Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Desa di tengah lembah 7


__ADS_3

Azman terus berlari dengan hati - hati karena dia tidak ingin terjadi hal yang tidak dia inginkan, ditambah itu dia tidak ingin ada warga desa yang sampai melihatnya.


Dengan penuh perjuangan Azman pun berhasil tiba di lokasi yang dia tuju.


“Aura itu dari sini namun kenapa sekarang aku tidak lagi merasakannya” Ucap Azman berbicara sendirian dalam hati sambil melihat sekelilingnya.


Hujan semakin deras dan tidak ada tanda - tanda jika hujan akan berhenti, Azman pun kemudian kembali berjalan dan dia tetap berada di dalam hutan jati, langkah demi langkah Azman lalui hingga di sampai di sebuah hutan bambu yang nampak sangat rapet.


“Jadi dari sini asalnya, coba aku lihat apa yang ada di hutan bambu ini” Ucap Azman berbicara sendiri sambil berjalan perlahan memasuki area hutan bambu.


Hujan yang semakin deras tidak menyurutkan Azman untuk mengetahui asal dari aura gaib yang dia rasakan dan tidak lama kemudian Azman melihat sebuah rumah gubuk yang semuanya terbuat dari bambu.


Rumah gubuk bambu itu berada di tengah hutan bambu dan area di sekitar rumah gubuk bambu juga cukup lapang.


“Setidaknya ada tempat untuk aku berteduh” Ucap Azman sambil melangkah menuju rumah gubuk bambu dan dia langsung duduk di sebuah bangku panjang yang ada di teras, bangku panjang itu juga terbuat dari bambu.


Lima belas menit berlalu dan Azman tidak membuka jas hujannya namun dia malah menyalakan sebatang rokoknya lalu menghisapnya perlahan.


“Entah ini milik siapa, namun setidaknya aku bisa berteduh disini” Ucap Azman sambil berdiri kembali dan berjalan ke arah pintu rumah gubuk tersebut.


“Assalamualaikum” Ucap Azman sambil mengetuk pintu gubuk bambu namun tidak ada balasan sama sekali sehingga Azman memilih untuk mendorong pintu bambu tersebut dan pintu bambu tersebut ternyata tidak terkunci sehingga terbuka cukup lebar.


Azman pun memilih untuk memasuki gubuk bambu dan dia melihat jika gubuk itu kosong, tidak ada seorang pun disana, dan hanya ada satu bale - bale yang juga terbuat dari bambu.


“Jadi gubuk bambu ini hanya sebagai tempat istirahat, sebaiknya aku shalat magrib terlebih dulu” Ucap Azman sambil kembali melangkah keluar dan dia mengambil wudhu dengan tetesan air hujan karena dia tidak mengetahui dimana sumber air sedangkan waktu shalat magrib hanya tersisa sedikit saja.

__ADS_1


Azman dengan khusuk melaksanakan ibadah shalat maghrib dan juga isya di gubuk bambu tersebut, lalu kembali ke teras gubuk dan duduk di bangku sambil menikmati rokoknya.


Sudah hampir malam namun Pak Jaja belum juga menghubungi Azman, dan Azman juga sebelumnya sudah mengirim pesan singkat ke Pak Jaja, agar mengabarinya jika sudah akan kembali bersama dengan petugas kepolisian.


“Aku sudah memeriksa gubuk ini dengan teliti namun tidak ada apapun disini, dan tadi sebelum aku memasuki area hutan bambu, aku merasakan aura gaib namun entah kenapa sampai sini aura itu malah hilang” Ucap Azman dalam hatinya sambil mengawasi sekitarnya dan sebelumnya Azman juga sudah menghilangkan jejak keberadaannya di gubuk bambu tersebut.


Azman terus duduk di bangku dengan sangat waspada, karena dia belum sepenuhnya yakin jika tidak ada bahaya di tempat itu.


