Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Menolong Korban Longsor 5


__ADS_3

"Jika begitu mari kita ke tenda saya saja pak, ada kotak p3k di tenda saya" ucap Pak Jaja dengan sangat sopan dan terlihat sangat khawatir.


"Baik P.." Ucap Azman sambil melangkah namun tiba tiba kepalanya sangat pusing dan dia terjatuh lalu pingsan.


Darah merah kembali keluar dari leher Azman yang terluka itu.


Pak Jaja langsung berjongkok dan memegangi leher Azman yang berdarah itu.


"Tolong panggil ambulance kesini" ucap Pak Jaja berteriak dengan kencang.


Petugas medis langsung mendatangi Azman dan Pak Jaja lalu menolong Azman dengan menutup luka di leher Azman.


"Maaf Pak, lukanya cukup dalam dan sebaiknya kami membawa Pak Azman ke rumah sakit" ucap petugas medis itu.


"Tolong bawa Pak Azman ke rumah sakit terbaik untuk mendapatkan pengobatan terbaik, saya akan menanggung semua biayanya" ucap Pak Jaja yang nampak sangat khawatir.


"Iya pak" ucap petugas medis bersamaan dengan datangnya Mobil Ambulance ke lokasi itu lalu membawa Azman ke rumah sakit.


Petugas kepolisian juga dengan sigap mengawal mobil ambulance itu dan beberapa mobil media juga mengikuti ambulance itu.


"Maaf Pak, bagaimana dengan motor Pak Azman" ucap seorang anggota Tim SAR mendatangi Pak Jaja yang hanya berdiri sambil melihat kepergian mobil ambulance.


"Naikkan ke mobil toyota hilux saja, lalu antarkan ke rumah sakit, aku akan menyusul ke rumah sakit setelah evakuasi korban besok selesai" ucap Pak Jaja sambil melangkah menuju tenda yang di gunakan oleh Azman untuk melihat apakah ada barang milik Azman yang tertinggal.


"Siap Ndan" ucap anggota Tim SAR itu dengan sangat hormat.


….

__ADS_1


"Tidak ada ternyata barang Pak Azman yang tertinggal, hanya tasbih kayu ini saja yang terjatuh tadi saat dia pingsan" ucap Pak Jaja berbicara sendiri di dalam tenda yang di gunakan oleh Azman sambil memegang tasbih kayu milik Azman.


Waktu menunjukan jam 02.10 wib dan Pak Jaja keluar dari dalam tenda yang di gunakan oleh Azman  dan melihat jika Pak Umar sudah datang.


"Pagi Ndan maaf saya baru sampai" ucap Pak Umar dengan sangat sopan.


"Pak Umar apa sudah monitor apa yang terjadi" ucap Pak Jaja dengan ramah.


"Siap Ndan, saya sudah mendengarnya dari anggota Tim SAR saat saya datang, ternyata makhluk gaib disini sangat ganas ya Ndan" ucap Pak Umar.


"Pak Umar, Pak Azman sudah sangat banyak menolong kita semua, dan dia terluka juga karena menolong kita jadi sebaiknya kita berbagi tugas saja" ucap Pak Jaja dengan ramah.


"Siap Ndan, mohon petunjuknya" ucap Pak Umar dengan sangat hormat.


"Saya akan tetap di sini sampai proses evakuasi korban Longsor selesai, Pak Umar tolong ke rumah sakit untuk menemani Pak Azman, tidak mungkin jika dia sendirian di rumah sakit" ucap Pak Jaja sambil tersenyum hangat ke Pak Umar.


"Tolong bawa ini, tasbih kayu ini milik Pak Azman dan gunakan kartu debit saya ini untuk membayar biaya rumah sakit, Pak Umar masih tahu kan nomor pin nya" ucap Pak Jaja sambil memberikan Tasbih kayu milik Azman dan juga kartu debit miliknya.


"Siap Ndan, saya masih hapal, izin saya berangkat sekarang saja, biar saya saja yang membawa Toyota Hilux itu" ucap Pak Umar dengan sangat hormat sambil menerima tasbih kayu milik Azman dan kartu debit milik pak Jaja.


