
“Karena dia mengancam nyawa saya, maka saya pun menembak ke lengan kanannya, kemudian orang itu langsung melarikan diri, karena saya tidak paham dengan situasinya, saya pun pergi dari sana dan secara tidak sengaja saya menemukan gua ini, lalu bersembunyi disini, rencananya malam nanti saya akan keluar untuk mencari anda” Ucap Azman sambil melihat ke arah Pak Jaja.
“Pak Azman, anda menembak orang yang melukai anda, apakah anda memiliki senjata api?” Tanya Pak Tino yang nampak bersiaga dan menjaga jarak dengan Azman demikian juga dengan anggota kepolisian yang ada disana.
Azman hanya tersenyum dengan reaksi dari pak Tino dan para petugas kepolisian itu, dia pun kemudian mengambil dompetnya dan mengeluarkan surat izin senjata apinya lalu memberikannya ke Pak Tino
“Ya, saya memiliki senjata api, dan surat izin saya juga lengkap, anda bisa memeriksanya” ucap Azman.
Pak Tino langsung memeriksa surat senjata yang diserahkan oleh Azman dan dia langsung mengetahui jika surat izin kepemilikan senjata api itu asli.
“Maaf Pak, bisa saya lihat senjata anda” Ucap Pak Tino yang masih memegang surat izin senjata Azman.
“Tentu saja, karena anda dari pihak kepolisian saya akan memperlihatkannya” Ucap Azman sambil mengeluarkan senjata api miliknya yang dia selipkan di pinggangnya lalu melepas magazine nya dan kemudian memberikannya ke Pak Tino.
“Terima kasih, maaf saya cek terlebih dulu ya Pak” Ucap Pak Tino yang langsung memeriksa senjata api tersebut dan juga mengeluarkan semua peluru dari magazine lalu menghitungnya, Pak Tino juga mencocokkan nomor senjata dengan surat izin yang dimiliki Azman.
“Semuanya sudah clear dan ini saya kembalikan kepada anda” Ucap Pak Tino sambil mengembalikan senjata api milik azman berikut magazine serta suratnya.
Azman pun menerimanya dan menyimpan kembali surat senjata serta senjata apinya.
“Pak Tino, tindakan Azman ini membela diri dan anda tidak bisa menuntutnya, karena memang dia menyelamatkan nyawanya, jadi ini sudah sesuai prosedur penggunaan senjata api” Ucap Pak Jaja yang tidak ingin Pak Tino mempersulit Azman.
“Iya Pak, saya tidak akan memperkarakan ini, namun siapa yang Pak Azman tembak itu yang jadi pertanyaan, karena tidak ada satupun warga desa yang mengalami luka tembak” Ucap pak Tino.
__ADS_1
“Apa anda yakin semua warga desa sudah bertemu dengan anda” Ucap Pak Umar.
“Maaf Ndan, namun ada satu rumah yang tidak membuka pintu untuk kami saat di desa, saat kami kesana dan mengetuk pintunya para tetangga mengatakan jika pemilik rumah sudah dua hari ke kota” Ucap salah seorang anggota kepolisian.
“Ini tidak masuk di akal, karena mbah Hardiyata mengatakan tidak ada warganya yang sedang keluar dari desa” Ucap Pak Jaja.
“Jika demikian segera ke rumah itu dan dobrak saja pintunya jika perlu, tahan juga semua yang menghalangi, jika memang dia terluka maka langsung tahan saja dia, ada kemungkinan dia terlibat dengan pembakaran rumah itu” Ucap Pak Tino sambil berdiri dan melihat ke anak buahnya.
“Menurut saya jangan dulu, kita keluar saja dulu dari sini dan kembali ke basecamp, lalu nanti kita kerahkan semua orang yang ada di kita untuk mengepung dan menyisir desa” Ucap Pak Jaja.
