Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Gua Kematian 15


__ADS_3

Pak Danu pun kemudian menyimpan kembali kantong plastik bening tersebut ke dalam tas ransel yang dia gunakan lalu membuka pintu yang menuju ke halaman belakang itu.


Mereka bertiga kemudian berjalan memasuki pintu tersebut dan sampai di halaman belakang rumah itu, nampak jika di tengah tengah tanah kosong itu ada sebuah bangunan kayu yang nampak sudah sangat tua namun masih terlihat sangat kokoh dan terawat.


“Sepertinya ini rumah pertama mereka, sayang tidak ada Pak Tatang disini jadi kita tidak mengetahui informasi soal bangunan kayu ini.” Ucap Azman.


“Suamiku, sebelum kita masuk sebaiknya kita melingkari rumah ini terlebih dulu, bukankah katanya suka ada banyak kelelawar hitam terbang disini namun aku tidak melihat adanya kotoran kelelawar disini, halaman ini nampak sungguh bersih dan taman di sini juga nampak sangat terawat, akan tidak masuk di akal jika kelelawar terbang dan berkumpul disini.” Ucap Azizah.


“Saya akan menunggu di teras itu saja dulu ya Pak Azman.” Ucap Pak Danu sambil menunjuk ke kursi kayu yang ada di teras rumah kayu tersebut.


“Silahkan Pak, kami akan melihat sekeliling terlebih dulu.” Ucap Azman sambil kemudian berjalan dan Azizah pun mengikutinya.


“Kau benar istriku, semua area taman bunga ini bukan merupakan area yang disukai oleh kelelawar.” Ucap Azman sambil memperhatikan sekitarnya.


“Jika aku lihat, disini banyak pohon kayu manis, dan pohon ini tidak disukai kelelawar, bahkan penerangan disini lebih baik dari penerangan di area depan rumah.” Ucap Azizah.


“Kau benar soal itu, kelelawar memang tidak menyukai pohon kayu manis dan juga tidak suka dengan area yang super terang seperti disini, aku juga tidak mencium bau yang menyengat disini.” Ucap Azman.


“Suamiku, lihatlah disini juga banyak pohon Eucalyptus, bahkan bangunan ini juga dilapisi dengan kayu pohon Eucalyptus.:” Ucap Azizah sambil memegang salah satu dinding bangunan kayu itu.

__ADS_1


“Kau benar, aku bahkan tidak akan tahu jika kau tidak memberitahuku, ini sekalian dari pohon Eucalyptus juga dari pohon kayu manis, ini sungguh bertentangan dengan kelelawar.” Ucap Azman.


“Sebaiknya kita masuk kedalam saja dan melihatnya, aku yakin ada hal menarik di dalam rumah kayu ini.” Ucap Azizah.


“Iya itu memang mungkin baiklah ayo kita kembali ke depan.” Ucap Azman dan mereka berdua pun langsung kembali ke bagian depan rumah kayu itu untuk menemui Pak Danu agar bisa segera memasuki rumah kayu tersebut.


“Pak Azman, apakah ada yang anda temukan.” Ucap Pak Danu yang sedang duduk di kursi kayu yang ada di teras rumah kayu itu.


“Tidak ada Pak, kami hanya menemukan keanehan dari bangunan ini saja, coba anda lihat dengan detail dindingnya, dinding bangunan ini dilapisi oleh kayu putih dan juga kayu dari pohon Eucalyptus dan kedua tanaman ini sangat tidak di sukai oleh kelelawar, namun Pak Tatang dan semua penduduk desa katanya suka melihat ada kelelawar hitam beterbangan disini.” Ucap Azman.


Pak Danu tidak langsung menjawabnya melainkan dia berdiri dan meraba dinding rumah kayu itu dan Pak Danu langsung mengetahui apa yang di ucapkan oleh Azman adalah kebenaran.


“Anda benar Pak Azman, pelaku malah mendesain rumah kayu ini agar aman dari kelelawar, bahkan bersusah payah untuk menempelkan kayu - kayu pelapis ini.” Ucap Pak Danu.