"Iya pergilah, nanti aku akan menyusul setelah semuanya selesai" ucap Pak Jaja.


"Siap Ndan" ucap Pak Umar sambil meninggalkan pak Jaja dan langsung berjalan ke mobil toyota Hilux yang sedang memuat motor Azman.


"Kalian semua yang bisa beristirahat silahkan beristirahat, Pak Azman sudah berjuang untuk kita semua jadi jangan kecewakan dia, nanti jam tujuh pagi kita akan mulai evakuasi secepat kita bisa" ucap Pak Jaja melalui radio komunikasi miliknya agar terdengar oleh semua orang yang ikut misi sosial penyelamatan korban Longsor itu.


"Maaf Pak Jaja, bisakah kami mewawancarai bapak sebentar terkait musibah yang menimpa Pak Azman" ucap seorang reporter wanita yang mendatangi Pak Jaja.

__ADS_1


"Mba maaf, saya sudah sangat lelah dan membutuhkan istirahat jadi nanti saja setelah proses evakuasi korban Longsor selesai kita adakan konferensi pers nya" ucap Pak Jaja dengan ramah.


"Baik Pak, selamat beristirahat" ucap Reporter wanita itu sambil kemudian meninggalkan Pak Jaja.


Pak Jaja kemudian melangkah menuju tenda komando yang menjadi pusat koordinasi aksi sosial penyelamatan korban Longsor.


"Ndan, sebaiknya komandan juga beristirahat" ucap anggota Tim SAR yang ada di tenda komando itu.


"Iya sebentar lagi, kejadian ini sungguh di luar wacana kita semua" ucap Pak Jaja sambil melihat jika Pak Umar sudah berangkat dengan membawa Toyota Hilux yang mengangkut motor Azman.


"Ijin Ndan, maaf mengganggu" ucap salah seorang perwira kepolisian yang datang bersama dengan seorang perwira TNI.


"Ayo silahkan duduk" ucap Pak Jaja dengan ramah.


"Maaf Ndan, apa tidak sebaiknya kita langsung melakukan evakuasinya saja, dengan lampu lampu sorot maka kita masih bisa bekerja" ucap perwira TNI itu dengan sangat hormat karena Pak Jaja pangkatnya jauh lebih tinggi.


"Tidak, kita tetap akan bekerja besok pagi, semua korban selamat sudah kita selamatkan, sesuai jumlah korban secara keseluruhan maka hanya ada lima puluh jenazah saya di sana" ucap Pak Jaja dengan ramah.


"Siap Ndan, soalnya anak anak juga tidak bisa tidur dengan adanya kejadian ini" ucap perwira kepolisian itu dengan sangat hormat.


"Iya aku paham, namun situasinya tidak memungkinkan untuk kita bekerja jam segini juga, resiko tanah longsor masih besar dan jika itu terjadi saat kita sedang evakuasi maka akan menyulitkan kita juga bukan, silahkan kalian sampaikan ke semua anggota kalian untuk beristirahat sebisa mungkin, aku sangat yakin tidak akan ada lagi gangguan makhluk gaib karena Pak Azman sudah menghabisi semuanya tadi" ucap Pak Jaja dengan sangat ramah.


"Siap Ndan, jika demikian kami pamit, namun minta izin untuk memasang lampu sorot di area kemah,  untuk menambah rasa nyaman semua orang disini" ucap perwira kepolisian itu.


"Ya lakukan saja, tolong bujuk mereka untuk beristirahat ya, kita membutuhkan banyak tenaga untuk melakukan evakuasi pagi nanti, karena saya hanya menargetkan dua jam saja, agar saya bisa ke rumah sakit tempat Pak Azman di rawat" ucap Pak Jaja dengan ramah


"Siap Ndan monitor" ucap kedua perwira itu dengan sangat hormat sambil kemudian meninggalkan tenda komando itu.

__ADS_1


Pak Jaja menarik nafas panjang dan kemudian melangkah menuju kasur lipat lapangan yang ada di tenda komando itu lalu tiduran di atasnya.


__ADS_2