Waktu menunjukkan jam sepuluh malam, hujan pun kini sudah berhenti dan Azman merasakan jika banyak aura gaib dari arah desa.


“Sepertinya pertunjukan sudah dimulai” Ucap Azman sambil berdiri dan melangkah meninggalkan gubuk bambu.


Baru dua meter Azman melangkah dan dia merasakan jika ada yang mengawasinya dari arah gubuk bambu sehingga Azman pun memutar tubuhnya dan kembali menghadap ke arah gubuk bambu.


“Tunjukkan dirimu, atau aku yang akan memaksamu untuk muncul” Ucap Azman berbicara cukup keras dan dia melihat ke atas gubuk bambu.


Azman hanya berdiri dengan penuh kewaspadaan dan terus melihat ke arah asap tebal berwarna abu - abu tersebut.


Sesosok makhluk besar mulai nampak terlihat dari dalam asap abu - abu tersebut dan asap itu juga perlahan mulai menghilang.


Sosok itu adalah sosok laki - laki yang bertubuh besar dan juga sangat tinggi, Azman memperkirakan jika tinggi makhluk yang menyerupai manusia itu kurang lebih dua setengah meter.


Sosok itu juga memiliki rambut panjang yang berantakan, dan Azman bisa melihat jika wajah sosok tersebut sangat pucat seperti mayat.


Suhu udara juga menjadi sangat dingin.

__ADS_1


“Siapa kau dan ada perlu apa kau dengan ku” Ucap Makhluk tersebut sambil melayang dan kemudian berdiri di depan Azman.


“Namaku Azman dan siapa kau?” Ucap Azman yang tetap tenang namun dia sangat waspada.


“Azman, kau sangat berani datang ke sini, apa keperluanmu” Ucap Makhluk tersebut dan Azman bisa mencium bau busuk yang sangat menyengat saat makhluk itu berbicara, bau seperti bangkai yang sudah mulai membusuk.


Azman hanya tersenyum dan dia langsung memutar tubuhnya lalu menendang bagian leher makhluk tersebut, hingga membuat makhluk itu terjatuh ke tanah.


“Makhluk biadab, kau tidak bisa diajak bekerja sama maka kau sebaiknya mati saja” Ucap Azman sambil melompat dan langsung meninju kepala makhluk tersebut.


Cukup lama Azman menyiksa makhluk tersebut dan nampak jika makhluk itu dibuat tidak berkutik oleh Azman.


“Azman aku menyerah dan aku akan menjawab semua pertanyaan mu” Ucap Makhluk tersebut sambil berlutut di depan Azman.


“Aku akan tetap menghancurkan mu meskipun kau sekarang memilih bekerja sama dengan ku, siapa kau dan apa maksud kedatangan mu ke desa ini” Ucap Azman.


“Aku hanyalah arwah, dan aku di tugaskan untuk menakuti warga desa agar mereka meninggalkan desa ini” Ucap Makhluk tersebut.


“Apa yang kau dapatkan jika kau berhasil dan siapa yang menyuruhmu” Ucap Azman.


“Ada manusia yang membangunkan kami dan dia menyampaikan jika kami berhasil maka kami akan mendapatkan tumbal bayi setiap bulannya” Ucap makhluk tersebut sambil tetap berlutut di depan Azman.


“Kenapa kalian menurut ke manusia itu, bukankah kalian tidak pernah mengikuti keinginan manusia” Ucap Azman.


“Manusia itu sudah menumbalkan satu perempuan yang sedang hamil dan berkata akan memberikan satu perempuan lagi sebagai hadiah untuk kami” Ucap Makhulk tersebut.

__ADS_1


Azman tidak langsung berkata lagi namun dia menarik nafas dalam - dalam, dia berusaha menenangkan pikirannya, karena dia saat ini sudah sangat marah karena yakin jika wanita hamil yang dimaksudkan oleh makhluk itu adalah salah satu dari ibu dan anak yang hilang dari desa.


__ADS_2