
“Apakah malam ini aman untuk semua orang yang ada disini?.” Tanya Azman.
“Kami kan tidak akan tidur, jadi kami akan berusaha agar situasi tetap aman untuk kalian semua, tapi biasanya tidak sebanyak tadi yang hendak keluar dari desa terkutuk itu.” Ucap Pemimpin arwah leluhur.
“Apakah ada hal yang menyebabkan makhluk makhluk itu hendak keluar dari sana.” Ucap Azman.
“Ini karena banyaknya manusia disini, jadi mereka ingin mengganggu semua manusia disini dan merasukinya agar mau masuk ke kawasan desa terkutuk.” Ucap Pemimpin para Arwah.
“Jadi Seperti itu, mereka ingin menambah manusia untuk di desa terkutuk.” Ucap Azman.
“Benar dan kau beristirahatlah sekarang, kami berdua memerlukan mu untuk tetap segar nanti pagi.” Ucap Daim.
“Iya benar kau harus beristirahat, dan kami yang akan menjaga mereka semua.” Ucap Pemimpin para arwah yang lebih terlihat seperti mayat hidup dari pada arwah.
“Baiklah, aku akan beristirahat dulu, tapi gimana aku bisa beristirahat jika kalian berdua berdiri di depan ku seperti ini dan terus menerus berbicara kepada ku.” Ucap Azman.
Keduanya kemudian menghilang dan Azman pun langsung berbaring dan tertidur dengan pulas di tendanya itu, sementara itu semua orang yang ada di sana tetap berdzikir secara bergantian bahkan banyak pula yang berdzikir di tendanya masing masing untuk menjaga keluarga atau sahabat mereka yang sedang beristirahat.
Tidak ada gangguan apapun malam itu dan adzan subuh pun berkumandang yang di kumandangkan oleh salah seorang anggota kepolisian yang ikut serta dalam aksi penyelamatan desa terkutuk.
Azman juga sudah terbangun dari tidurnya dan juga sudah mengambil wudhu serta sudah duduk di atas sajadah untuk menjadi imam shalat subuh berjamaah itu dan sesuai arahan Azman semuanya menghentikan kegiatan dzikir mereka dan ikut untuk shalat subuh berjamaah bersama.
Shalat subuh pun kini sudah selesai dan dilanjutkan dengan dzikir bersama kembali di lokasi lokasi yang sudah ditentukan sedangkan Azman memilih untuk berkeliling untuk menemui para relawan yang sudah datang karena ajakannya kemarin.
Satu persatu menggunakan kesempatan itu untuk berfoto bersama Azman dan banyak juga yang memilih untuk melakukan siaran langsung di sosial media mereka yang langsung di lihat oleh ribuan bahkan ada yang sampai jutaan orang, pihak media juga sama mereka menjadikan Azman sebagai bintang mereka dan merekam semua yang Azman lakukan pagi ini.
__ADS_1
Waktu terus berlalu dan sudah sebagian besar relawan di temui oleh Azman kini sudah jam 06.30 Wib dan Azman bersama yang lainnya pun menikmati sarapan mereka di tenda utama karena kali ini sarapan prasmanan itu disajikan disana.
Azman seperti biasa selesai sarapan dia pun menikmati segelas kopi hitam tanpa gula dan ditemani dengan rokoknya yang tidak pernah putus.
“Pak Azman, maaf anda sehari menghabiskan berapa bungkus rokok, dari semalam saya lihat anda sampai tidak pernah putus dengan rokok.” Ucap Perwira Kepolisian.
“Entah Pak, kalau tidak salah mungkin sudah lima bungkus.” Ucap Azman.
“Saya saja hanya dua bungkus Pak.” Ucap Pak Bupati.
“Sama saya juga hanya habis dua bungkus sehari.” Ucap Perwira Kepolisian itu.
“Oh Iya Pak apakah saya boleh meminjam dua tongkat baton milik petugas Kepolisian, karena saya tidak jadi menggunakan parang, sepertinya terlalu heboh.” Ucap Asman.
