
Kucing, anjing bahkan ayam dan unggas ternak lainnya juga sama mereka menjadi gelisah dan banyak yang melarikan diri.
Para pemuda yang masih di halaman masjid langsung berkumpul lalu berdzikir bersama karena tahu fenomena alam ini adalah hal yang berkaitan dengan supranatural terlebih dengan adanya Azman di rumah samping masjid itu.
Sementara itu Azman masih berdiri sambil berdzikir dan memegang tasbihnya.
Asap hitam terlihat keluar dari dalam tubuh wanita sepuh itu dan langsung membentuk sosok menyeramkan yang mirip manusia bertubuh besar berambut panjang acak acakan dan kulitnya terlihat bersisik seperti ular.
Wajah sosok itu terlihat menyeramkan juga karena matanya merah seperti darah dan darah juga terlihat keluar dari kedua matanya sambil memandangi Azman.
Azman sendiri masih berdiri dengan sangat tenang namun tidak dengan pria sepuh itu yang sampai keluar keringat dingin menahan takut sambil berdzikir sedangkan wanita sepuh itu langsung tidak sadarkan dir melihat sosok yang sangat menyeramkan yang biasanya hadir di mimpi buruk.
"Hmmmmmmmmmmmmm" makhluk menyeramkan itu mengeluarkan suara seperti orang berdehem namun terdengar sangat berat dan juga sangat menekan untuk semua orang dalam radius lima puluh meter dari rumah itu sehingga para pemuda yang ada di parkiran masjid juga ikut mendengarnya.
Sosok menyeramkan itu kemudian mengangkat tangan kanannya dan langsung meninju Azman namun Azman berhasil menghindar meskipun bahunya sedikit terkena pukulan makhluk menyeramkan itu.
"Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum. Laa ta’khudzuhuu sinatuw wala naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardh. Man dzal ladzii yasfa'u ‘indahuu illaa bi idznih. Ya’lamu maa baina aidiihim wamaa khalfahum.Walaa yuhiithuuna bi syai-im min ‘ilmihii illa bi maa syaa-a. Wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardha walaa ya-uuduhuu hifzhuhumaa Wahuwal ‘aliyyul ‘azhiim.
(Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.)" ucap Azman tepat bersamaan melompat lalu meninju wajah makhluk menyeramkan itu.
"Arrrrrrrrrgggggh" makhluk menyeramkan itu berteriak kencang lalu perlahan menghilang dari pandangan Azman dan pria sepuh itu.
Fenomena alam juga kini hilang semuanya dan listrik rumah itu juga kini menyala kembali.
"Sudah selesai, silahkan bapak tenangkan diri bapak terlebih dahulu baru bantu ibu untuk sadar ya, saya akan menunggu di ruang tamu" ucap Azman sambil tersenyum dan melangkah keluar dari dalam kamar itu.
__ADS_1
"Baaaaaaaiiiiiiiik Paaaak Aaaazmaaan" ucap pria sepuh itu yang masih shock karena melihat sosok yang sangat menyeramkan itu.
"Bapak bapak, satu sudah selesai, dan masih ada enam, namun saya beristirahat dulu sebentar ya" ucap Azman sambil duduk di sofa yang tadi dia duduki lalu menyalakan sebatang rokoknya.
"Iya Pak Azman silahkan" ucap salah seorang pria sepuh.
"Maaf Pak Azman apakah semuanya semengerikan ini?" Tanya imam masjid yang nampak sangat penasaran.
"Tidak, yang disini sepertinya pemimpinnya jadi yang di tempat bapak bapak seharusnya sedikit lebih lemah" ucap Azman sambil menarik nafas dalam dalam.
"Pak Azman apa tidak sebaiknya luka bapak itu di obati terlebih dulu?" Tanya seorang pria sepuh yang melihat darah mengalir dari lengan atas tangan kiri Azman dan kaos Azman juga ternyata sobek.
"Wah saya baru lihat ini" ucap Azman sambil tersenyum lalu mengambil beberapa lembar tissue lalu menekan luka nya dengan tangan kanannya namun ternyata luka itu tidak terlalu dalam dan lebar sehingga kini darahnya terhenti.
"Sudah tidak apa apa, ini tidak parah kok pak, lagi pula sekarang tubuh saya sudah sedikit lebih kebal dengan luka dari makhluk gaib." Ucap Azman sambil kembali menghisap rokoknya perlahan dengan tangan kirinya.
Azman tahu berdasarkan pengalamannya waktu dia pertama terluka di bagian leher jika melawan luka itu harus dengan doa jadi pun kembali membaca beberapa ayat al quran.
Keajaiban terjadi kini darah tidak lagi keluar dari luka itu dan Azman pun menurunkan tangan kanannya kembali.
"Sudah bapak bapak tidak perlu terlalu khawatir, saya masih kuat untuk menolong bapak bapak semua kok" ucap Azman.
"Iya Pak Azman, namun kami tidak tega dengan kondisi bapak jika bapak harus jadi terluka gara gara menolong kami." Ucap salah seorang pria sepuh.
"Pak, jangan khawatir, saya ikhlas membantu, jadi apapun resikonya saya sudah siap, dan buat saya ini hanya luka kecil kok, bukankah bapak bapak sudah pernah lihat saya nyaris meregang nyawa" ucap Azman sambil kembali menikmati hisapan rokoknya.
__ADS_1
"Pak Azman apakah semua makhluk gaib itu bisa melukai bapak?" tanya salah seorang pria sepuh.
"Iya pak, mereka bisa melukai tubuh fisik saya, karena saya bisa membunuh mereka, namun jika ke manusia lain mereka menyerang jiwanya" ucap Azman.
Ucapan Azman ini membuat mereka menjadi lebih gelisah dan kebingungan karena istri mereka juga kini sedang dirasuki oleh makhluk gaib.
Azman pun tidak menjelaskan lebih rinci namun dia tetap santai menikmati rokoknya sampai kemudian terlihat jika pria sepuh pemilik rumah itu datang dan duduk kembali.
"Alhamdulillah berkat bantuan dari Pak Azman, istri saya sudah normal kembali tapi kondisinya masih lemah sehingga saya minta dia untuk tiduran saja dulu sampai benar benar fit." Ucap pria sepuh pemilik rumah itu sambil kemudian dia meminum sedikit air tehnya.
"Alhamdulillah" ucap yang lainnya kompak.
"Baiklah jika demikian, rumah siapa selanjutnya yang perlu saya kunjungi" ucap Azman yang tidak ingin membuang waktu lebih banyak.
"Rumah saya pak yang terdekat" ucap salah seorang pria sepuh di hadapan Azman.
"Mari, kita kesana, bapak disini saya urus istri bapak ya, saya permisi dulu" ucap Azman sambil melangkah lalu keluar dari dalam rumah itu di ikuti oleh yang lainnya sebelum pemilik rumah itu sempat berkata kata.
"Pak Azman terima kasih" ucap Pria sepuh itu sedikit kencang agar terdengar oleh Azman.
"Sama sama pak" jawab Azman sambil terus melangkah.
Satu persatu masalah warga itu Azman selesaikan dan beruntungnya Azman ke enam makhluk gaib lainnya tidak sampai menyerangnya.
Azman pun langsung kembali ke parkiran Masjid lalu mengambil kotak obatnya dan melilitkan perban ke lengan atas tangan kirinya yang sebelumnya terluka.
__ADS_1