Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Desa di tengah lembah 12


__ADS_3

“Pak Jaja, mereka yang akan ikut bersama anda, dan ada dua anjing pelacak juga yang akan di bawa, apakah anda memiliki barang milik Pak Azman yang bisa dijadikan sumber untuk anjing pelacaknya” Ucap Perwira Kepolisian yang sudah kembali dengan membawa lima belas orang anggotanya dan memang ada dua Anjing pelacak yang di bawa oleh dua orang anggota Kepolisian itu.


“Sebentar, saya coba lihat dulu barangnya Pak Azman, siapa tahu ada yang tertinggal di mobil” Ucap Pak Jaja yang kembali membuka pintu belakang mobilnya, dan menemukan kemeja Tim Sar yang sempat di gunakan Azman di pertemuan kemarin.


“Apakah ini bisa” Ucap Pak Jaja sambil memberikan kemeja tersebut ke Perwira Kepolisian tersebut dan dia yakin kemeja itu bisa dijadikan pelacakan oleh Anjing Pelacak karena memang hanya Azman yang mengenakan kemeja itu.


Perwira Kepolisian itu pun kemudian memberikan kemeja tersebut ke salah seorang anggotanya yang membawa anjing pelacak.


Dan Petugas tersebut kemudian mendekatkan kemeja Azman ke mulut anjing pelacak, nampak jika kedua anjing itu menggonggong  pertanda sudah mengenali bau badan Azman, kemeja itu tidak dikembalikan ke Pak Jaja namun dimasukkan ke kantong plastik transparan oleh petugas tersebut.


“Oke ayo kita berangkat, dan tetap hati - hati semuanya, serta saya harap tidak ada yang pergi sendiri namun tetap dalam rangkaian, jika harus berhenti atau hal lain wajib memberitahukan kepada ku, apakah kalian bisa memahami” Ucap Pak Jaja.


“Siap Ndan” Ucap lima belas petugas kepolisian itu yang sebelumnya sudah di beritahu oleh perwiranya jika Pak Jaja adalah Perwira dari TNI.


“Pak Jaja, mohon maaf ini radio komunikasi kami, saya pinjamkan kepada anda, jika ada sesuatu silahkan anda panggil saya” Ucap Perwira kepolisian itu sambil memberikan sebuah radio komunikasi ke Pak Jaja.


“Terima kasih, anda juga berhati - hatilah, saya tidak tahu ada apa di desa itu saat ini, dan saat ini kita tidak tahu mana kawan mana lawan” Ucap Pak Jaja dan dia berbicara seperti ini karena tidak biasanya Azman tidak ada kabar selama ini dalam proses penyelamatan atau pemberian bantuan.


“Baik Pak” Ucap Perwira kepolisian tersebut.


Pak Jaja pun langsung melangkah dan dia mengikuti petunjuk yang diberikan melalui gps berdasarkan lokasi terakhir Azman dengan lima  belas anggota kepolisian yang mengikutinya dan satu petugas yang membawa anjing pelacak nampak berjalan di sebelah Pak Jaja.

__ADS_1


Perwira Kepolisian itu tidak langsung masuk mobil melainkan dia tetap berdiri di depan mobil dan memastikan sampai Pak Jaja dan anggotanya tidak terlihat baru masuk kedalam mobil dan menjalankan mobil itu kembali untuk menuju desa di tengah lembah.


Jalanan yang dilalui Pak Jaja bukanlah jalan melainkan mereka berjalan di hutan dan kadang mereka harus memutar saat menemukan rintangan.


“Kita sudah hampir sampai” Ucap Pak Jaja karena melihat titik lokasi Gps hanya tinggal 20 meter lagi.


“Siap Ndan.” Ucap Petugas kepolisian yang berjalan di samping Pak Jaja.


Mereka terus melangkah dan berkat senter kepala yang mereka gunakan mereka pun berhasil sampai di titik lokasi tersebut namun tidak ada Azman disana.


“Tolong anjing pelacak mulai bekerja, dan coba cari keberadaan Pak Azman.” Ucap Pak Jaja sambil melihat sekelilingnya dan lokasi mereka saat ini ada di jurang dengan kedalaman lima puluh meter.


