
“Wah Pak Azman ini benar - benar bantuan yang tidak bernilai untuk kami semua, entah saya harus berkata apa lagi untuk kebaikan anda ini.” Ucap Pak Jaja sambil menerima dan menyimpan kembali kartu tanda anggotanya.
“Iya pak sama sama.” Ucap Azman yang kembali menghisap rokoknya dan melihat Pak Jaja yang berdiri.
“Kalian semua dengarkan aku baik baik, Pak Azman sudah memberikan bantuan fasilitas kesehatan untuk kalian dan juga keluarga inti kalian yang masuk kedalam kartu keluarga kalian tentunya, dan kalian akan di berikan kamar perawatan minimal kelas satu, semua biaya ditanggung oleh Pak Azman, ada seratus lima puluh rumah sakit yang tersebar di seluruh Indonesia ini, nanti aku akan berikan daftar rumah sakitnya dan syaratnya hanya memperlihatkan kartu tanda anggota Tim Sar kalian di tambah kartu keluarga saja, bukankah ini berkah untuk kita semua.” Ucap Pak Jaja yang sedikit bersuara keras dalam posisi berdiri sehingga semua anggota Tim Sar itu mendengar apa yang di ucapkan oleh Pak Jaja.
Pak Jaja langsung duduk kembali namun kini semua anggota Tim Sar itu berdiri dan berjalan lalu bersalaman dengan Azman untuk mengucapkan rasa terima kasih mereka atas bantuan Azman yang sangat berarti untuk mereka semua ini, Fasilitas pengobatan gratis yang diberikan oleh Azman untuk seluruh keluarga anggota Tim Sar ini merupakan hal yang sangat mereka tidak kira terlebih lagi mereka sudah mengetahui jika rumah sakit yang dimiliki oleh Azman adalah rumah sakit yang terbaik dan termewah yang ada di kota Jakarta.
Waktu berlalu dengan cepat dan kini sebagian sudah kembali duduk di kursi mereka, tumpukan nasi kotak juga sudah terlihat di dekat kasir rumah makan itu dan kasir rumah makan itu tampak mendatangi Azman.
“Pak Azman, semua nasi kotak sudah selesai kami siapkan namun maaf ternyata ini masih ada kelebihan pembayaran dan ada sisa lima ratus lima puluh ribu rupiah di kami.” Ucap Kasir rumah makan itu dan memberikan nota serta uang yang lebih ke Azman.
“Begini saja tolong belikan dulu rokok saya satu slop lagi dan kembaliannya untuk mu saja ya, terima kasih.” Ucap Azman sambil memberikan kembali uang tersebut ke kasir rumah makan.
“Baik Pak, alhamdulillah, makasih pak sebelumnya.” Ucap kasir rumah makan itu yang kemudian melangkah kembali meninggalkan Azman dan Pak Jaja.
__ADS_1
“Pak Jaja mohon bantuan kawan - kawan untuk membawakan nasi kotak itu ke dalam mobil.” Ucap Azman.
“Baik Pak Azman, Rekan Rekan semua tolong bantuannya untuk membawakan nasi kotak itu ke dalam mobil kalian yang masih kosong ya, dan disusun dengan rapi ya, kita akan segera melanjutkan perjalanan kita jika semuanya sudah selesa.” Ucap Pak Jaja yang sedikit keras agar semua anggota Tim Sar mendengarkannya.
Anggota Tim Sar langsung meresponnya dan mereka semuanya langsung mengambil nasi kotak tersebut lalu membawanya ke mobil mereka demikian juga dengan para pegawai rumah makan itu yg dengan sigap membantu membawakan.
Sepuluh menit berlalu dan kasir rumah makan itu pun sudah memberikan satu slop rokok lagi untuk Azman sehingga kini Azman memiliki dua slop rokok untuk persediaannya selama perjalanan.
