
"Siap Pak, saya akan langsung memprosesnya sekarang juga dan saya akan langsung menghubungi bapak perkembangannya." Ucap Pak Erickson.
"Oke, terima kasih." Ucap Azman.
"Sama sama Pak, terima kasih juga sudah memaafkan saya." Ucap Pak Erickson sambil kemudian panggilan telepon itu di putuskan oleh Azman.
Azman kemudian menyimpan kembali ponselnya di saku celananya dan mengambil rokoknya yang sebelumnya dia letakkan di atas asbak yang ada di atas meja.
"Bapak dan Ibu, kita tunggu sebentar saja ya, pasti menantu bapak dan ibu akan menghubungi kalian berdua." Ucap Azman sambil kemudian kembali menghisap rokoknya perlahan.
"Pak Azman terima kasih." Ucap pria sepuh yang ternyata bernama Sobari itu dengan berlinang air mata.
"Pak Azman kami benar benar berterimakasih kepada bapak." Ucap istri Pak Sobari sambil menangis.
"Iya sama sama, kita tunggu sebentar ya." Ucap Azman sambil tersenyum hangat ke mereka berdua.
Lima menit berlalu dan Ponsel Pak Sobari berbunyi pertanda ada panggilan masuk yang langsung di terima oleh Pak Sobari.
"Nak, gimana suami mu." Ucap Pak Sobari menjawab panggilan telepon itu.
"Bapak, alhamdulillah, AA sekarang di pindahkan ke ruang perawatan VVIP katanya bapak yang bayarin ya pak semua biayanya, makasih ya Pak." Ucap menantu Pak Sobari.
"Alhamdulillah jika begitu, maaf ya nak jika bapak sama ibu ngak bisa kesana ya Nak, soal biayanya bukan dari bapak sama ibu, melainkan biayanya ditanggung sama Pak Azman yang kebetulan lagi ada di rumah kita." Ucap Pak Sobari.
__ADS_1
“Bapak Alhamdulilah, pantas saja ini langsung perawatan VVIP dan saya juga mendapatkan uang lima juta rupiah, katanya untuk keperluan selama menunggu di rumah sakit, Bapak mohon sampaikan terima kasih saya ke Pak Azman.” Ucap menantu Pak Sobari.
“Iya Alhamdulillah, iya bapak sampaikan, ya sudah sekarang urusi dulu suamimu dan jika ada apa apa kabarin ke bapak ya.” Ucap pak Sobari.
“Baik Pak.” Ucap menantu Pak Sobari dan panggilan telepon itu langsung di akhiri oleh Pak Sobari.
“Pak Azman, barusan anak mantu saya mengabari jika anak saya sudah masuk ke ruang perawatan vvip dan juga mendapatkan uang lima juta rupiah untuk pengeluaran selama di rumah sakit, mohon maaf saya hanya bisa berucap terima kasih saja kepada Bapak tidak dapat memberikan yang lainnya, semoga Pak Azman selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan selalu mendapatkan pertolongan dan perlindungan serta selalu mendapatkan banyak kemudahan.” Ucap Pak Sobari.
“Aamiin Ya Rabbal Alamin, Bapak dan ibu saya permisi dulu ya hendak kembali dulu ke masjid dan mohon di terima ini, sedikit untuk bapak ibu nanti jika ingin menjenguk anaknya, untuk biaya rumah sakit sudah tidak perlu dipikirkan ya.” Ucap Azman sambil memberikan lima juta rupiah ke Pak Sobari.
“Pak Azman, ini…?.” Ucap Pak Sobari sambil memegang uang yang diberikan oleh Azman.
“Saya tahu jika Bapak dan Ibu sangat ingin bertemu dengan anak bapak dan ibu, jadi uang itu bisa digunakan untuk kesana, ya anggap untuk ongkos saja, Bapak dan Ibu jangan khawatir ya karena saya yakin dengan perawatan di Rumah Sakit Mooby, anak Bapak Ibu akan bisa segera pulih, saya pamit dulu ya, sampai jumpa nanti di masjid ya Pak, jika dapat mohon para sesepuh desa ini di ajak juga pak, ada yang harus saya bahas soalnya mengenai desa yang itu.” Ucap Azman sambil kemudian berdiri dan bersalaman dengan Pak Sobari dan Istrinya lalu melangkah keluar.
