Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Gunung Gelap Garut 15


__ADS_3

“Pak Azman, selama ini kami hanya menyusahkan anda saja, dan belum ada satupun yang kami lakukan untuk anda, jika ada yang bisa saya lakukan untuk anda pasti saya akan berusaha untuk itu.” Ucap Pak Jaja sambil melihat Azman yang sedang menyimpan bungkus rokoknya di dalam tas ransel.


“Yang perlu anda dan yang lain ketahui adalah untuk selalu berbuat baik, dan hanya itu saja permintaan saya, saya tidak akan meminta apapun selain itu.” Ucap Azman yang telah selesai rokok yang masih baru ke dalam ransel.


“Semoga kami bisa selalu seperti yang Pak Azman harapkan, saya juga akan selalu mengingatkan semua anggota tim sar untuk hal ini.” Ucap Pak Jaja.


“Iya Pak, memang saya yakin ada satu dua yang mempunyai hati dan perilaku yang tidak baik, namun saya yakin kok seiring waktu akan berubah, itulah sifat manusia.” Ucap Azman sambil melihat Perwira Kepolisian itu datang kembali bersama dengan Perwira dari TNI.


“Malam Komandan dan Pak Azman sampai menunggu lama.” Ucap Perwira Kepolisian itu dan keduanya pun langsung duduk di kursi yang kosong.


“Tidak masalah untuk itu, yang jelas saya dan Pak Azman ingin mendengar cerita mu.” Ucap Pak Jaja.


“Begini komandan, tadi pelakunya datang lagi dan benar sesuai apa yang disampaikan oleh Pak Azman, dan dia langsung mendatangi jenazah jenazah itu, kami pun tetap mengawasinya sampai dia berusaha mengangkat salah satu jenazah dan kami langsung menyergapnya, dari hasil interogasi kami jika semua jenazah itu akan dia simpan di salah satu gua yang ada di dekat puncak gunung, kami juga mendapatkan keterangannya mengenai semua organ itu ternyata untuk semua yang telah dia ambil dia bilang di kuburkan di dekat puncak gunung juga, katanya itu ritual dia selama sepuluh tahun ini, dari apa yang kami peroleh khusus untuk empedu dia gunakan agar sundel bolong itu mau menurutinya, jadi semacam persyaratan khusus katanya, kami juga menanyakan apa yang dia dapatkan selama ini dan jawabannya sungguh mengenaskan, dia mengincar harta dari para pendaki saja selama ini.” Ucap Perwira kepolisian itu menjelaskan dengan sangat detail dan mudah di mengerti oleh Azman dan Pak Jaja, karena hanya pokok utama yang di bahas, dan Azman pun melihat jika kini Daim berjalan santai menuju tenda komando.


“Kau kenapa tiba tiba berjalan, biasanya langsung muncul sesukamu.” Ucap Azman dalam hatinya berkomunikasi dengan Daim.

__ADS_1


“Aku sengaja, agar kau tidak memarahi ku lagi gara - gara langsung muncul di depan mu dan apa yang dikatakan oleh perwira kepolisian itu adalah benar, tugasmu adalah menggali semua organ itu dan juga membawa semua tengkorang yang ada di sana dengan begitu maka kawan ku akan bisa keluar dari puncak gunung.” Ucap Daim yang sudah hampir sampai di tenda komando itu dan hanya Azman yang bisa mendengarnya dengan jelas.


“Jadi apa rencana kalian selanjutnya, apakah kalian akan langsung menuju lokasi yang ditunjukkan itu atau bagaimana?.” Tanya Pak Jaja ke Perwira kepolisian itu.


“Sebagian anggota saya tadi sedang melakukan evakuasi dari jenazah dan mereka akan langsung membawanya ke basecamp lalu di bawa ke rumah sakit kami untuk dilakukan autopsi, karena kami membutuhkan hasil visum jenazah jenazah itu, sedangkan kami yang tersisa akan malam ini juga akan langsung menuju lokasi yang dia sebutkan.” Ucap Perwira kepolisian.