“Baik jika demikian, saya sudah mengeceknya tadi dan tidak terkunci sebentar biar saya buka terlebih dulu.” Ucap Pak Danu yang langsung berjalan menuju ke pintu rumah kayu lalu membuka pintu tersebut.


Sesaat pintu itu terbuka puluhan kelelawar langsung beterbangan keluar dan nyaris saja menabrak Pak Danu yang berdiri di depan pintu, beruntung Pak Danu dengan sigap menghindar dan menutup kembali pintu rumah kayu itu.


“Jadi rumah ini sarang kelelawarnya, dan dengan semua yang ada disini nampak jelas jika pelaku membuat kelelawar kelelawar disini tidak nyaman.” Ucap Azman sambil melihat ke arah kelelawar yang berhasil keluar dari dalam rumah kayu tersebut dan terbang menjauhi area itu.

__ADS_1


“Jika dilihat dari arah kelelawar itu maka kelelawar itu mengarah ke arah sumur keramat itu, Pak Danu bisa anda hubungi anak buah anda yang berjaga disana dan minta informasi jika kelelawar - kelelawar itu memasuki sumur keramat.” Ucap Azizah.


“Baik Bu.” Ucap Pak Danu yang langsung mengambil telepon selulernya lalu menghubungi anak buahnya yang dia minta untuk berjaga di sumur keramat.


Cukup lama Pak Danu menghubungi anak buahnya itu dan kemudian Pak Danu pun menyimpan kembali telepon selulernya di saku celananya.


“Benar, ternyata kelelawar itu memasuki sumur keramat itu, anak buah saya sudah memastikannya jika semua kelelawar yang keluar dari rumah kayu ini masuk ke sumur keramat.” Ucap Pak Danu.


“Jika begitu maka kelelawar itu kembali kedalam Gua kematian.” Ucap Azizah.


“Pak Danu, bisa anda buka lagi pintu itu, dan biarkan semua kelelawar itu keluar, anda jangan khawatir karena tidak akan menjadi masalah untuk penduduk desa ini, kan semua kelelawar akan masuk ke Gua Kematian.” Ucap Azman.


“Pak Azman, bukankah itu akan menjadi masalah untuk kita besok yang akan memasuki Gua Kematian.” Ucap Pak Danu.


“Perkara besok biar kita cari jalan keluarnya Pak, kita selesaikan dulu saja perkara disini jadi tidak ada tanda tanya lagi.” Ucap Azman dan Pak Danu nampak berpikir keras karena dihadapkan dengan pilihan seperti ini.


“Baiklah, urusan besok kita pikirkan besok, saya juga penasaran dengan apa yang ada di dalam rumah ini.” Ucap Pak Danu yang langsung membuka kembali pintu kayu itu namun dia sudah lebih siap sehingga saat ribuan kelelawar keluar dia sudah bisa menghindarinya.


Ribuan kelelawar yang keluar dari rumah kayu itu menjadi fenomena sendiri untuk mereka bertiga demikian juga untuk Pak Tatang dan semua anggota kepolisian yang ada di desa itu, namun tidak ada satu penduduk pun yang mengetahuinya karena mereka sebelumnya sudah dilarang untuk keluar dari dalam rumah mereka.

__ADS_1


Setengah jam sudah berlalu dan kini semua kelelawar sudah meninggalkan rumah kayu itu, Pak Danu juga sudah melempar senternya ke dalam rumah kayu sehingga kini bagian dalam rumah kayu itu sedikit terang, tapi masalah tidak berhenti di sana karena kini semuanya mencium bau menyengat yang sangat tidak enak untuk mereka cium.


Ya bau itu berasal dari kotoran kelelawar yang ada di dalam rumah kayu tersebut yang sebelumnya tidak mereka cium karena pintunya tertutup, Azman dan Pak Danu pun menutup hidung mereka dengan menggunakan tangan sedangkan Azizah memilih untuk berpura - pura kebauan juga padahal dia tidak terlalu terpengaruh dengan bau menyengat itu jadi dia hanya berpura pura menutup hidung mancungnya itu.


__ADS_2