Azman langsung menaiki motornya dan kembali ke masjid untuk menunggu Pak Jaja dan anggota tim sar lainnya disana.
“Azman, ini yang aku suka dari mu kau bukan hanya membantu Ibu dan Bapak itu saja, namun kau juga mau membantu anaknya yang memang membutuhkan uluran tangan mu juga.” Ucap Daim yang jadi penumpang di motor Azman.
“Iya, aku bisa merasakan kesedihan mereka, dan orang sebaik mereka juga susah di dapatkan di era seperti ini.” Ucap Azman.
“Benar, mereka sedang kesusahan padahal jika mereka mau dengan uang pembangunan masjid yang ada pada mereka, mereka bisa saja menggunakannya.” Ucap Daim.
“Itulah bukti kebaikan hati mereka.” Ucap Azman sambil memelankan laju motornya karena kini sudah sampai di masjid itu lagi.
__ADS_1
Azman langsung memarkirkan motornya, lalu membuka helm serta jaketnya dan kembali duduk di teras masjid itu lagi, persis dia duduk sebelumnya.
“Azman kenapa kau tidak mencari penginapan dulu untuk beristirahat.” Ucap Daim.
“Aku sangat yakin di dekat sini penginapan akan sedikit lebih sudah jadi nanti kita dirikan tenda di pinggir hutan saja, jadi bisa sekalian bisa mempelajari suasana disana dulu.” Ucap Azman.
“Kau benar, penginapan terdekat masih sepuluh kilometer dari sini.” Ucap Daim.
Mereka terus berbincang sampai kemudian rombongan Pak Jaja datang demikian juga dengan Pak Sobari dan beberapa pria sepuh dari desa itu.
Azman menyambut kedatangan mereka namun karena waktu sudah mau masuk sholat Ashar mereka pun tidak banyak berbincang melainkan langsung mengambil wudhu dan masuk kedalam masjid.
Adzan Ashar dan iqomah pun telah berkumandang dan mereka pun kemudian melaksanakan shalat Ashar berjamaah dengan Pak Sobari kembali menjadi Imam shalat berjamaah itu, lalu mereka semuanya pun berkumpul di dalam masjid itu karena Azman ingin menyampaikan rencana dalam perencanaan penyelamatan warga desa terkutuk.
“Bapak dan ibu semua, terima kasih sudah mau berkumpul bersama disini, saya ingin menyampaikan jika kita tidak bisa masuk ke dalam desa terkutuk hari ini, karena hari ini semua makhluk supranatural yang ada disana akan sangat kuat, namun saya akan kesana besok pagi, dan saya akan masuk dulu sendiri untuk menghabisi semua makhluk supranatural di sana jika memang situasinya sudah aman maka Pak Jaja dan rekan rekan Tim SAR baru masuk ke dalam desa terkutuk.” Ucap Azman membuka pembicaraan itu.
“Pak Azman, jika anda masuk sendiri kesana apakah tidak berbahaya.” Ucap Pak Jaja.
“Insyaallah aman pak tapi saya memerlukan bantuan bapak dan ibu semua, mulai nanti malam untuk berdzikir bersama di hutan yang berbatasan dengan desa terkutuk, ini untuk melemahkan mereka semua dan besok pagi pun demikian, saya akan meminta semua arwah leluhur desa yang selama ini menjaga makhluk supranatural itu untuk tidak bisa keluar dari desa terkutuk untuk ikut bersama saya.” Ucap Azman.
“Pak Azman maaf apa yang kami warga desa bisa lakukan.” Ucap Pak Sobari.
“Pak Ustadz, seperti yang barusan saya sampaikan saya minta agar semua warga desa ikut berdzikir bersama, dan jika bisa pihak media juga mengajak penduduk sekitar ini untuk ikut serta berdzikir bersama secara bergantian, jika dapat kita harus membuat pagar betis mengelilingi desa terkutuk itu.” Ucap Azman.
__ADS_1