Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Penunggu Pantai 1


__ADS_3

“Sayangku, dimanakah Daim sekarang?.” Tanya Azman tiba - tiba yang teringat akan sahabat karibnya itu.


“Paman Daim ada di Bandung bersama dengan orang tua ku, kenapa suamiku apakah ada yang kau pikirkan.” Jawab Azizah sambil menengok ke Azman.


“Iya, kita akan ke Bandung dulu saja, menemui Daim, aku khawatir dengan mu, karena hal yang terjadi kepadamu ini tidak pernah terjadi kepada Daim.” Ucap Azman.


“Sayangku, ini wajar karena aku menikah dengan mu, jadi ada banyak masa aku akan sedikit kehilangan kemampuanku, kau tidak perlu khawatir dengan ku, aku baik - baik saja kok, sebaiknya kita tetap pada rencana kita saja ya, bukankah kau ingin berjalan - jalan keliling Indonesia ini, jadi sebaiknya kita tetap ke arah Jawa Tengah saja ya.”  Ucap Azizah menyakinkan Azman.


“Baiklah jika demikian, namun ingatlah bahwa tidak ada hal yang lebih berharga selain dirimu untukku.”  Ucap Azman sambil terus menjalankan mobilnya secara hati - hati menuruni jalanan pengunungan itu.


Azman terus mengemudikan mobilnya dan tidak lama kemudian Azizah pun nampak tidur dengan pulasnya.


“Kau memberi warna dalam hidupku, dan aku tidak akan membiarkan ada hal buruk yang terjadi padamu, sebaiknya aku mencari penginapan terlebih dahulu agar kau bisa beristirahat dengan nyaman.” Ucap Azman dalam hatinya sambil melihat paras istrinya yang cantik jelita itu.


Jalanan Pantai Selatan itu nampak cukup sepi namun Azman tidak memacu mobilnya melainkan dia memilih untuk bersantai dan ini dikarenakan dia ingin istrinya Azizah bisa tidur lebih lama dalam mobilnya itu.


Waktu terus berjalan dan samar - samar Azman mendengar suara Adzan Dzuhur berkumandang, dia pun mempercepat laju mobilnya lalu berhenti di salah satu masjid yang pertama dia temukan.


“Suamiku kita dimana?.” Tanya Azizah yang terbangun dari tidurnya.


“Istriku, aku belum tahu kita sudah sampai mana namun sudah waktunya shalat dzuhur, jadi kita akan shalat berjamaah dulu disini.” Jawab Azman sambil mematikan mobilnya.


Keduanya pun kemudian turun dari dalam mobil lalu melangkah memasuki masjid, masjid itu sendiri tidak terlalu besar dan nampak jika disana ada beberapa orang yang juga akan melaksanakan shalat berjamaah.

__ADS_1


Azman dan Azizah pun tidak berlama - lama di dalam masjid itu, mereka pun langsung melanjutkan perjalanan mereka dan mereka hanya berhenti untuk melaksanakan shalat saja.


“Suamiku, sudah sore dan kau belum makan apapun, sebaiknya kita berhenti untuk makan terlebih dahulu, lagi pula bukankah kita ini sedang berlibur dan tidak tergesa - gesa.” Ucap Azizah mengingatkan Azman.


“Sayang ku, aku juga ingin berhenti, namun belum ada yang menarik perhatianku, coba nanti di depan kita lihat apakah ada pantai atau penginapan yang bagus untuk kita berhenti ya.” Ucap Azman yang masih mengemudikan mobil dengan kecepatan hanya lima puluh kilometer per jam saja.


“Di penginapan saja, aku ingin mandi dengan tenang soalnya.” Ucap Azizah.


“Iya, aku sedang mencari penginapan yang tradisional bangunannya.” Ucap Azman.


“Disini banyak pantai ya, dan banyak penginapan juga tapi kenapa terlihat kurang nyaman ya.” Ucap Azizah sambil memperhatikan arah luar dan Azman pun memelankan laju mobilnya.


“CIPATUJAH, kita baru sampai di Tasikmalaya” Ucap Azman yang membaca tullisan di salah satu bangunan.


