Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Gunung Lawu 3


__ADS_3

“Azman sudah jangan kau pikirkan, nanti aku cari tahu kebenarannya, karena tidak mungkin jika arwah bisa berwujud manusia dan kau tidak menyadarinya, kecuali dia adalah kaum ku” Ucap Daim yang berdiri di samping Azman.


“Iya, aku juga berpikiran serupa denganmu, tapi apa maksud tujuannya itu yang aku pikirkan” Ucap Azman.


“Untung aku ikut dengan mu kali ini, kau tahu jika itu kaum ku dan dia berniat jahat kepadamu akan susah untuk mu melawannya” Ucap Daim.


“Aku ingat pesan dia terakhir, agar aku datang ke puncak Candi Cetho, dan dia berkata akan menunjukkan kebenaran kepadaku” Ucap Azman.


“Besok kita akan kesana” Ucap Daim.


“Tapi kenapa harus besok, kenapa tidak malam ini saja kita kesana” Ucap Azman.


“Karena jika malam ini dengan kondisi alam seperti ini kau akan membuatku repot, aku bisa terbang dan berteleportasi kesana, tapi kau harus berjalan kaki bukan” Ucap Daim.


“Ya Sudah, jika begitu besok saja, oh iya kenapa kau ingin menginap di desa ini” Ucap Azman.


“Karena aku ingin ke rumah Mbah Mirno dan menghancurkan makhluk terkutuk yang ada disana, aku tidak suka ada makhluk terkutuk yang menampakkan diri ke manusia dan menakuti manusia” Ucap Daim sambil mengepalkan tangannya dan nampak sangat marah.


“Daim, apapun yang kau lakukan ingat jangan sampai emosi mengalahkan pikiranmu” Ucap Azman mengingatkan Daim, karena takut jika sampai Daim emosi maka akan mengeluarkan kekuatannya yang bisa membuat alam murka.


“Azman, aku tahu itu, kau tidak perlu khawatir, dan Kau keluarlah, sudah bosan aku kau awasi terus” Ucap Daim sambil melihat ke arah pojokan teras yang mengarah ke tempat wudhu.


Azman pun langsung melihat ke arah itu dan tiba - tiba nampak sesosok bayangan yang tidak lama kemudian berubah menjadi sosok kakek - kakek.


“Kaum Jin juga, semoga dia kaum Jin yang baik” Ucap Azman dalam hatinya sambil melihat sosok kakek tersebut yang sedang berjalan ke arahnya.


“Assalamualaikum, Maaf jika saya tidak sopan dengan kalian berdua” Ucap kakek itu setelah ada di depan Azman dan Daim namun tidak menyodorkan tangannya melainkan kedua tangan kakek itu nampak ada di belakang pinggangnya.

__ADS_1


“Walaikumsalam, siapa kau dan kenapa kau mengawasiku” Ucap Daim pelan namun masih terdengar.


“Kalian bisa memanggilku Soerja, aku hidup di desa ini, lebih tepatnya di masjid ini, maaf jika aku mewaspadai mu, karena meskipun kau menghilangkan aura mu aku masih bisa menebak jika kau adalah kaumku” Ucap sang kakek yang mengaku bernama Soerja.


“Soerja, aku Daim, dan ya aku sama seperti mu, ini Azman saudaraku” Ucap Daim dengan sorot mata yang sangat tajam dan Azman merasakan yang merasakan aura Daim sedikit keluar.


“Daim, aura mu” Ucap Azman mengingatkan, dan Daim langsung menarik kembali auranya.


“Daim dan Azman, senang bisa berjumpa kalian, maaf ini pertama kalinya aku menampakkan diriku setelah sepuluh tahun ini jadi aku kurang terbiasa, sepertinya kalian ini datang untuk Mirno” Ucap kakek Soerja.


“Benar, apa yang kau ketahui tentang dia, dan kau tinggal di masjid ini kenapa?, ini sedikit aneh menurutku” Ucap Daim.


“Aku tidak berani keluar dari area Masjid ini, terlalu banyak kaum kita disini dan aku malas bertarung dengan mereka, soal Mirno ya dia juga kaum kita” Ucap Kakek Soerja.


