Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Gunung Gelap Garut 23


__ADS_3

Azman terus berusaha menstabilkan badannya dan di tetap menjaga jarak dengan buto ireng tersebut karena dengan kondisinya saat ini hanya sedikit peluang yang dia bisa, dia pun melepas ranselnya dan menjatuhkan karena sudah tidak kuat untuk melemparnya.


“Aku harus bisa menebas lehernya dalam sekali serang dengan kapak ini, jika tidak maka kematian yang akan aku dapatkan, dengan tingginya yang di atasku, maka aku harus bisa melompat dengan tepat atau membiarkannya mencekik leherku sebentar, meski dengan resiko namun ini salah satu peluang yang aku miliki.” Ucap Azman dalam hatinya bersamaan dengan tangan dari buto ireng itu mencoba mencekik lehernya dan Azman hanya diam dengan tangan kanan memegang kapak yang sangat tajam tersebut.


Kedua tangan buto ijo hampir saja mengenai leher Azman dan kejadian ini di lihat oleh Pak Anton dan juga yang lainnya yang sontak hanya bisa menahan nafas takut jika Azman sampai kalah.


“Jangan ada yang gegabah, dia bukan lawan kita, jika Pak Azman gagal maka yang bisa kita lakukan adalah berdzikir disini, sekarang semuanya berdzikir dan fokus dengan dzikir saja.” Ucap Pak Anton mengingatkan anak buahnya dan semuanya termasuk dengan Pak Anton langsung berdzikir kecuali yang menjadi tersangka itu yang tersenyum puas.


Azman pun tetap diam hingga kedua tangan itu nyaris mencengkram lehernya dia pun langsung menunduk dan berputar ke belakang buto ireng tersebut dan belum sempat buto ireng memutar tubuhnya Azman langsung menyabetkan kapak tersebut dengan kedua tangannya dan tepat mengenai leher buto ireng itu hingga terputus.


Kepala buto ireng itu jatuh ke tanah di ikuti dengan badannya juga dan perlahan mulai memudar lalu menghilang dari pandangan Azman, Azman sendiri kini nyaris terjatuh dan berlutut di tanah dengan kedua tangan yang memegang dadanya yang masih terasa sangat sakit sedangkan kapak yang tadi di pegangnya kini sudah tergeletak di tanah tidak jauh darinya.


“Kalian berdua ikut aku, sepertinya Pak Azman sudah selesai dan memerlukan bantuan kita.” Ucap Pak Anton ke anak buahnya dan langsung berlari menemui Azman.


“Pak Azman, apakah anda terluka, biarkan anak buah saya saja yang memeriksa kondisi anda, karena mereka ini memang tim medis kami.” Ucap Pak Anton ke Azman setelah sampai di depan Azman yang masih berlutut dengan memegang dadanya.


“Dada saya terkena pukulannya dan apakah ada yang memiliki oksigen botol kaleng, jika ada tolong beri saya.” Ucap Azman.


“Pak Azman, kami memilikinya berkenan anda tiduran dulu agar kami bisa memeriksa luka anda.” Ucap Petugas medis dari Kepolisian itu dan Azman hanya mengangguk lalu dengan bantuan kedua petugas medis Kepolisian itu Azman pun dibantu untuk terlentang di atas tanah.


Dengan sigap kedua petugas medis Kepolisian itu pun memeriksa kesehatan Azman dan memberikan oksigen untuk Azman.

__ADS_1


“LUkanya tidak terlalu serius dan tidak ada tulang Patah atau luka dalam lainnya namun jika masih terasa sakit sebaiknya kami membawa anda ke rumah sakit agar mendapat pengobatan intensif.” Ucap Petugas medis Kepolisian itu.


“Tidak perlu, cukup dengan oksigen ini saja, jika ada salep pereda nyeri boleh saya minta untuk mengurangi dampaknya.” Ucap Azman.


Azman pun mendapatkan salep yang di inginkan dan petugas medis Kepolisian itu benar - benar dengan teliti merawat Azman.