“Tidak, aku hanya membaca tulisan saja, daerah ini lebih ramai dari sepanjang perjalanan kita, dan sepertinya penginapan itu cocok untuk kita.” Ucap Azman sambil menunjuk salah satu penginapan yang ada di depan mereka sekaligus memelankan laju mobinya.


Penginapan itu cukup besar dan nampak jika disana ada beberapa bangunan rumah tradisional yang sangat terawat.


“Iya suamiku, kita menginap di penginapan itu saja ya.”  Ucap Azizah dan Azman pun mengarahkan mobilnya ke penginapan tersebut.


Azman memarkirkan mobilnya dan mereka berdua pun turun menuju salah satu bangunan yang dijadikan kantor dari penginapan tersebut.


“Selamat sore Bapak dan Ibu, selamat datang di penginapan kami.” Ucap seorang wanita berusia tiga puluh tahunan yang bertugas sebagai resepsionis di penginapan tersebut.

__ADS_1


“Sore juga Mba, kami ingin menginap dan bisakah berikan kami yang termewah di penginapan ini.” Ucap Azman.


“Ada Pak, yang termewah disini berada di pinggir pantai, jadi anda akan memiliki pantai sendiri, dan fasilitasnya juga sangat bagus Pak, apa anda mau untuk melihatnya terlebih dulu.” Ucap wanita resepsionis tersebut.


“Tidak perlu Mba, kami akan mengambilnya langsung saja, ini kartu identitas saya dan apakah kami bisa masak di sana atau ada larangan untuk memasak?.” Ucap Azman.


“Disana ada dapurnya Pak, kan bangunan kami ini bangunan villa jadi semua bangunan memiliki dapur, dan khusus khusus untuk dapur anda semuanya sudah lengkap bahan masakannya, jika anda mau juga bisa menggunakan koki kami untuk memasak disana.” Ucap Resepsionis tersebut menjelaskan sambil memasukan data Azman ke komputernya untuk meregistrasikan Azman.


“Oke, biar istriku saja yang memasak tidak perlu koki, kami akan disini selama satu minggu ya Mba, dan debit dari kartu ini saja untuk biayanya.” Ucap Azman sambil menerima kembali kartu identitasnya dan menyerahkan kartu debitnya.


Wanita resepsionis tersebut hanya mengangguk sambil menerima kartu debit Azman lalu mengembalikan kartu tersebut sekaligus memberikan resi transaksinya.


“Pak Azman, biar nona ini yang mengantar anda berdua ke villanya ya.” Ucap wanita resepsionis sambil memberikan kunci villa ke seorang pegawai penginapan yang memang ada di dekatnya.


Azman dan Azizah pun kemudian mengikuti pegawai wanita tersebut dan lokasi villa yang mereka sewa ternyata hanya berjarak seratus meter sehingga Azman memilih untuk sekaligus memindahkan mobilnya karena di villa itu sendiri ada parkiran khusus untuk mobilnya sedangkan Azizah memilih berjalan bersama dengan pegawai penginapan tersebut.


“Bapak dan Ibu, ini nomor telepon saya, jika ada yang di perlukan bisa menghubungi saya ya.” Ucap wanita pegawai penginapan tersebut sambil memberikan sebuah kartu nama setelah mereka sampai di penginapan dan menjelaskan semua tentang villa yang di sewa oleh Azman.


“Terima kasih ya dan ini untuk anda, nanti akan saya hubungi jika ada yang kami  butuhkan.” Ucap Azman sambil menerima kartu nama itu dan memberikan selembar uang seratus ribu ke pegawai penginapan tersebut.


“Terima kasih juga Pak, baiklah Bapak dan Ibu saya permisi terlebih dulu, semoga anda berdua betah disini ya dan jangan sungkan menghubungi saya jika ada yang di perlukan.” Ucap waita pegawai penginapan yang langsung meninggalkan Azman dan Azizah.


“Sayangku, beristirahatlah, aku akan mengeluarkan barang - barang kita dari mobil terlebih dulu ya.” Ucap Azman.

__ADS_1


“Iya, aku mau mandi dan masak untuk makan kita berdua ya.” Ucap Azizah sambil memasuki villa tersebut meninggalkan Azman yang masih duduk di teras villa tersebut.


__ADS_2