
“Paman Daim selalu saja seperti ini?, dia kira menikah itu mudah, meski kaum kami yang seumuran dengan ku sudah pada menikah namun aku belum berminat untuk hal itu.” Ucap Azizah sambil mundur satu langkah dari Azman.
“Azizah, kau ini apa benar dari kaum Jin karena aku tidak mencium aura Jin mu sedikit pun, kau laksana murni manusia.” Ucap Azman sambil menatap mata Azizah.
“Azman, apakah sekarang kau percaya.” Ucap Azizah sambil melayang setengah meter dari atas tanah dan mengeluarkan aura Jin yang sangat dikenali oleh Azman.
“Iya aku percaya, turunlah dan aku lebih nyaman kau tanpa aura Jin mu itu.” Ucap Azman dan Azizah pun turun kembali lalu menghilangkan aura Jin nya.
Azman kembali melangkah dan Azizah pun mengikutinya, mereka pun tidak lama kemudian sampai dan langsung mendirikan Tenda, Azizah pun dengan wajah gembira membantu Azman, bahkan mereka sambil bercanda ria.
“Akhirnya selesai juga ya, ayo kita istirahat di dalam, biar udara malam ini tidak membuatmu sakit.” Ucap Azizah sambil masuk kedalam Tenda diikuti oleh Azman.
“Azizah jika kau mau tidur, maka tidurlah, biarkan aku saja yang berjaga disini.” Ucap Azman sambil duduk di pojok tenda yang muat untuk empat orang itu.
“Azman, kau ini sudah sangat lelah dan kita tidak tahu kapan ayah ku dan Paman Daim akan kembali jadi kau tidur saja, aku bisa tidak tidur berhari - hari kok, jangan khawatir aku tidak akan meniduri mu kok.” Ucap Azizah dengan senyuman yang sangat indah.
__ADS_1
“Baiklah jika demikian maka aku akan beristirahat, dan jika ada sesuatu yang terjadi jangan sungkan membangunkan aku ya, atau jika kau sudah ingin beristirahat maka bangunkan saja aku.” Ucap Azman.
“Iya aku akan membangunkan mu, sudah kau beristirahatlah.” Ucap Azizah dan Azman pun langsung tiduran.
Tidak membutuhkan waktu lama untuk Azman tertidur, dan dia pun sudah lelap dengan tidurnya.
“Kau tampan sekali, bahkan dari semua manusia yang kau temui bisa dibilang jika kau lebih tampan dari siapapun, aku suka denganmu dan semoga saja paman Daim mau mengizinkan aku untuk terus bersama mu.” Ucap Azizah berbicara dalam hatinya sambil melihat Azman yang tertidur di depannya.
Azizah pun kemudian tiduran di samping Azman dan tidak lama kemudian dia pun ikut tertidur pulas di samping Azman.
“Kau benar, mereka itu sangat serasi dan aku suka melihat pemuda itu, selain dia sudah menolongku aku sangat suka dengan sikapnya yang ramah itu, lalu sampai kapan kita akan bersembunyi seperti ini, kau tahu aku sangat ingin bertemu dengan anak ku.” Ucap Ayah dari Azizah.
“Sahabatku, sebaiknya kita tetap bersembunyi saja dulu dan tidak mengganggu mereka, kita beristirahat di bawah pohon itu saja, tenang saja kondisi mu akan pulih lagi kok nanti setelah aku mengobatimu di alam kita.” Ucap Daim sambil menunjuk sebuah pohon besar yang ada di dekat tenda Azman.
Keduanya pun langsung melayang kesana lalu duduk bersandar di sana sambil memandangi tenda Azman dan dengan kekuatan yang mereka miliki mereka bisa melihat menembus ke dalam tenda dan melihat jika saat ini baik Azman maupun Azizah sudah pulas tertidur bahkan keduanya tampak berpelukan.
