Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Arah Pulang


__ADS_3

Sementara itu jiwa Azman sendiri nampak sedang duduk berhadapan dengan kakek tua yang Azman temui di dunia nyata, dan keduanya nampak duduk bersila.


Kakek Tua itu mengajarkan Azman banyak hal mengenai makhluk - makhluk yang ada, serta mengajarkan Azman tentang mengendalikan auranya.


Waktu menunjukkan jam sebelas malam, dan Azman pun membuka matanya, dia menyadari jika tubuhnya kini diselimuti oleh kabut yang sangat tebal.


“Alhamdulillah, semuanya sudah selesai, aku mendapatkan banyak hal dalam perjalanan ku ini, semoga apa yang sudah aku pelajari bisa membawa kebaikan untukku dan juga untuk umat lainnya” ucap Azman sambil berdiri, dan dia kini merasakan rasa dingin yang luar biasa.


“Kabut ini sungguh tebal, semoga saja aku tidak nyasar ke mobilku” ucap Azman sambil mengeluarkan sebuah senter dari tas kecilnya, dan langsung menyalakannya.


Azman pun tidak ketinggalan menyalakan sebatang rokoknya, lalu berjalan perlahan menuju ke tempat ia memarkirkan mobilnya.


Suara jangkrik dan burung hantu mewarnai puncak gunung itu namun untuk Azman itu adalah pertanda jika malam ini akan tenang dan tidak akan ada hal apapun, salah satu hal yang diajarkan oleh Kakek tua itu adalah memahami jenis suara burung hantu, yang jika suaranya putus - putus maka tidak akan ada kejadian gaib, namun jika suaranya cenderung memanjang, maka pertanda ada makhluk gaib di sekitarnya.


Dinginnya malam dan juga tebalnya kabut tidak menyulitkan Azman untuk sampai di mobilnya, dan dia tidak kaget saat rumah kayu itu menghilang, karena saat dia di alam jiwa dia sudah mendapatkan informasi dari kakek tua tersebut.


Dengan segera Azman pun masuk kedalam mobilnya dan menyalakan mobilnya itu, namun dia tidak langsung menjalankan mobilnya, melainkan hanya membuka kacanya sedikit agar asap rokok bisa keluar.


“Kakek guru tadi menyampaikan, agar aku tidak turun gunung sebelum hari berganti, dan masih ada empat puluh lima menit lagi, sebaiknya aku menunggu pergantian hari disini saja” ucap Azman berbicara sendiri sambil kemudian menghisap rokoknya perlahan.

__ADS_1


Azman pun kemudian memeriksa telepon seluler nya dan ternyata ada pesan masuk dari Azizah yang memintanya untuk berhati - hati di perjalanan, Azizah juga mengabarkan jika Daim ada di rumahnya.


Perlahan angin yang tadinya bertiup pelan kini mulai mulai menjadi kencang, dan Azman bisa merasakan jika suhu udara kini menjadi semakin dingin.


Azman pun mengambil jaket miliknya lalu mengenakannya, Azman pun kemudian memutarkan mobilnya agar menghadap ke jalan agar mudah untuknya jika hendak melanjutkan perjalanan.


Suara musik gamelan jawa terdengar nyaring oleh Azman, dan Azman sedikit terkejut, karena seolah - olah ada pesta di dekatnya.


“Ini musik pengantin” ucap Azman dalam hatinya, dan dia yang kini bisa melihat ke arah jalan, tidak melihat apapun juga, namun dia benar - benar mendengar suara musik gamelan.


Azman pun menarik nafas dalam - dalam dan dia tidak ingin pikirannya terpengaruh dengan suara musik gamelan tersebut, dia pun kemudian mengambil tasbih kayunya lalu mulai berdzikir.


Azman bisa melihat jika dari sebelah kanannya kini terlihat cahaya, dan cahaya ini dia menduganya adalah cahaya dari obor, karena berwarna merah kekuningan, seperti layaknya api pada umumnya.


