Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Desa di tengah lembah 15


__ADS_3

“Alasan saya karena saya lebih nyaman di masjid, saya juga ingin berdoa untuk keselamatan Pak Azman, apakah kau tahu jika selama saya hidup baru Pak Azman yang saya kenal selalu ikhlas berbagi untuk sesama, dia membantu tanpa pamrih dan selalu membantu sampai masalahnya selesai” Ucap Pak Jaja.


“Saya dulu pernah melihat berita tentang Pak Azman dan saya mengagumi beliau, kami semua juga berharap tidak ada hal buruk dengan Pak Azman” Ucap salah seorang petugas kepolisian.


“Dan rencana anda berikutnya apa Pak” Ucap Petugas polisi lainnya.


“Saya akan mendatangkan anak buah saya, untuk membantu proses pencarian, semakin cepat Pak Azman ketemu maka akan semakin baik” Ucap Pak Jaja dan mereka pun akhirnya sampai di masjid itu.


Pak Jaja pun langsung duduk di teras masjid bersama dengan satu petugas kepolisian sedangkan petugas kepolisian yang satu lagi nampak memeriksa area luar masjid untuk memastikan tidak ada hal yang membahayakan mereka.


Pak Jaja pun langsung mengambil telepon selulernya dan dia pun menghubungi Pak Umar melalui panggilan suara.


“Selamat pagi Komandan” Ucap Pak Umar memulai percakapan telepon tersebut.


“Pak Umar, saya dan Pak Azman sedang ada di suatu desa yang cukup terpencil dan saat ini Pak Azman tidak dapat ditemukan, jadi tolong anda bawa sebanyak mungkin orang kesini untuk membantu melakukan pencarian Pak Azman, koordinasi juga dengan TNI di dekat sini ya, saya akan kirimkan lokasinya sebentar lagi” Ucap Pak Jaja.


“Pak Azman hilang Ndan, baik saya ini sebenarnya baru sampai mau sampai rumah Pak Azman di Yogyakarta, rencananya mau memberi kejutan, namun malah saya yang jadi terkejut” Ucap Pak Umar yang terdengar sangat khawatir.


“Sudah, nanti saya ceritakan detailnya, sekarang kau upayakan bisa membawa banyak orang kesini ya” Ucap Pak Jaja.


“Siap Ndan, saya akan segera kesana” Ucap Pak Umar.


Pak Jaja pun kemudian mengakhiri panggilan telepon tersebut dan dia langsung mengirimkan lokasinya juga petunjuk untuk menuju desa di tengah lembah itu.

__ADS_1


“Ijin Pak, ada informasi dari komandan saya jika ditemukan bercak darah di area kamar, tepatnya di ranjang kayu namun sudah mengering, jadi kemungkinan sudah cukup lama,untuk lebih detailnya kami masih menunggu tim forensik” Ucap petugas polisi itu.


“Ternyata hidung saya ini masih normal ternyata, semoga saja semua misteri ini di ungkap, terutama para pembunuh itu” Ucap Pak Jaja.


“Pak Jaja, informasi lainnya adalah jika bekas motor trail itu ternyata hilang di jalan dekat hutan pinus karena terlindas oleh kendaraan kita” Ucap petugas polisi itu lagi sambil membaca pesan di telepon selulernya.


“Sampaikan untuk mencari yang bernama parman di desa sebelah, jadi dari pertigaan di hutan pinus itu yang lurus” Ucap Pak Jaja.


“Baik Pak” Ucap Petugas polisi yang langsung mengirimkan pesan ke komandannya.


“Saya mau masuk untuk shalat dan mendoakan Pak Azman, kalian beristirahatlah” Ucap Pak Jaja sambil berdiri dan langsung menuju area wudhu tanpa menunggu jawaban dari petugas polisi itu.


Petugas polisi itu pun kemudian menemui rekannya yang ada di luar masjid dan mereka kembali berkeliling area masjid.