“Baiklah, jika itu rencana kalian dan kau apakah akan ikut menemani pihak kepolisian atau tetap di sini bersama kami.” Ucap Pak Jaja ke Perwira dari TIN yang merupakan bawahannya secara tidak langsung.


“Izin komandan, saya sudah memerintahkan anak buah saya setengahnya untuk ikut membantu Pihak Kepolisian, ini semua untuk membantu meringankan saja dan agar bisa lebih cepat dalam prosesnya jika memang memerlukan tenaga yang lebih.” Ucap Perwira dari TNI.


“Izin Komandan, Kami akan berangkat setengah jam lagi, kami masih menunggu agar semua jenazah selesai di bawa, namun sebenarnya kami ada satu ketakutan yaitu kami takut mendapatkan gangguan dari makhluk gaib.” Ucap Perwira Kepolisian.


“Bapak tidak perlu khawatir karena saya akan ikut dengan Bapak - Bapak semua, dan jangan khawatir saya tidak akan membebankan siapapun karena memang saya berencana untuk berkemah di puncak gunung dan kembali kesini besok pagi.” Ucap Azman.


“Alhamdulillah, ini benar - benar bantuan yang luar biasa, terima kasih Pak Azman, dan tidak anda tidak akan merepotkan kami malah yang ada kami yang akan merepotkan bapak sepertinya.” Ucap Perwira kepolisian itu.

__ADS_1


“Oh iya, apakah pelakunya hanya bekerja sendirian, karena menurut saya akan sulit untuk sang pelaku bisa mengendalikan semua sundel bolong disini yang berjumlah ribuan.” Ucap Azman.


“Dari hasil interogasi awal ternyata dia memiliki guru spiritual dan guru spiritualnya itulah yang mengajarkan semua ilmu hitam yang dia miliki selama ini, namun dari informasinya lokasinya cukup jauh dari kawasan gunung gelap ini.” Ucap Perwira dari Kepolisian.


“Tidak masalah, karena aku yakin jika dia masih bisa ditangkap bukan, karena saya sangat yakin jika ada aliran dana dari pelaku ke dia, ini bisa jadi dasar untuk menahannya dan menjadikannya kaki tangan bukan.” Ucap Azman.


“Benar Pak Azman, kami memang akan lari ke arah sana, dan kami akan berupaya untuk menangkap semua yang terlibat, karena perbuatan ini sudah berlangsung sepuluh tahun dan kami juga yakin banyak yang terlibat atau menjadi bagian.” Ucap Perwira Kepolisian.


“Itu benar, perbuatan seperti ini saya rasa tidak mungkin dilakukan seorang diri, saya harap anda benar benar melakukan penyidikan secara maksimal, tolong pastikan semua akarnya tercabut jadi tidak ada lagi hal seperti ini kedepannya, dan karena kita saat ini tidak membawa pihak media kesini maka sebaiknya anda membuat konferensi Pers setelah semuanya selesai, tapi tolong jangan libatkan Pak Azman ini, saya tidak mau kebebasan dia terenggut lagi.” Ucap Pak Jaja.


“Siap Komandan, namun sebaiknya kita melakukan konferensi persnya bersamaan saja, jadi semuanya mengetahui jika ini adalah keberhasilan kita bersama.” Ucap Perwira Kepolisian.


“Oke jika demikian, dan pesankan ke anak buah mu yang membawa semua jenazah itu agar tidak membuka jalan kesini untuk pihak media, aku tidak ingin jika nanti mereka malah masuk kesini dan mengganggu istirahat kita serta merusak tkp kalian.” Ucap Pak Jaja.


“Siap komandan, tadi saya juga sudah menyampaikan hal itu ke anggota saya dan meminta agar semua akses masuk kawasan ini sementara di tutup agar tempat kejadian perkara tidak rusak.” Ucap Perwira dari Kepolisian.

__ADS_1


__ADS_2