“Bisa Pak, sebentar saya ambilkan dulu Pak.” Ucap Petugas kepolisian itu sambil bergegas berdiri dan melangkah keluar dari tenda utama.
“Baiklah saya akan menunggu mereka, namun jika jam delapan pagi ini mereka belum sampai maka saya akan tetap masuk Pak.” Ucap Azman.
“Iya Pak Azman, jika memang mereka terlambat maka saya yang akan menyampaikannya langsung.” Ucap Pak Jaja.
“Sebenarnya saya tidak menyangka akan ada banyak orang yang mendukung aksi ini, dan semoga saja kedepannya dalam bencana apapun tetap ramai seperti ini, terlebih lagi di wilayah cianjur ini yang suka ada bencana alam.” Ucap Azman.
“Iya Pak Azman, saya juga berharap hal seperti ini terus ada, dan bukan hanya karena anda saja mereka datang.” Ucap Pak Jaja.
“Saya mulai menyukai hal seperti ini Pak, dan saya akan hadir dalam semua kegiatan penyelamatan yang dilakukan oleh Tim SAR di wilayah saya.” Ucap Pak Bupati.
__ADS_1
“Pak Azman, maaf melenceng sedikit, namun saya penasaran dengan motor bapak itu, itu yang seribu cc apa yang seribu dua ratus ya Pak.” Ucap Perwira dari TNI.
“Itu yang seribu dua ratus pak. Karena memang saya lebih suka versi yang ini yang saya pakai.” Ucap Azman.
“Jadi Bapak memiliki beberapa motor besar seperti ini.” Ucap Perwira dari TNI itu.
“Benar Pak, saya memilikinya namun tidak semuanya motor besar ada juga kok motor motor ber cc kecil.” Ucap Azman yang tidak ingin menyombongkan dirinya.
“Wah, Seandainya saya seberuntung bapak bisa memiliki banyak motor besar.” Ucap Perwira dari TNI itu lagi.
“Tidak enak Pak punya banyak motor, biaya perawatan dan juga biaya biaya pajaknya kadang bikin saya kesel Pak.” Ucap Azman sambil tertawa ringan bersamaan dengan datangnya kembali Perwira Kepolisian itu.
“Pak Azman, ini Pak tongkat baton nya, dan ini untuk Bapak saja karena ini milik pribadi saya bukan milik anggota saya.” Ucap Perwira Kepolisian itu sambil meletakan Dua Tongkat Baton Dinas Kepolisian di atas meja di depan Azman dan kembali duduk di kursinya yang tadi dia duduki.
“Wah terima kasih banyak Pak, saya sungguh beruntung mendapatkan ini.” Ucap Azman.
“Iya Pak, sama sama, kebetulan saya menyimpannya di mobil saya, jika bapak mau saya juga memiliki sebuah rompi anti peluru namun bukan jatah kepolisian melainkan yang saya beli sendiri Pak.” Ucap Perwira Kepolisian itu lagi.
“Tidak Pak, jika itu saya juga punya namun malas memakainya karena panas Pak.’ Ucap Azman sambil tersenyum ramah.
“Pak Azman, apakah jadi dengan sangkurnya?” Tanya Pak Jaja.
:”Tidak pak, cukup dengan ini saja, kebetulan saya sebenarnya lebih terbiasa dengan menggunakan tongkat dari pada pisau atau parang, karena ini benda yang legal jadi enak untuk di bawa bawa Pak.” Ucap Azman.
“Benar Pak, ini benda Legal jika sangkur di bawa sembarangan bisa menyebabkan masalah.” Ucap Pak Jaja lagi.
__ADS_1
“Pak Jaja, nanti jika saya memanggil bapak melalui radio komunikasi maka Bapak dan rekan rekan yang lain langsung masuk saja ya Pak tidak perlu menunggu saya keluar untuk mempersingkat waktu tentunya.” Ucap Azman.