“Maaf membuat kalian menunggu lama, aku barusan ketiduran di dalam, mari kita pergi, karena rombongan anak buah ku sudah hampir sampai” Ucap Pak Jaja. 


“Baik Pak, dan mohon maaf anda di tunggu komandan kami di tenda komando” Ucap Salah seorang dari petugas kepolisian sambil berdiri.


“Mari kita kesana” Ucap Pak Jaja yang langsung melangkah lebih dulu dan kedua petugas kepolisian itu pun langsung mengikuti Pak Jaja.


“Apa ada perkembangan dari kasus di desa ini?” Tanya Pak Jaja ke petugas kepolisian yang berjalan di sebelah kirinya yang tadi sempat memberikan informasi.


“Kepala desa dan keluarganya sudah ditemukan bersembunyi di desa sebelah, namun tersangka utama yang bernama Parman belum ditemukan, dan alasan komandan meminta anda datang juga terkait hal ini” Jawab Petugas kepolisian itu.

__ADS_1


“Jadi begitu, baguslah jika sudah ada titik terang, jadi aku dan anak buahku bisa nanti fokus mencari Pak Azman” Ucap Pak Jaja sambil mempercepat langkah kakinya.


“Pak Jaja, anda dari tadi membawa ransel besar, jika anda mau saya bisa membantu anda membawakannya” Ucap Petugas kepolisian satu lagi.


“Tidak perlu, ini perlengkapan pribadiku, dan aku sudah terbiasa membawa ransel ini naik turun gunung” Ucap Pak Jaja.


Beberapa menit kemudian mereka pun sampai di tenda komando dan Pak Jaja langsung memasukinya lalu duduk di kursi yang kosong, disana juga nampak ada dua perwira kepolisian baru yang belum dia kenal atau lihat sebelumnya


“Pak Jaja, maaf saya meminta anda datang kesini, karena saya ingin membahas perkembangan dari perkara di desa ini” Ucap Perwira kepolisian yang sudah Pak Jaja kenal.


“Silahkan di lanjutkan Pak” Ucap Pak Jaja.


“Berkat informasi dari anda kami berhasil mengamankan Kepala desa dan juga keluarganya, dia ternyata bersembunyi di desa sebelah, dan dari hasil interogasi awal kepala desa mengakui jika dia yang menyuruh lima warga desa untuk membakar rumah itu, karena dia ingin menghilangkan tempat kejadian perkara agar tidak ada petunjuk tentang ibu dan anak yang hilang, dan hal yang memancing dia melakukan ini adalah karena Pak Azman menemukan bekas darah di rumah itu” Ucap Perwira kepolisian itu lagi.


“Lalu bagaimana Pak, apa ada hal berkaitan dengan jenazah yang kita temukan di sumur tua makam kuno hutan pinus” Ucap Pak Jaja.


“Pak Jaja, kami sudah menemukan petunjuk dan menangkap salah satu pelaku pembuangan mayat, dan saat ini kami sedang mengejar pelaku utamanya yang bernama Parman, berdasarkan informasi yang kami terima, kemarin Parman setelah anda pergi Parman datang ke rumah kepala desa dan sebelum peristiwa rumah terbakar Parman muntah darah sehingga Parman buru - buru pergi dan berpesan agar kepala desa yang merupakan ayah kandungnya agar melarikan diri ke desa sebelah, untuk bersembunyi sementara” 


“Ada orang lain yang datang bersama dengan Parman saat itu dan dua - duanya muntah darah, namun lebih dulu Parman, mereka pergi satu motor, anda jangan khawatir kami akan mencari mereka sampai dapat” Ucap Perwira kepolisian itu menjelaskan.


“Saya tidak mendapat satu pun yang membahas Pak Azman” Ucap Pak Jaja yang memang lebih intens ke kesalamatan Azman.


“Hasil interogasi dari semuanya  tidak ada yang membahas Pak Azman Pak, tidak ada satupun yang mengetahui keberadaannya semalam” Ucap Perwira kepolisian itu lagi.

__ADS_1


__ADS_2