Azman dan Pak Jaja keluar dari dalam rumah makan itu akan tetapi Azman tidak langsung masuk ke dalam mobil Pak Jaja melainkan dia ke motornya untuk menyimpan dua slop rokok tersebut dan hanya membawa tiga bungkus rokok saja yang dimasukkan ke dalam tas kecilnya, dia pun memberikan kunci motornya ke anggota Tim SAR yang memang ingin mengendarai motor besarnya itu.
"Berhati - hati ya, ingat utamakan keselamatan mu bukan motornya." Ucap Azman sambil memberikan kunci motornya.
"Iya, jika kau tahu jalannya di depan rombongan saja, jika tidak maka kau bersantai saja di dalam rombongan ya." Ucap Azman kembali.
"Saya di belakang mobil komandan saja Pak, takut nyasar saya nya, ntar malah jadi susah semuanya." Ucap anggota Tim SAR itu lagi.
__ADS_1
Azman pun hanya tersenyum dan mengangguk lalu langsung naik ke mobil Pak Jaja karena memang semua orang sudah siap untuk melanjutkan perjalanan mereka menuju lokasi longsor di kabupaten Bandung itu.
Rombongan itu langsung meninggalkan parkiran rumah makan dan melaju dengan kecepatan lima puluh kilometer per jam kadang sampai tujuh puluh kilometer per jam dengan mobil Pak Jaja paling depan.
"Ternyata keputusan kita jalan malam ini sudah sangat tepat Pak, jalanan kosong seperti ini, dengan begini paling lama satu jam kita akan sampai di lokasi bencana Pak." Ucap Pak Jaja sambil mengemudikan mobilnya.
"Iya Pak, alhamdulillah kita diberikan kemudahan dalam bentuk jalan yang lancar, Bapak sepertinya sudah sangat mengenal jalan pantai selatan ini dengan baik Pak." Ucap Azman.
"Ini karena kami sering melintasinya Pak, kami memang lebih banyak mengambil tugas wilayah selatan pulau jawa ini, dan kebetulan wilayah selatan pulau jawa ini memang lebih sering terkena bencana alam Pak jika dibandingkan dengan wilayah utara, hal ini juga yang menyebabkan kami lebih mengenal seluk beluk pantai selatan." Ucap Pak Jaja.
Azman tidak langsung berbicara kembali melainkan menyalakan sebatang rokoknya lagi dan sudah lima batang dia habiskan sejak meninggalkan parkiran rumah makan.
"Untuk wilayah selatan pulau Jawa ini masyarakatnya bagaimana Pak jika menurut Bapak, apakah lebih ramah atau sama saja Pak, secara saya kan mau berkelana sendirian jadi setidaknya perlu sedikit bocoran dari Bapak." Ucap Azman.
"Jika menurut saya semuanya sama Pak, yang baik ya baik dan yang jahat ya jahat namun persentase yang jahat hanya nol koma pak, mayoritas penduduk Indonesia kan baik baik dan mereka ringan tangan untuk memberikan bantuan ya meskipun ada saja yang bersikap cuek tapi jika di pedesaan pedesaan hampir semuanya baik kok Pak, anda tidak perlu khawatir toh anda memiliki senjata api resmi yang berizin bukan." Ucap Pak Jaja.
__ADS_1
"Pak Jaja, saya meskipun memiliki senjata api resmi juga paling anti menggunakannya, seandainya saya melakukan penembakan juga paling banter dengan peluru hampa atau karet itupun jika memang sangat darurat dan nyawa saya sebagai ancamannya, satu hal yang tidak saya mau yaitu mengambil nyawa orang lain Pak." Ucap Azman.
"Pak Azman, anda benar jika tidak benar benar darurat maka jangan digunakan ya, dan anda tahu kuliner pantai selatan lebih nikmat Pak daru wilayah utara, dan jika anda suka makan di warung - warung nasi kecil maka kadang anda akan menemukan makanan khas daerah yang kaya rasa dengan harga yang sangat murah loh Pak." Ucap Pak Jaja.