
“Kau tidak perlu khawatir karena luka dalamnya tidak terlalu parah meskipun belum pulih seutuhnya namun dia akan kuat untuk kesana dan menghadiri pernikahan kalian.” Ucap Daim.
“Baguslah jika demikian, ya sudah kabari aku jika kalian sudah berangkat ya.” Ucap Azman.
“Oke.” Jawab Daim singkat.
Azman pun kemudian mengambil kameranya dan dia melihat photo dan video yang dia ambil tadi di taman dan tersenyum - senyum sendirian melihat photo itu, dia pun kemudian memindahkan photo dan video tersebut ke ponselnya lalu mengirim beberapa photo serta video ke Azizah melalui pesan singkat.
Dia kemudian berdiri kembali dan membawa kameranya lalu berjalan kembali ke dalam villa dan duduk dengan santai di sofa ruang tamu,
Tanpa terasa waktu sudah semakin siang dan Azman pun memesan makan siang untuknya dan juga Azizah yang tidak lama kemudian makan siang itu datang, mereka pun menikmatinya dengan lahap lalu duduk santai di ruang tamu.
“Azman kenapa kawan mu itu belum pada sampai, apa kau tidak coba untuk menghubunginya.” Ucap Azizah.
“Tidak perlu, nanti juga mereka akan sampai, dan sepertinya mobilku sudah sampai, ayo bantu aku bereskan barang - barang dari box pannier motor ke dalam mobil, biar motornya di kirim ke rumah saja.” Ucap Azman yang memang mendengar ada suara mobil datang.
Azman dan Azizah pun berdiri lalu melangkah keluar dan ternyata benar jika mobil yang datang adalah mobil milik Azman, mereka pun kemudian memindahkan semua barang yang ada di box pannier motor kedalam mobil mereka dan merapikannya lalu Azman menyerahkan kunci motornya dan anak buahnya pun kemudian menaikkan motornya tersebut ke atas mobil derek khusus motor besar lalu meninggalkan lokasi itu.
“Azman, mobil ini terlihat gagah dan aku menyukainya, terlebih lagi ini cukup tinggi.” Ucap Azizah dan saat ini mereka sedang berdiri berduaan di samping mobil.
__ADS_1
“Iya Jeep hummer ku ini memang sudah aku modifikasi dan nantinya semua rute yang sulit akan bisa kita lewati dengan sedikit usaha saja, aku memang menyiapkan mobil ini untuk berjalan - jalan keliling Indonesia ini jika motor ku ada kendala.” Ucap Azman.
“Sepertinya itu kawan - kawanmu sudah datang, aku masuk dulu ya, kau aturlah penginapan untuk mereka agar mereka bisa beristirahat dan jangan lupa tanyakan mereka sudah makan belum ya, kasihan jika mereka sampai belum makan.” Ucap Azizah sambil melihat kedatangan beberapa mobil milik tim sar.
“Iya kau beristirahatlah, dan jangan lupa hubungi ibu ku dan tanyakan sudah sejauh mana mereka ya.” Ucap Azman.
“Ibu belum berangkat, katanya nanti jam satuan baru berangkat, karena ayah masih ada urusan yang belum bisa di tinggalkan, nanti ibu akan menghubungiku jika sudah jalan kesini.” Ucap Azizah sambil kemudian melangkah masuk kedalam villa.
Azman kemudian mendekati mobil Pak Jaja dan langsung menaikinya karena memang letak villa untuk Pak Jaja sedikit cukup jauh dari villanya.
“Pak Jaja, kita langsung saja, masih tiga ratus meteran untuk villa anda dan juga penginapan untuk kawan - kawan yang lain.” Ucap Azman setelah duduk di dalam mobil Pak Jaja dan menutup pintu mobil itu.
“Baik Pak.” Ucap Pak Jaja sambil kembali menjalankan mobilnya.
“Ibu bagaimana menurut ibu dunia para manusia ini.” Ucap Azizah.
