
Azman kemudian mengambil beberapa batu kerikil yang ada di dekat kakinya lalu berjalan ke arah dinding tersebut dengan membawa batu - batu kerikil tersebut.
Azman melafadzkan beberapa doa dan melempar satu batu kerikil ke arah dinding tersebut, batu kerikil itu pun mengenai dinding itu namun batu tersebut nampak menembus dinding itu, beberapa kali Azman melempar batu kerikil dan batu itu kembali menembusnya.
“Ini sungguh aneh kok bisa ada portal dunia makhluk gaib disini.” Ucap Azman yang kini berdiri dua meter di depan dinding tersebut dan merasakan ada aura dari makhluk gaib keluar dari dinding hitam tersebut.
"Pak Azman, dinding ini sepertinya dunia berbeda, karena batu kerikil yang anda lempar menembusnya, bahkan cahaya juga seperti tertelan olehnya.” Ucap Pak Danu yang kini sudah ada di samping Azman.
“Benar Pak, dan Bapak bersama yang lain tolong mundur dulu sebentar ya, saya akan berusaha menghilangkan ini, karena barusan saya membangunkan makhluk yang ada didalamnya.” Ucap Azman sambil melepas ikatan tali karmantel di carabiner nya.
“Baik Pak, Semuanya mundur berikan area untuk Pak Azman.”Ucap Pak Danu sambil berjalan kembali ke arah anak buahnya namun belum sampai Pak Danu ke arah anak buahnya, sekelebat bayangan hitam nampak keluar dari dinding tersebut dan suasana disana berubah menjadi sangat dingin serta menjadi bau darah.
Sesosok makhluk setinggi dua meter nampak berdiri di hadapan Azman, dan makhluk itu terlihat sangat menyeramkan karena selain wajahnya yang hancur terlihat jika banyak luka menganga yang masih mengeluarkan darah segar, makhluk itu tidak mengenakan pakaian sehingga bagian perutnya yang bolong dapat terlihat oleh semuanya, mereka dapat melihat bagian organ dalam makhluk tersebut.
“Jadi kau manusia yang membangunkanku, siapa kau aku tidak pernah mengenalmu.” Ucap Makhluk tersebut yang terdengar sangat menekan mereka semua namun tidak dengan Azman dan makhluk tersebut juga terlihat sangat marah ke Azman.
“Namaku Azman, dan kenapa ada pintu dunia kecilmu disini.” Ucap Azman dengan sangat tenang namun kini dia sudah memegang tasbih kayunya.
“Kau manusia biadab tidak pantas mengetahui namaku, tapi tubuhmu cocok untuk menjadi tubuh penggantiku.” Ucap Makhluk tersebut yang kini mengangkat tangannya yang berlumuran darah berusaha mencekik Azman.
__ADS_1
Azman tidak bergeming namun sesaat tangan kanan makhluk itu mengenai lehernya dia mundur satu langkah dan langsung menendang ke arah leher makhluk tersebut, makhluk tersebut nampak tidak siap dengan serangan balik dari Azman, dan dengan telak kaki Azman mengenai lehernya, membuat makhluk tersebut terdorong ke samping kiri hingga menabrak dinding.
Bruuuuuuug terdengar suara saat makhluk tersebut mengenai dinding dan terjatuh ke lantai yang semuanya terbuat dari batu alam.
Sementara itu semua anggota kepolisian hanya bisa melihatnya saja karena kehadiran makhluk tersebut benar - benar di luar nalar mereka.
Azman tidak tinggal diam dan dengan cepat dia melesat ke arah makhluk tersebut, dia pun langsung meninju kening dari makhluk itu yang sedang berusaha bangki, tidak lupa dia mengucapkan beberapa doanya agar bisa menghabisi makhluk tersebut sekaligus.
“Arrrrrrrrrrrrrrrggggggggggggggggghhhhhhhhhhhh” teriak makhluk tersebut saat tinju Azman mengenai keningnya.
Azman pun mundur kebelakang dan kini dia berdiri dua meter dari makhluk tersebut, dia melihat jika kini makhluk mengerikan tersebut perlahan mulai pudar dan menghilang dari pandangannya bersamaan dengan menghilangnya dinding hitam tersebut, kini dinding itu kembali menjadi dinding batu alam.