“Siap Ndan, dan yang lain gunakan saja senter besar untuk melihat area ini” Ucap salah seorang Petugas kepolisian yang membawa Anjing Pelacak dan langsung mengeluarkan kemeja milik Azman kembali untuk di ciumi oleh anjing pelacak.


Pak Jaja kini bisa melihat jika ada rumput yang menunduk, pertanda jika pernah ada orang yang tiduran di atasnya dan nampak juga ada darah yang masih cukup segar.


“Coba bawa anjing kalian kesini, gunakan bau darah ini saja, darah ini masih segar” Ucap Pak Jaja sambil berlutut di depan rumput yang ada darahnya.


“Apakah ini darah Pak Azman?” tanya salah seorang petugas kepolisian yang membawa anjing pelacak.


“Entahlah aku juga tidak tahu, namun milik siapapun pasti ada hubungannya dengan Pak Azman” Ucap Pak Jaja dengan penuh keyakinan.

__ADS_1


“Baik Ndan” Ucap Petugas kepolisian tersebut dan Pak Jaja kemudian berdiri memberikan ruang untuk petugas kepolisian tersebut bekerja.


Pak Jaja kemudian melihat ke arah lereng dan dia melihat jika rerumputan di lereng itu semua menunduk kebawah.


“Jadi Pak Azman terjatuh dari atas, namun apa yang membuat dia sampai terjatuh” Ucap Pak Jaja dalam hatinya sambil terus melihat ke arah lereng namun dia tidak bisa melihat lebih jauh karena gelap.


Kedua anjing pelacak yang sudah mencium bau darah itu nampak mulai berjalan dan Pak Jaja bersama dengan yang lainnya pun mulai mengikutinya.


“Tetap waspada dan tetap gunakan lampu sorot saja, jika ada senter besar maka gunakan saja, lebih baik kita menjadikan malam ini siang namun aman untuk kita” Ucap Pak Jaja dan nampak jika petugas kepolisian yang lainnya langsung mengeluarkan senter besar lalu menyalakannya.


Jurang itu kini menjadi terang akibat banyaknya lampu sorot yang digunakan oleh mereka.


Kedua anjing pelacak itu terus bergerak dan nampak sekali jika kedua anjing pelacak itu tidak kebingungan, langkah anjing sangat jelas memperlihatkan jika kedua anjing pelacak itu bisa mencium bau pemilik darah tersebut, ditambah beberapa kali mereka semua juga menemukan ceceran darah di tanah.


“Siapapun pemilik darah ini nampak sekali jika dia terluka cukup parah Pak, namun sepertinya lukanya sudah di bungkus karena kita sedikit menemukan ceceran darahnya” Ucap salah seorang  petugas kepolisian yang kebetulan berjalan di samping Pak Jaja.


“Dugaan kita sama, dan darah ini juga masih basah belum mengering, jadi pemiliknya belum lama melewati jalan ini, namun kita harus bisa menemukan pemilik darah ini karena ini petunjuk untuk menemukan Pak Azman” Ucap Pak Jaja.


“Kami akan berusaha semaksimal mungkin Pak” Ucap Petugas kepolisian itu memberikan dorongan semangat untuk Pak Jaja.


“Terima kasih, dan jika sampai pagi nanti kita tidak menemukan Pak Azman, saya akan memanggil anak buah saya juga untuk ikut mencari” Ucap Pak Jaja sambil menepuk pelan pundak petugas kepolisian tersebut.

__ADS_1


“Pak kenapa anda yakin jika Pak Azman tidak ada di dalam desa?” Tanya salah seorang petugas kepolisian yang berjalan di belakang Pak Jaja.


“Tadi saat saya meninggalkan desa di tengah lembah, Pak Azman masuk hutan dan dia nampak menyembunyikan sesuatu dari saya, sepanjang jalan saya memikirkannya dan ternyata dia meninggalkan sepucuk surat di dalam mobil yang saya temukan di laci dashboard, surat itu tulisan Pak Azman yang menyampaikan jika dia mencurigai banyak penduduk desa yang terlibat dengan kasus hilangnya ibu dan anak di desa itu, dia juga memberitahu saya jika kepala desa kemungkinan terlibat” Ucap Pak Jaja sambil mengeluarkan sepucuk surat dari saku kemejanya dan memperlihatkan ke petugas kepolisian itu.


__ADS_2