“Ibu menyukainya, sungguh dunia yang berbeda dengan dunia kita, untung Daim sudah lama disini jadi bisa menunjukan semuanya kepada kami.” Ucap Ibu dari Azizah.
“Oh iya Ibu, sebaiknya kalian juga tinggal disini saja, bukankah Paman Daim memiliki banyak rumah di dunia ini.” Ucap Azizah.
__ADS_1
“Iya, ibu dan ayah akan tinggal di rumah yang saat ini kami tempati, dan Daim juga sudah mengurus semuanya untuk kami, Azizah, jika nanti orang tua Azman menanyakan maka sampaikan saja jika kami ini pedagang ya, karena kami memang akan berdagang emas seperti Daim, kau tahu di dunia ini emas yang buat kita tidak terlalu berharga ternyata disini sangat berharga.” Ucap Ibu dari Azizah.
“Jadi paman Daim di dunia ini berjualan emas?.” Ucap Azizah.
“Iya, itu benar, kami juga baru mengetahuinya, tadi kami berjalan - jalan ke tokonya dan salah satu tokonya sudah di berikan kepada kami, ini agar kami benar - benar seperti manusia, Daim tidak ingin pernikahan kalian gagal karena jatidiri mu, jadi dia menyiapkan ini semua untukmu.” Ucap Ibu dari Azizah.
“Paman Daim ini pasti sudah mempersiapkan ini sejak lama dan aku yakin dia benar - benar serius ingin aku memiliki suami dari kaum manusia.” Ucap Azizah.
“Semua sudah di tuliskan, dia hanya mempersiapkan apa yang sudah akan terjadi untukmu, jadi kau harus menjalaninya dengan baik ya, nanti ibu akan memberikan cincin pernikahan kalian, jadi kau sampaikan ke calon suamimu itu ya, biar dia tidak pusing membelinya.” Ucap Ibu dari Azizah sambil memperlihatkan sepasang cincin pernikahan melalui panggilan video tersebut.
“Iya Bu, bagaimana ibu saja, dan aku rasa suamiku itu lupa dengan hal itu, dia belum membahas cincin pernikahan dengan ku.” Ucap Azizah karena memang hal itu benar, Azman belum mengajaknya berbincang tentang cincin pernikahan.
“Ini sama seperti ayahmu, dia juga dulu lupa menyiapkannya, untung nenekmu menyiapkannya jadi ayahmu bisa memasangkan cincin pernikahan ke jari ibu.” Ucap Ibu dari Azizah.
“Ternyata menular ya Bu, eh Bu, ini Ibu dari Azman menghubungiku, sebentar ya aku terima dulu dan nanti aku akan mengajak ibu untuk melakukan panggilan video lagi bertiga ya.” Ucap Azizah karena memang Ibu dari Azman menghubunginya melalui panggilan telepon.
“Iya kau terimalah dulu ya, ibu tidak kemana - mana kok.” Ucap Ibu dari Azizah dan Azizah pun langsung mengakhiri panggilan video dengan ibu nya dan menerima panggilan telepon dari ibu nya Azman.
Sementara itu Azman sudah duduk di teras sebuah villa bersama dengan Pak Jaja di villa yang merupakan tempat untuk Pak Jaja yaitu villa ke dua sebelah kanan dari villanya sedangkan untuk anggota tim sar sudah mengisi penginapan.
__ADS_1
“Pak Azman maaf saya hampir lupa ini berkas milik istri anda dan informasinya Pak Umar sudah dalam perjalanan kesini, saya sengaja mengabarinya, karena jika sampai dia tidak tahu saya akan merasa bersalah, saya harap anda tidak keberatan dengan kehadirannya.” Ucap Pak Jaja.
“Iya saya tidak keberatan dengan hal ini, malah saya senang anda sudah menghubungi pak Umar karena memang saya kelupaan dengan pak Umar.” Ucap Azman yang menyadari jika memang benar dia telah lupa dengan pak Umar.