
“Baik Pak Azman, jika memang demikian biar saya langsung meminta anggota saya untuk segera ke basecamp mengambil anjing - anjing pelacak kami, tapi ada satu hal lagi, apa tidak masalah jika sampai sini nya malam, karena kan kesana saja memerlukan waktu satu jam, dan kemungkinan tiba sini lagi pas shalat isya.” Ucap perwira kepolisian itu lagi.
“Azman, kalian bermalam saja dulu, aku ada prediksi jika pelakunya akan kembali kesini malam ini, dan itu akan menjadi waktu yang tepat untuk menangkapnya.” Ucap Daim
“Tidak masalah, dan maaf Pak Jaja apa tidak sebaiknya anda meminta anak buah anda untuk mengambil beberapa tenda lagi, karena kan lebih baik jika kita beristirahat saja dulu di sini, biar besok pagi saja kita kembalinya, jadi semuanya lebih fresh, mungkin bisa juga beberapa orang tim medis juga di ajak.” Ucap Azman.
“Baik jika saran Pak Azman seperti itu maka saya akan memerintahkan anggota saya untuk mengajak juga tim medis kesini serta membawa beberapa tenda dan perlengkapannya.” Ucap Pak Jaja.
“Pak Azman, untuk semua jenazah ini akan tetap kami biarkan dulu disini sampai semua anjing pelacak datang apakah anda mempunyai saran lain untuk kami.” Ucap Perwira kepolisian itu lagi.
“Saran saya sebaiknya garis polisinya di lepas dulu saja Pak, dan dibuat seolah olah mereka belum kita temukan dan masih dalam posisi yang sama, saya ada kecurigaan malam ini pelakunya akan kembali kesini dan jika itu terjadi maka akan menjadi waktu yang tepat untuk menangkapnya, mungkin anda bisa mulai menyisir daerah ini dulu siapa tahu ada jalan lainnya, karenakan jika pelakunya kembali dia tidak akan menggunakan jalan yang sama dengan yang kita lalui tadi, saya yakin anda tahu apa yang harus anda lakukan bukan.” Ucap Azman.
“Masukan anda sama persis dengan apa yang saya pikirkan, terima kasih Pak.” Ucap Perwira kepolisian.
Azman bersama Pak Jaja pun langsung keluar dari area yang di garis polisi itu dan terlihat jika perwira kepolisian itu memberikan arahannya yang tidak lama kemudian anggota kepolisian mulai membereskan perlengkapan mereka saat ini termasuk dengan garis polisi juga ikut di lepas.
Lima belas menit berlalu Azman dan Pak Jaja pun kemudian keluar dari lokasi itu dan mereka pun langsung kembali ke lokasi tempat korban yang selamat bersamaan dengan puluhan orang anggota kepolisian dan beberapa orang anggota TNI yang akan kembali ke basecamp untuk mengambil perlengkapan bermalam mereka juga untuk menjemput anggota tim medis yang standby di basecamp, Pak jaja Juga ikut memerintahkan beberapa orang anak buahnya untuk mengambil perlengkapan bermalam mereka.
“Pak Azman, sepertinya mereka sudah hampir tembus ke mata air.’ Ucap Pak Jaja yang kini bersandar di pohon besar bersama Azman, dan kini lima meter di samping pohon itu sudah terlihat ada jalan setapak yang tadi di buka oleh anggota Tim Sar.
__ADS_1
“Iya Pak, tapi kita tunggu dulu saja mereka kembali ya.” Ucap Azman sambil kembali menyalakan sebatang rokoknya.
“Azman kenapa kau tidak meminta mereka membawakan mu rokok juga, memangnya rokok mu itu cukup untuk besok pagi.” Ucap Daim.
“Sial, aku malah lupa dengan rokokku.” Ucap Azman dalam hatinya berkomunikasi dengan Daim.