Satu Jam Berlalu dan kini Daim pun sudah sampai di samping Azman, dia memilih untuk berdiri beberapa meter dari Azman.


“Pak Azman, oksigen kami sudah habis, dan bagaimana dengan kondisi anda.” Ucap Petugas medis kepolisian itu.


“Aku sudah lebih baik, mana Pak Anton, apa dia masih disini.” Ucap Azman sambil berusaha untuk duduk bersila di atas tanah.


Petugas medis itu pun kemudian meninggalkan Azman dan bergabung dengan teman - temannya untuk menerima arahan dari Pak Anton, Pak Anton juga tidak lama kemudian mendatangi Azman dan berjongkok di depan Azman.


“Pak Anton, saya sudah baikan dan ini saya kembalikan kapaknya, silahkan anda selesaikan tugas anda, lalu apakah anda sudah menemukan organ yang tanam di bawah Arca batu setengah badan itu.” Ucap Azman sambil memberikan kapak yang dipinjamnya tadi ke Pak Anton.


“Maaf Pak Azman kami belum memulai penghancurannya karena kami khawatir dengan kondisi anda, dan kami pun belum menemukan organ tubuh tersebut.” Ucap Pak Anton sambil menerima kapak tersebut dan menyimpannya di pinggangnya.


“Ya sudah, segera dimulai saja, semakin cepat selesai maka akan semakin baik, jangan takut karena tidak akan yang mengganggu kalian lagi.” Ucap Azman yang mulai berusaha berdiri.


“Ya sudah jika demikian, maka saya akan memulai penghancurannya, namun mohon tunggu sebentar ya Pak, karena kan kehadiran anda disini menjadi penyemangat untuk anak buah saya.” Ucap Pak Anton. Sambil membantu Azman berdiri.

__ADS_1


“Iya silahkan saja, saya akan menunggu sebelah sana saja.”Ucap Azman sambil menunjuk ke arah Pohon besar yang tidak jauh dari lokasinya lalu mengambil tas ransel miliknya itu.


“Siap Pak, terima kasih.” Ucap Pak Anton yang langsung kembali menemui anak buahnya sedang Azman melangkah ke arah pohon besar tersebut yang kini Daim pun berjalan di sampingnya.


“Azman, kau ini ceroboh namun beruntung.” Ucap Daim sambil berjalan di samping Azman.


“Ya, aku akui aku ceroboh, padahal aku merasakan adanya kekuatan gaib di mutiara hitam itu.” Ucap Azman.


“Ya sudah, kau istirahat saja dulu, dengan kondisi mu seperti ini aku akan menemani mu ke puncak gunung saja.” Ucap Daim.


“Lalu apakah tugasmu sudah selesai semuanya?.” Tanya Azman.


“Sudah beres, aku tadi membawa mereka semua ke alam ku dan menghabisinya disana, dan mereka jauh lebih kuat dari yang kau lawan ternyata.” Ucap Daim.


“Yang lemah saja pukulannya sangat menyakitkan, aku bahkan tidak tahu dengan jelas dia memukulku atau menendangku, lalu kenapa kau kembali kesini, dan tidak menemui istri - istrimu langsung.” Ucap Azman.


“Azman, aku khawatir denganmu makanya aku kembali kesini untuk memastikan keselamatan mu.” Ucap Daim.


“Aku hanya merasa sesak nafas saja tadi tidak lebih, dan aku sudah lebih baik sekarang, oh ya jika kau mau langsung ke duniamu maka silahkan saja, aku tidak keberatan, selesai mereka menghancurkan dan menemukan Arca batu setengah badan itu maka aku akan langsung ke puncak gunung menemui sahabatmu itu.” Ucap Azman.


“KIta kesana bersama - sama saja, aku juga akan membawa kakek tua itu ke alam ku agar dia bisa memulihkan kekuatannya, kau tahu kenapa mutiara hitam itu mengarah ke puncak gunung.” Ucap Daim.

__ADS_1


__ADS_2