Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Memasuki desa terkutuk 5


__ADS_3

“Pak Azman, apakah yang kami dengar ini adalah kenyataan, anda adalah malaikat penolong kami dan kami bisa lepas dari kuntilanak merah itu saja kami sudah sangat bersyukur, kami tidak ingin merepotkan bapak sama sekali.” Ucap Pria Sepuh itu sambil menangis demikian juga dengan penduduk desa yang lainnya.


“Pak, saya ini hanya manusia biasa seperti bapak dan yang lainnya disini bukan malaikat, dan semuanya tidak perlu khawatir ya karena sesama manusia kan memang harus saling membantu, kalian hidup selama puluhan tahun disini sudah penuh penderitaan jadi kalian sekarang harus merasakan kegembiraan, bukankah setelah gelap terbit terang.” Ucap Azman.


“Pak Azman, kami hanya bisa berdoa untuk keselamatan bapak, semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala selalu melindungi bapak dan juga selalu melancarkan urusan bapak kedepannya.” Ucap Seorang wanita usia lima puluh tahunan sambil menangis juga.


“ Aamiin Ya Rabbal Alamin, Doa yang sama untuk semuanya, insyaallah ke depan semuanya akan lebih mudah untuk kalian semua.” Ucap Azman.


“Aamiin Ya Rabbal Alamin.” Ucap Semuanya dengan kompak dan nampak masih meneteskan air mata bahagia.


Lima belas menit berlalu dan kini Azman sudah mendengar suara motor motor trail dan juga mobil yang memasuki desa itu.


“Alhamdulillah yang akan membawa kalian semua ke rumah sakit akan datang.” Ucap Azman sambil berdiri bersamaan datangnya Pak Jaja dan yang lainnya termasuk juga para pejabat dan juga pihak media.


“Pak Azman, apakah anda terluka?.” Tanya Pak Jaja.


“Tidak Pak saya hanya kelelahan saya, dan mohon semua penduduk desa ini di bawa ke rumah sakit dulu pak, jika perlu ke rumah sakit milik saya saja agar mendapatkan pertolongan yang maksimal.” Ucap Azman.


“Baik jika demikian saya akan menyampaikan ke pihak ambulan agar semua penduduk ini di kirim ke rumah  sakit bapak.” Ucap Pak Umar.

__ADS_1


“Iya Pak, terimakasih dan sampaikan jika semua bensin dan tol nya akan di gantikan oleh kasir rumah sakit ya, saya akan menghubungi mereka untuk menyiapkannya.” Ucap Azman yang memang nampak sangat kelelahan.


“Pak Azman, mari ikut saya dulu untuk memeriksa kondisi Bapak.” Ucap seorang wanita usia tiga puluh tahunan yang berpakaian dokter.


“Iya Dok, terima kasih ya.” Ucap Azman sambil berjalan mengikuti dokter wanita tersebut.


Pak Jaja  tidak mengikuti Azman melainkan langsung membantu tim medis dan para relawan yang sedang membawa para penduduk desa terkutuk ke ambulan.


Azman kini duduk di sebuah kursi dan mendapatkan pemeriksaan dari dokter wanita tersebut dan dia juga mendapatkan bantuan oksigen agar kondisinya lebih cepat stabil.


Satu jam berlalu dan kini semua penduduk desa itu sudah semuanya di bawa oleh ambulan ke rumah sakit Venues yang merupakan milik dari Azman.


“Pak Azman, saya hanya dokter tidak tetap rumah sakit kecil di kota cianjur yang kebetulan melihat berita tentang penyelamatan penduduk desa terkutuk ini dan saya sengaja datang untuk membantu saja Pak.” Ucap Dokter wanita tersebut sambil mematikan aliran di tabung oksigen itu.


Dokter, anda sepertinya bukan asli sini, dan jika anda mau maka saya akan berikan anda rekomendasi untuk menjadi dokter tetap di rumah sakit Venues milik saya.” Ucap Azman.