“Pak Jaja, maaf bisakah anda menghubungi anak buah anda untuk membelikan saya rokok, nanti akan saya ganti uangnya disini.” Ucap Azman.
“Baik sebentar saya akan menghubungi pemimpin regunya saja, jika melalui radio nanti malah mereka semua ingin juga dibelikan oleh anda.” Ucap Pak Jaja sambil mengambil ponselnya.
“Belikan saya untuk yang lainnya juga jika memang rokok mereka habis, nanti saya akan membayarnya juga, masa saya saja yang nanti malam merokok dan mereka tidak.” Ucap Azman dan Pak Jaja hanya mengangguk saja lalu terlihat jika Pak Jaja mulai menghubungi anak buahnya melalui panggilan telepon.
“Siap komandan, ada yang bisa saya bantu untuk komandan.” Ucap anggota tim sar yang di hubungi Pak Jaja melalui panggilan telepon itu.
“Siap Komandan saya akan menghandle nya dan masih cukup untuk membeli rokok kita semua, apa satu slop untuk Pak Azman sudah cukup.” Ucap anggota Tim Sar tersebut.
“Sudah cukup, jangan lupa bawa kopi juga ya, aku dan Pak Azman sudah ingin minum kopi juga soalnya.” Ucap Pak Jaja kembali.
“Siap komandan ku, beres itu, dan dilaporkan jika kami sedang melintas di area yang tadi bau busuknya sangat menyengat namun kini sudah tidak menyengat sama sekali.” Ucap Anggota Tim Sar itu lagi.
__ADS_1
“Alhamdulilah dan terimakasih, kabari aku jika ada hal yang darurat ya, ingat untuk selalu berdzikir dan jangan biarkan pikiran kalian kosong.” Ucap Pak Jaja.
“Siap Komandan.” Ucap anggota Tim Sar tersebut dan Pak Jaja pun langsung mengakhiri panggilan telepon lalu menyimpan kembali ponselnya.
“Pak Azman nanti anggota saya akan membelikan rokoknya.” Ucap Pak Jaja dan tidak lama kemudian nampak empat orang yang membuka jalan ke mata air itu keluar dan berjalan menemui Pak Jaja serta Azman dengan rambut yang terlihat basah.
“Lapor Komandan, mata air sudah di temukan dan kami juga sudah membuat kamar mandi serta pancuran sementara, disana juga ada sungai kecilnya jadi bisa untuk mck sementara.” Ucap salah seorang dari anggota tim sar itu.
“Bagus jika kalian sudah selesai, terima kasih ya atas bantuan kalian sekarang kalian beristirahat saja dulu karena nanti tenaga kalian pastinya terkuras lagi kan.” Ucap Pak Jaja.
“Siap Komandan.” Ucap keempat orang itu dengan sangat kompak dan langsung meninggalkan Pak Jaja serta Azman.
“Pak Jaja, saya akan membasuh wajah saya sekaligus melihat mata airnya, sepertinya airnya sangat segar.” Ucap Azman sambil berdiri.
“Mari kita sama - sama saja ya, saya juga ingin membasuh wajah yang penuh keringat ini.” ucap Pak Jaja yang juga ikut berdiri.
Keduanya pun langsung melangkah ke arah mata air itu dan Daim pun dengan santai mengikutinya seperti layaknya seorang pengawal yang tidak ingin ada yang terjadi terhadap Azman.
Jalan setapak itu hanya selebar dua meter dan tidak lurus juga karena ada beberapa pohon besar yang menghalangi namun jalan itu sudah rapi dan nyaman untuk dilewati.
__ADS_1
“Mereka berempat bekerja dengan sangat maksimal ya, saya sangat bangga dengan pekerjaan mereka.’ Ucap Azman sambil terus melangkah.
“Pak Azman mereka berempat itu memang spesialis membuka jalan dalam rute evakuasi atau penyelamatan dalam hutan.” Ucap Pak Jaja.