Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Memasuki desa terkutuk 4


__ADS_3

“Azman segera temukan cara dan jangan sampai dia melukaimu karena kuku kuku panjangnya itu yang bisa melukaimu dan juga jika kau sampai tertusuk oleh jarinya maka darahmu akan membuat dia semakin kuat.” Terdengar kembali suara daim oleh Azman.


“Iya tunggu sebentar saja.” Ucap Azman dalam hatinya kembali berkomunikasi dengan Daim.


Namun lima menit berlalu dan belum ada tanda tanda jika makhluk menyeramkan yang di sebut kuntilanak merah itu akan menyerangnya.


Suara Adzan Dzuhur terdengar oleh Azman dan Azman pun kemudian menyimpan satu tongkat batonnya dengancara dia selipkan di ikat pinggangnya, dia lalu berlutut dan mengambil satu batu kerikil tajam yang ukurannya sedikit lebih kecil dari pada kepalan tangannya.


"Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum. Laa ta’khudzuhuu sinatuw wala naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardh. Man dzal ladzii yasfa'u ‘indahuu illaa bi idznih. Ya’lamu maa baina aidiihim wamaa khalfahum.Walaa yuhiithuuna bi syai-im min ‘ilmihii illa bi maa syaa-a. Wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardha walaa ya-uuduhuu hifzhuhumaa Wahuwal ‘aliyyul ‘azhiim. 


(Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.)" ucap Azman yang kemudian melemparkan batu kerikil tajam itu ke wajah kuntilanak merah dan telak masuk ke dalam mulutnya.


Suara petir tiba tiba menghilang demikian juga dengan suara suara lolongan serigala dan langit pun perlahan mulai cerah kembali.


Sementara itu kuntilanak merah masih tetap melayang di atas sumur itu namun kini dia mulai memudar dan mulai transparan bagian kakinya.


Azman tahu tidak mudah untuknya mengalahkan sosok kuntilanak merah ini dan dia pun kembali mengambil satu batu kerikil tajam yang kembali dia lemparkan ke kepala kuntilanak merah itu setelah dia mengucapkan ayat kursi dan Azman terus menerus mengucapkan ayat kursi.


Batu kerikil tajam kedua itu kini tepat mengenai kening kuntilanak merah itu dan Azman kini berlari dengan cepat karena sosok kuntilanak merah itu kini terlempar kebelakang dan jatuh ke atas tanah bersamaan dengan Azman sampai kesana.

__ADS_1


Bruuuuuug….. kuntilanak merah itu terjatuh dalam kondisi terlentang di atas tanah.


Bammm…. Azman langsung memukulkan tongkat batonnya ke kening kuntilanak merah itu dan alhamdulillah kini kuntilanak merah itu hancur dan menghilang, bersamaan hilangnya bau bangkai dan bau darah yang sangat menyengat sebelumnya di keluarkan oleh sosok kuntilanak merah itu.


"Azman bangunlah, kini semuanya sudah selesai, semua arwah leluhur ingin berpamitan dengan mu." Ucap Daim yang kini berdiri di belakang Azman yang masih dalam posisi duduk di atas tanah.


Azman tidak menjawabnya namun menstabilkan nafasnya dan kemudian berdiri lalu melihat ke arah Daim.


Di belakang Daim nampak ribuan arwah para leluhur itu yang melayang setengah meter di atas tanah.


"Azman terima kasih, hal yang menahan kepergian kami selama ini sudah kau tuntaskan, kini desa ini sudah aman dan kami semua akan pergi dari sini." Ucap pemimpin dari para arwah leluhur itu.


"Terima kasih juga atas bantuannya dan terima kasih sudah melindungi semua orang di luar sana, semoga kebaikan kalian semua bisa jadi penolong untuk kalian." Ucap Azman 


Azman tetap berdiri dan melihat kepergian para arwah leluhur itu yang selama ini menjaga agar tidak ada makhluk menyeramkan yang keluar dari dalam desa terkutuk ini.


"Pak Jaja, kini sudah aman, berkenan untuk membawa banyak ambulan kesini selesai bapak melaksanakan shalat dzuhur." Ucap Azman melalui radio komunikasi miliknya.


"Alhamdulillah, Baik Pak, kami akan segera kesana selesai shalat dzuhur berjamaah." Ucap Pak Jaja melalui radio komunikasi.

__ADS_1


Azman kemudian menyimpan kembali radio komunikasi dan juga dengan tongkat batonnya, lalu mulai melihat sekelilingnya.


Kini tidak ada lagi bangunan yang berdiri dan Azman bisa melihat para penduduk desa terkutuk yang sedang duduk di dekat puing puing bangunan rumah mereka.


"Mereka tidak ada yang terluka, namun kenapa kuntilanak merah itu tidak menyerang mu." Ucap Daim.


"Lihatlah bibir sumur itu, sudah aku kelilingi dengan batu kerikil yang aku berikan dzikir tadi, jadi dia terkurung disana, dia tidak bisa kembali kebawah dan tidak bisa juga menyerangku, mau kabur ke atas juga ada kalian semua." Ucap Azman sambil menunjuk ke arah sumur tua itu.


"Pintar juga kau ternyata, baguslah, tapi di desa ini semua air tercemar dan kau tidak bisa mengambil wudhu disini, nanti kau suruh orang untuk menutup sumur tua ini ya." Ucap Daim.


"Iya aku akan minta mereka nanti untuk menutup sumur ini secara permanen saja, aku mau melihat kondisi para penduduk desa ini terlebih dahulu." Ucap Azman sambil melangkah menuju para penduduk desa terkutuk yang sudah mulai berkumpul.


"Pak kami tidak mengenal bapak, namun kami ingin mengucapkan terima kasih kepada bapak" ucap salah seorang penduduk desa terkutuk yang kondisinya sangat memprihatinkan karena kekurangan gizi.


"Sama sama, kalian sudah bebas sekarang, dan sebentar lagi akan banyak orang datang untuk menolong kalian serta mengobati kalian semua." Ucap Azman sambil duduk di tanah dengan jarak satu meter di depan mereka semua.


Azman melihat wajah gembira para penduduk desa terkutuk itu dan dia juga melihat juga semua orang itu mengalami kekurangan gizi buruk.


"Kalian semua sudah mengalami hal buruk selama ini, dan saya pastikan masa depan kalian akan lebih  baik lagi, namun satu hal yang pasti yaitu saya akan menutup sumur tua itu karena sudah menjadi sarang penyakit untuk kalian semua." Ucap Azman.

__ADS_1


"Kami tidak keberatan dengan sumur laknat itu, sumur laknat itu sudah memakan banyak korban jiwa dan saya sangat senang jika sumur laknat itu di tutup, bolehkah kami mengetahui nama anda yang sudah menolong kami ini" ucap pria sepuh itu lagi.


"Nama saya Azman  Pak, jadi nanti kalian semua akan di bawa dulu untuk di obati dan saat kalian dalam pengobatan maka di desa ini akan ada pembangunan rumah untuk kalian, kelak di saat kalian kembali maka kalian akan bisa hidup dengan tenang di rumah baru kalian." Ucap Azman.


__ADS_2