Hujan tidak ada tanda akan reda, dan nampak jelas jika hujan itu semakin deras bahkan di sertai kilatan - kilatan halilintar.


“Kalian berdua dengarkan baik - baik, tidak semua kaum Jin menyukai manusia yang berkemampuan seperti Azman ini, dan kadang ada kaum Jin yang berbuat aneh seperti manusia, salah satunya Mirno” Ucap kakek Soerja.


“Soerja, jangan berbelit, dimana Mirno sekarang, aku akan meminta penjelasan darinya, jika penjelasannya tidak masuk di akal, maka aku akan menganggap dia musuhku” Ucap Daim yang meskipun suaranya pelan namun terdengar sangat tegas.


“Daim, jika kau ingin menemui Mirno maka dia ada di puncak Candi Cetho, namun aku sarankan kau tidak mengganggunya, aku sudah pernah menegurnya dan berakhir dia menyerangku, itulah kenapa aku memilih untuk berdiam diri di masjid ini” Ucap kakek Soerja.


“Kau diam di Masjid tapi tidak ikut shalat berjamaah, apa maksudmu” Ucap Daim.


“Aku tadi shalat berjamaah namun di teras ini, karena aku curiga jika kau kaumku dan sejalan dengan Mirno” Ucap Kakek Soerja dan Azman merasakan jika ada banyak makhluk gaib yang terbang di atasnya.


Daim juga merasakan hal yang sama dan dia nampak cukup waspada.

__ADS_1


“Apa mereka anak buah dari Mirno” Ucap Daim.


“Benar, mereka mencariku namun mereka tidak bisa masuk ke area masjid ini” Ucap Kakek Soerja.


“Apa yang sebenarnya kau lakukan, kau ini kan bertugas menghabisi mereka, kenapa kau jadi penakut dan bersembunyi, benar - benar membuatku malu” Ucap Daim.


“Daim, aku tidak takut dengan mereka, namun ketahuilah ada kekuatan besar yang melindungi mereka dan aku tidak mampu untuk melawannya” Ucap Kakek Soerja.


“Oke, jika memang demikian, aku akan mengatasinya, dan kau apa kau tidak ingin kembali ke dunia kita, bukankah kau akan lebih merdeka disana dari pada harus dia di masjid ini” Ucap Daim.


“Aku juga ingin kembali, namun sejak pertarungan ku dengan Mirno aku sudah tidak lagi bisa melakukannya” Ucap Kakek Soerja.


“Aku akan membawamu” Ucap Daim sambil memegang pundak Kakek Soerja dan tiba - tiba keduanya menghilang dari hadapan Azman.


“Kelakuan mereka berdua ini benar - benar membuatku kesal, untuk tidak ada manusia lain disini yang melihat mereka tiba - tiba hilang” Ucap Azman dalam hatinya sambil berjalan kearah dinding teras dan duduk bersandar dengan rokok yang masih menyala.


Azman terus duduk di teras dan menikmati hisapan rokoknya itu dengan di temani derasnya air hujan.


“Masih dua puluh menit untuk shalat Isya, kau segera kembali aku tidak ingin kehadiranmu membuat orang sini kaget” Ucap Azman bertelepati dengan Daim.


“Aku sudah ada disini” Ucap Daim yang tiba - tiba muncul dan duduk di sebelah kanan Azman.


“Kau ini, menghilang dan muncul semaunya, kau bawa kemana dia” Ucap Azman.


“Aku bawa ke duniaku, untuk di interogasi tentunya, perkataannya itu benar - benar penuh tanda tanya” Ucap Daim.


“Daim, kaum mu yang berlawanan dengan mu apakah mereka sangat jahat?” Tanya Azman.

__ADS_1


“Ya bisa dibilang seperti itu, aku curiga jika Mirno adalah salah satu dari pembelot yang bersembunyi, namun kebenaran itu akan kita ketahui nanti, aku akan pastikan semua yang menyakiti manusia di area sini akan binasa, termasuk semua makhluk terkutuk yang tadi terbang di atas kita” Ucap Daim.


__ADS_2