiannya seperti itu, kami beberapa kali mendengar hal yang sama dari beberapa tamu namun beberapa kali kami memanggil ahli di bidang ini semuanya angkat tangan, jika bapak mau saya bisa mengembalikan uang sewa kamarnya Pak" ucap resepsionis hotel dengan sangat sopan.
"Tidak perlu mba, saya juga sudah menghancurkan kuntilanak kuntilanak itu kok, baik saya permisi ya mba" ucap Azman dengan ramah sambil melangkah menuju pintu keluar dan kembali di sambut oleh pihak keamanan hotel.
"Pagi Pak" ucap salah seorang petugas keamanan hotel dengan sangat ramah.
"Pagi juga bapak bapak, ini buat beli kopi, terima kasih sudah menjaga motor saya" ucap Azman sambil memberikan selembar uang seratus ribu rupiah ke petugas keamanan yang menyapanya.
"Alhamdulillah, terima kasih banyak Pak, maaf bapak, Pak Azman bukan ya yang sering masuk berita di televisi" ucap petugas keamanan hotel itu dengan sangat ramah sambil menerima selembar uang seratus ribu itu.
"Pak Azman bisakah membantu kami di hotel ini" ucap petugas keamanan hotel itu lagi yang terdengar sedikit memelas.
Azman yang hendak memakai helm nya kemudian menyimpan kembali helm nya di atas motornya lalu membalikkan badannya menghadap ke petugas keamanan hotel itu.
"Apa ada yang bisa saya bantu untuk bapak bapak ini" ucap Azman sambil menyalakan sebatang rokoknya dan melihat jam tangannya masih jam 03.30 wib jadi dia masih punya waktu untuk mencari masjid.
"Pak Azman, mari kita berbicara di dalam saja Pak" ucap petugas keamanan hotel itu dengan sangat sopan dan meminta Azman kembali ke dalam hotel.
"Iya, mari" ucap Azman sambil melangkah mengikuti petugas keamanan hotel itu.
__ADS_1
Mereka berdua kemudian duduk di sofa lobi hotel dan sebelumnya petugas keamanan hotel sudah memanggil manajer hotel itu.
"Sebentar ya Pak kita tunggu manajer dulu, saya sangat senang bapak sudah sembuh karena dari beberapa hari yang lalu berita di televisi hanya menayangkan berita bapak masuk rumah sakit tanpa menayangkan di rumah sakit mana, padahal saya hendak membesuk bapak" ucap petugas keamanan hotel itu dengan sangat sopan.
"Iya Pak, terima kasih sudah mengkhawatirkan saya ya Pak" ucap Azman dengan ramah sambil kembali menghisap rokoknya perlahan.
"Pagi Pak Azman perkenalkan saya Imas, Manajer hotel ini, maaf saya lama kesininya" ucap seorang wanita berusia tiga puluh tahunan yang duduk di depan Azman di samping petugas keamanan hotel itu.
"Iya Mba, apa ada yang bisa saya bantu" ucap Azman dengan ramah.
"Pak Azman hotel kami ini sering mendapatkan gangguan makhluk gaib berupa sosok perempuan bergaun putih berambut panjang dengan wajah penuh luka sayatan dalam di wajahnya, atau sering di sebut kuntilanak oleh para tamu yang melihatnya dan gara gara itu hotel kami ini jadi harus membayar ganti rugi kepada tamu yang di rugikan" ucap manajer hotel itu dengan sangat ramah dan sopan.
"Maaf apakah resepsionis belum bercerita kepada mba Imas" ucap Azman dengan ramah.
"Maaf Pak, saya langsung kesini jadi belum mendapatkan informasi apapun" ucap Manajer hotel bernama Imas itu dengan sangat sopan.
"Jadi begini tadi di kamar yang saya sewa ternyata ada sepuluh sosok kuntilanak yang muncul pas saya shalat tahajud dan selesai shalat tahajud saya menghancurkan sepuluh kuntilanak itu, memang ada berapa banyak kuntilanak yang ada di hotel ini" ucap Azman dengan ramah.
"Alhamdulillah" ucap manajer hotel dan petugas keamanan hotel itu kompak sambil mengusap wajah mereka.
"Sepertinya kalian berdua sangat senang ya kuntilanak kuntilanak itu muncul di kamar saya" ucap Azman mencandai keduanya.
"Maaf Pak Azman bukan begitu maksud kami, tapi kami bersyukur karena bapak sudah menghancurkan kuntilanak kuntilanak itu, akhirnya hotel kami bisa bebas dari gangguan kuntilanak" ucap Imas sang manajer hotel dengan sangat sopan.
__ADS_1
"Mba Imas, jika bisa lebih sering hotel ini di gunakan sebagai tempat beribadah, jadi di jam shalat sebaiknya kalian lebih sering shalat berjamaah ya untuk ke depannya" ucap Azman dengan ramah sambil mematikan rokoknya di asbak yang ada di atas meja.