__ADS_1
“Anak mu sudah besar tidak masalah dia tidur seperti itu, kau tidak perlu berpikiran macam - macam ya, sebaiknya kita juga menghentikan mengawasi mereka, biarkan mereka memiliki privasi.” Ucap Daim.
“Iya, aku tidak menyangka saja jika sekian lama aku tidak bertemu dengan anak ku satu - satunya dan kini melihat dia tidur dengan manusia dan berpelukan layaknya suami istri yang sedang tidur bersama.” Ucap Ayah dari Azizah.
“Tidak masalah, Azman itu aku sudah kenal dengan baik dan dia sudah cukup baik untuk anak mu, kau jangan khawatir, apapun yang terjadi diantara mereka berdua Azman akan bertanggung jawab dengan hal itu, aku juga sudah menjelaskan tentang pernikahan kaum kita, aku juga sudah menjelaskan jika mereka sampai berpisah dan mempunyai anak.” Ucap Daim mencoba menenangkan sahabatnya itu.
“Daim kau ini, bukankah itu terlalu jauh, seharusnya kau tidak menjelaskan hal itu bukan.” Ucap Ayah dari Azizah sambil menatap Daim dengan tajam.
“Kau pilih mana, mereka tidak menikah dan melakukannya atau mereka menikah sehingga tidak berbuat dosa yang akan memberatkan anak dan dirimu.” Daim berkata sambil berdiri dan langsung bersandar di pohon yang ada di depannya.
“Kau ini, jauh sekali pemikiranmu itu? Meskipun setelah aku pikir apa yang kau ucapkan itu benar dan aku setuju dengan mu, maafkan aku sahabat, aku terlalu lama tidak berjumpa dengan anakku sehingga sedikit kaget saja melihatnya tiduran sambil berpelukan dengan manusia.” Ucap sahabat dari Daim yang merupakan ayah dari Azizah.
“Sahabatku, bagaimana kau bisa terkurung disini, aku tidak menyangka jika Jin yang kuat sepertimu bisa sampai terperangkap jebakan manusia.” Ucap Daim.
“Daim, aku saat itu sedang di dunia kecil ku, dan tidak mengetahui dengan apa yang terjadi di gunung ini, kau kan tahu sendiri jika aku sudah berlatih di dunia kecilku maka aku akan lupa dengan dunia milik para manusia ini, saat aku keluar formasi mantra itu ternyata sudah aktif, aku sampai bersusah payah untuk bisa bersembunyi di dunia kecilku, ternyata kekuatan dari formasi mantra itu sangat kuat bahkan mengunci dunia kecil ku untuk berpindah tempat, luka dalam yang aku terima ini pun aku dapat saat aku berusaha kembali ke dunia kecilku, jika boleh aku tahu, apa yang sebenarnya terjadi di gunung ini, kenapa aura makhluk terkutuk terasa sangat kental.”Ucap Ayah dari Azizah.
__ADS_1
“Sahabatku, gunung ini di kuasai oleh makhluk terkutuk dan sudah banyak korban jiwa, Jin Jahat dalang dari semua ini, dia bekerja sama dengan manusia yang berhati jahat, untung ada Azman calon suami dari anak mu itu yang mau aku mintain tolong merusak patung mantra, kau tahu bukan jika selama ini manusia sangat susah dimintai tolong jika tidak ada keuntungan yang mereka terima, namun berbeda dengan Azman, karena dia mau menolong tanpa pamrih dan tidak pernah meminta apapun dari ku, bahkan dia memperlakukanku dengan sangat baik, sangat jarang ada manusia yang mau menganggapku sebagai temannya, selama ini siapapun manusia terpilih mereka hanya menganggap pengawal mereka dan seringkali memarahi kita, berbeda dengan Azman, dia sangat sopan dengan ku dan seringkali dia bahkan meminta maaf kepadaku jika kami ada perbedaan pendapat.” Ucap Daim menjelaskan.