“Sudah selesai, satu masalah sudah kita selesaikan.” Ucap Azman pelan yang hanya terdengar olehnya saja sambil menyimpan kembali tasbih kayunya dan mengeluarkan bungkus rokoknya lalu menyalakan sebatang rokoknya.
“Saya tidak terluka, ayo kita lanjutkan perjalanan kita dan saya harap kalian di tim dua jika menemukan hal aneh jangan gegabah namun panggil kami saja.” Ucap Azman sambil mengambil ujung tali karmantel dan mengikatnya kembali di carabinernya.
“Kalian sudah mendengarnya, kita lanjutkan perjalanan dan ingat jangan menganggap remeh apa yang ada di gua kematian ini, semua yang tidak masuk di akal kalian atau jika ada yang mencurigakan maka langsung kabari kami saja.” Ucap Pak Danu sambil menghadap ke arah tim kedua yang juga nampak masih ketakutan akibat melihat makhluk yang tadi.
“Kalian tidak perlu khawatir, selama kalian bisa berjalan sambil berdzikir maka tidak akan yang bisa melukai kalian, dan kalian akan aman, ayo berangkat kita tidak punya waktu banyak untuk hanya diam disini.” Ucap Azman sambil melangkah dan mau tidak mau semuanya langsung bergerak.
__ADS_1
Azman berjalan di depan dan Pak Danu di belakangnya sementara itu yang lainnya mengikutinya, dia pun memilih lorong sebelah kanannya dan tim kedua terlihat memasuki lorong ke dua.
“Kalian kenapa di belakang, ayo segera maju dan terangi lorong ini.” Ucap Pak Danu ke anggotanya yang merupakan tim penerangan.
Lima orang tim penerangan yang ada di regu Pak Danu itu pun langsung bergegas maju menyalip mereka dengan sigap mereka pun memasang beberapa lampu sorot sambil berjalan, sehingga kini semuanya mematikan senter kepala mereka.
“Pak Azman, makhluk tadi itu apa?.” Tanya Pak Danu.
“Jika saya lihat dari ciri - cirinya dia merupakan kelompok genderuwo Pak, namun aslinya dia sangat kuat, beruntunglah kita karena dia sedang terluka jadi mudah untuk saya menghabisinya, oh ya apakah ada yang membawa tongkat baton, jika ada saya pinjam jadi jika saya harus berhadapan dengan makhluk itu saya bisa mudah melawannya.” Jawab Azman sambil terus berjalan dan tidak putus dengan hisapan rokoknya.
“Lalu dinding itu Pak?.” Tanya Pak Jaja sambil menyerahkan satu tongkat baton kepolisian ke Azman.
“Dinding itu adalah gerbang dimensi yang menuju ke dunianya Pak.” Ucap Azman sambil menyelipkan tongkat baton itu ke ikat pinggangnya karena Pak Danu tidak memberikan tempatnya.
“Maaf Pak ini tempat tongkat batonnya, Jadi ada dunia lain disini yang di isi oleh makhluk - makhluk gaib.” Ucap Pak Danu sambil menyerahkan tempat tongkat baton itu karena dia melihat Azman kesusahan menyelipkan di ikat pinggangnya.
Azman tidak langsung menjawabnya namun dia menerima tempat tongkat baton itu lalu memasangnya di ikat pinggangnya dalam kondisi sambil berjalan pelan.
“Benar Pak, rata - rata makhluk gaib yang sudah sangat kuat memiliki dunia kecilnya sendiri, tapi tidak perlu khawatir karena dengan hilangnya portal dimensi itu maka di dalamnya sudah tidak ada lagi yang mengisinya.
__ADS_1
“Pak Azman, ini adalah hal baru untuk kami, apakah seperti itu yang anda lawan di Jurang kematian.” Ucap Pak Danu yang teringat jika Azman sudah membereskan makhluk - makhluk gaib di jurang kematian.
“Benar Pak, namun yang di jurang kematian itu lebih banyak dan dalam kondisi yang prima.” Ucap Azman dengan santai.