Waktu berlalu dengan cepat, dan suara musik itu terus terdengar semakin kencang, dan tidak lama kemudian Azman melihat ratusan orang membawa obor berjalan di depan mobilnya, nampak juga kereta kuda yang di hias dengan kain warna merah, layaknya kereta kuda pernikahan yang membawa mempelai pengantin.


Azman tidak berkata - kata, dia melihat jika orang - orang itu bukanlah manusia pada umumnya, karena meski mereka nampak berjalan, mereka tidak menyentuh tanah, terlebih lagi Azman bisa melihat dari pancaran sinar obor yang mereka bawa jika wajah mereka semuanya pucat seperti mayat.


“Ada pernikahan kaum arwah ternyata, dan ini lah sebabnya daerah ini menjadi rawan dan tidak berpenghuni, disini kaum arwah hidup di alam  manusia, aku tidak akan mengganggu kalian untuk saat ini, semoga kalian juga tidak mengganggu manusia kedepannya” ucap Azman dalam hatinya sambil terus melihat ke arah rombongan pengantin tersebut.

__ADS_1


Cukup lama rombongan pengantin arwah itu melintas di depannya, dan kini waktu sudah menunjukkan jam setengah satu pagi, di depannya juga sudah tidak ada apapun, suara musik gamelan juga sudah tidak terdengar olehnya.


Azman pun dengan santai mulai menjalankan mobilnya, setelah sebelumnya dia menyetel gps navigasi mobilnya dengan tujuan ke rumahnya.


Jalanan tanah berbatu yang rusak kembali Azman lalui, namun jika sebelumnya menanjak, kini jalannya menurun, dan anehnya perjalanan itu disinari oleh sinar bulan, yang menandakan jika hutan di sisi itu tidak serimbun hutan di sisi lainnya.


Azman tidak menyalakan musik di mobilnya, dan dia hanya mengemudi perlahan sambil menikmati rokoknya, kaca jendela sampingnya juga sudah dibuka.


Tidak ada hewan lagi  yang ditemukan oleh Azman, dan ternyata jalanan yang rusak itu hanya sepanjang lima ratus meter saja, karena kini dia sudah melintas di jalanan tanah berbatu yang cukup mulus untuk jalan di hutan.


Azman tidak menambah kecepatan mobilnya, karena jarak pandang yang terbatas oleh kabut, dan dia pun selalu berpatokan dengan gps navigasinya, untuk mencari tahu mana arah yang harus dia ambil.


Sudah dua jam Azman mengemudikan mobilnya di jalanan hutan itu, dan nampak jika sudah satu bungkus rokok dia habiskan.


Azman pun membuka bungkus yang baru, lalu kembali mengeluarkan sebatang rokoknya, dengan santai dia pun menyalakan rokoknya itu.


Waktu terus berjalan, dan nampak di jam mobil jika kini sudah jam empat pagi, mobil Azman juga kini sudah nampak melintas di jalanan aspal, berkat gps navigasinya Azman pun mengetahui jika lokasi masjid sudah tidak jauh darinya, “Aku bisa shalat subuh berjamaah, dan ini suatu berkah untukku”.


Azman hanya mengemudikan mobilnya dengan kecepatan empat puluh kilometer per jam, dan tepat jam setengah lima dia pun kini sampai di masjid yang di perlihatkan gps navigasi, Azman memarkirkan mobilnya di parkiran masjid dan ternyata masjid itu sangat besar.

__ADS_1


Masjid itu sendiri berarsitektur layaknya masjid di jawa tengah pada umumnya, dan bangunannya juga sangat megah, Azman juga bisa melihat dua menara masjid yang sangat tinggi.


Selesai memarkirkan mobilnya Azman pun turun dari dalam mobilnya, lalu melangkah ke dalam masjid, dia tidak langsung masuk kedalam masjid, melainkan melangkah ke area wudhu dan mengambil wudhu, bersamaan dengan terdengarnya suara Adzan subuh yang sangat merdu.


__ADS_2