“Itu benar, penemuan baru ini berarti ada banyak pelaku yang terlibat dalam perkara yang terjadi di desa, jika anda langsung menangkap orang itu maka tidak menutup kemungkinan akan ada pelaku yang melarikan diri dan merepotkan anda, lagipula pelaku utama belum tertangkap dan jika sampai ada pelaku lain yang kabur maka anda juga yang dirugikan” Ucap Pak Umar.
“Anda benar Pak, oke, sekarang kita sama - sama ke basecamp saja, dan sebaiknya Pak Azman di tandu saja” Ucap Pak Tino.
“Tidak perlu Pak, saya masih kuat untuk berjalan, lagi pula sudah kebanyakan istirahat sayanya disini” Ucap Azman sambil berdiri.
“Siap” Ucap keduanya kompak dan serempak.
“Pak Tino pun kemudian berjalan di depan bersama dan nampak Azman bersama yang lainnya pun mengikuti.
“Pak Azman, telepon seluler anda kenapa tidak bisa di hubungi” Ucap Pak Jaja.
“Telepon seluler saya rusak pak, tapi telepon ini yang menyelamatkan saya dari sabetan pertama golok itu, saya menyimpan telepon seluler ini di saku kemeja dan dia yang tiba - tiba muncul di sebelah saya langsung menyabetkan goloknya ke dada namun mengenai telepon seluler saya” Ucap Azman sambil memperlihatkan telepon selulernya yang memang sudah dalam kondisi rusak.
__ADS_1
“Alhamdulilah ya, meski rusak namun nyawa selamat” Ucap Pak Jaja.
“Iya Pak, sepertinya orang itu mengikuti saya waktu saya keluar dari rumah yang terbakar” Ucap Azman.
“Tapi tunggu sebentar, ceceran darah yang kami temukan itu ke arah sungai kecil loh” Ucap Pak Jaja.
“Itu benar Pak, saya sudah mengeceknya juga dan sungai itu mengarah kedesa, delapan ratus meter dari lokasi terakhir ceceran darah itu ada jalan menuju desa” Ucap Pak Tino.
Sementara itu Daim nampak melayang sepuluh meter di atas mulut gua dan dia masih menghilangkan raganya agar tidak ada yang bisa melihatnya.
“Aku mulai merasakan aura Azman dari Gua itu, semoga saja mereka menemukannya” Ucap Daim berbicara dalam hatinya dan Daim sendiri sambil mengawasi area sekitarnya.
Tidak lama kemudian satu persatu mulai keluar dari mulut Gua, termasuk juga Azman.
“Azman, apakah kau terluka” Ucap Daim bertelepati dengan Azman setelah dia melihat Azman keluar dari dalam Gua.
“Daim, dimana kau, aku baik - baik saja” Ucap Azman yang juga bertelepati.
“Aku ada di atasmu, namun kau tidak akan bisa melihatku, syukurlah kau sudah ditemukan, Azizah sangat khawatir dengan mu” Ucap Daim.
“Daim sampaikan pada Azizah jika aku baik - baik saja, aku hanya luka ringan saja kok” Ucap Azman yang memang luka sabetan golok itu hanya menyerempet dan tidak dalam.
“Oke aku akan menyampaikannya, kau segeralah pulang jika sudah selesai” Ucap Daim sambil melihat Azman yang berjalan bersama dengan yang lainnya.
__ADS_1
“Daim, aku masih belum selesai di desa ini, ada banyak orang busuk di desa yang harus aku bereskan, dan aku perlu bantuanmu untuk menangkap semua makhluk gaib yang bersembunyi di desa lalu suruh mereka untuk menyerang baik orang - orang yang bekerja sama dengan mereka itu, jadi kita tahu siapa saja yang jadi pelaku kejahatan di desa, sudah ada orang yang meninggal dunia dan aku yakin ada banyak orang yang terlibat” Ucap Azman.
“Oke, aku akan segera melakukan permintaan mu, namun setelah makhluk terkutuk itu menyerang orang yang bekerja sama dengan mereka maka aku akan langsung menghapus keberadaan mereka” Ucap Daim.