“Pak Azman saya berasal dari kota bekasi Pak, dan kebetulan mendapatkan pekerjaan sebagai dokter di salah satu rumah sakit kecil di kota cianjur ini, dan saya tidak berani pak untuk kerja di rumah sakit Venues, yang merupakan rumah sakit swasta terbesar dan termewah di jakarta, saya rasa kemampuan saya belum cukup untuk bekerja di sana Pak.” Ucap Dokter wanita itu sambil duduk di kursinya.


“Dokter, saya yang menilai anda mampu atau tidaknya dan anda saya lihat berjiwa sosial tinggi jadi anda berhak untuk mendapatkan kesempatan ini, mohon tuliskan nomor telepon dan nama anda ya, nanti saya akan minta direktur utama rumah sakit Venues untuk menghubungi anda.” Ucap Azman sambil memberikan telepon selulernya ke dokter wanita itu.

__ADS_1


Dokter wanita tersebut langsung menuliskan nomor telepon dan juga nama lengkapnya di ponsel Azman dan kemudian mengembalikan telepon seluler itu kembali ke Azman, Azman pun kemudian mengirimkan nomor dan nama tersebut ke Pak Fajar yang merupakan direktur utama rumah sakit Venues miliknya.


“Anda bersiap siap saja ya,dan kapan anda bisa pulang ke jakarta?.” Tanya Azman.


“Pak Azman, saya bisanya paling dua tiga hari lagi Pak, dan saya ucapkan terima kasih atas kesempatan yang bapak berikan kepada saya, saya akan berusaha yang terbaik agar tidak membuat bapak kecewa.” Ucap dokter wanita tersebut.


“Iya sama sama, terima kasih juga atas bantuan anda ya, tetap jadi orang baik dan juga tetap bersemangat dan siapa tahu nanti di rumah sakit venues dokter dapat kesempatan sekolah gratis yang kami berikan untuk dokter dokter yang telah bekerja keras membantu para pasien.” ucap Azman sambil kemudian berdiri.


“Terima kasih Pak Azman, semoga bapak sehat selalu dan mendapatkan banyak kemudahan ya.” ucap dokter wanita tersebut.


“Terima kasih juga, saya permisi ya.” Ucap Azman sambil menghubungi Pak Fajar melalui panggilan telepon.


“Pak Azman, bagaimana kondisi anda, ini semua stasiun televisi memberitakan anda, dan kenapa anda belum juga menghubungi orang tua anda, sudahlah jangan lagi mematikan nomor khusus anda dan segera kabari kedua orang tua anda, mereka sudah ada di Jakarta saat ini.” Ucap Pak Fajar memulai percakapan telepon.


“Pak Fajar jika anda terus berbicara kapan waktu saya, alhamdulilah saya dalam kondisi baik dan sehat juga, iya saya akan menghubungi kedua orang tua saya setelah saya selesai dengan anda, sekarang tolong dengarkan baik baik, ada yang saya perlukan dari anda.” Ucap Azman.


“Iya maaf soalnya saya sangat khawatir dengan anda, dan kedua orang tua anda itu setiap lima menit sekali selalu menghubungi saya, jadi saya sudah untuk bekerja ini.” Ucap Pak Fajar.


“Iya, Pak Fajar saya sudah mengirim korban dari desa terkutuk ini ke rumah sakit Venues jadi berikan lebih banyak perhatian untuk mereka, jangan biarkan mereka pulang sebelum mereka dalam kondisi sempurna ya, dan itu tolong berikan lima juta untuk para pengemudi ambulan itu sebagai ganti bensin dan tol mereka, ambil saja dari uang ku.” Ucap Azman tanpa menyadari jika Pak Jaja dan juga para pejabat itu ada di belakangnya dan mendengarkan percakapan teleponnya.

__ADS_1


“Lima juta, dikit sekali, kasian mereka itu dari jauh, saya akan tambahkan jadi tujuh juta saja per mobilnya dan jangan khawatir karena saya akan memastikan semuanya mendapatkan perawatan yang maksimal juga.” Ucap Pak Fajar direktur utama rumah sakit Venues.


__ADS_2