Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Persiapan menikah 4


__ADS_3

“Baik Pak Azman, jika demikian saya akan mengurus dan merubah tagihannya, nanti saya kirimkan ulang tagihan yang barunya ya Pak.” Ucap Bu Amel.


“Iya Bu, terima kasih atas bantuannya.” Ucap Azman sambil mengakhiri panggilan telepon tersebut dan menyimpan ponselnya di atas meja.


“Azman, bagaimana?.” Tanya Azizah dengan wajah yang penasaran.


“Semuanya sudah beres, kita akan disini saja dulu ya, aku sudah membereskan semuanya, dan untuk sementara waktu, kita akan menggunakan mobil saja dulu untuk berjalan - jalannya.” Ucap Azman sambil mengambil bungkus rokoknya dan mengeluarkan sebatang lalu menyalakannya.


“Azman, jika kau tidak ingin naik mobil maka batalkan saja, aku tidak keberatan dengan naik motor kok, buat aku selama bisa bersama mu aku sudah bahagia.” Ucap Azizah.


“Iya, alasanku menggunakan mobil karena sudah banyak orang yang mengetahui ku dengan motor itu, kau jangan khawatir nanti kita akan menggunakan motor lain jika kita sudah bosan dengan naik mobil ya.” Ucap Azman.


“Iya, apa yang menurutmu baik maka buat aku juga baik.” Ucap Azizah.


“Baguslah jika demikian, oh iya sebelum semuanya terlambat aku ingin menanyakan sekali lagi, apakah kau sudah siap untuk menjadi istriku dan menemaniku selalu, karena dengan kau menikah denganku maka kau akan selalu ada di dunia ini dan akan berperilaku layaknya manusia pada umumnya .” Ucap Azman sambil menatap hangat Azizah.


“Aku bersedia dan aku juga sudah sangat yakin dengan keputusanku, aku tidak akan menyesali apa yang aku lakukan dan aku juga akan berusaha menjadi istri yang sesungguhnya untukmu.” Ucap Azizah.


“Terima kasih ya, aku sangat bahagia dengan ini, dan tetap ingatkan aku jika ada tindakanku yang membuatmu kecewa ya.” Ucap Azman dengan tatapan yang penuh kehangatan.


“Terima kasih juga sudah mau menerimaku menjadi istrimu, aku juga minta agar kau selalu mengingatkanku jika ada tindakanku yang tidak tepat ya.” Ucap Azizah.

__ADS_1


“Iya, kita akan saling mengingatkan dan kita akan melewati banyak hal bersama kedepannya, jika bisa aku minta hilangkan sepenuhnya aura Jin mu itu, biarkan saja ada makhluk terkutuk yang mendekati kita, jadi kita bisa tahu mereka ramah atau minta di hancurkan ya.” Ucap Azman.


“Iya, aku hanya tidak ingin ada gangguan saja sampai pernikahan kita selesai, jadi nanti saja ya jika sudah selesai semua urusan pernikahan aku hilangkan aura Jin ku, lagi pula manusia biasa kan tidak bisa merasakan aura ini.” Ucap Azizah.


“Oke jika demikian, lalu kapan Daim dan kedua orang tuamu datang, aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan mereka.” Ucap Azman.


“Sudah tenang saja, mereka akan datang layaknya manusia kok, aku tahu kau takut mereka akan datang dan membuat kekacauan disini bukan, semalam paman Daim bilang kepadaku, jika mereka akan menjadi manusia dan datang kesini pun seperti manusia, paman Daim kan sudah lama di dunia mu ini jadi tahu bagaimana berperilaku dan bertindak seperti manusia, bahkan setahuku dia juga memiliki rumah dan lain - lainnya di dunia mu ini.” Ucap Azizah.


“Benarkah? Daim tidak pernah menceritakannya kepadaku, apa dia juga memiliki istri manusia?.” Tanya Azman.


“Iya, namun tidak memiliki Anak, dari apa yang aku dengar sih seperti itu.” Ucap Azizah.


“Wah Daim ini penuh sekali kejutan ternyata.” Ucap Azman.


“Pantas saja dia tidak mau menampakkan dirinya ke manusia lain, karena ada jatidiri yang dia sembunyikan dan tidak ingin diketahui orang banyak.” Ucap Azman.


“Itu mungkin saja, karena aku sangat tahu jika dia itu sebenarnya lebih lama di dunia ini dari pada di dunia kami, oh ya sambil menunggu orang - orang yang akan datang, bagaimana jika kita melihat taman yang akan di jadikan lokasi pesta kita saja.” Ucap Azizah sambil berdiri.


“Ayo kita kesana, lagi pula duduk terus membuatku bosan, aku tidak biasa dengan menunggu seperti ini, kita masih memiliki waktu sampai orang yang akan membawakan ponselmu datang.” Ucap Azman sambil berdiri dan langsung menutup pintu villa lalu menguncinya.


Azman dan Azizah pun kemudian berjalan ke belakang villa dan memang mereka sejak datang belum berjalan keliling kawasan itu, mereka berjalan melalui jalan di samping villa yang mereka sewa dan ternyata lima puluh meter dari villa mereka itu nampak sebuah taman yang sangat luas dengan aneka bunga yang bermekaran, taman itu terlihat sangat indah dan Azizah nampak sangat bahagia dengan taman tersebut.

__ADS_1


“Azman ini sungguh indah, aku sangat suka dengan taman ini, bisakah kau mengambil photo ku, jadi aku bisa mengabadikan momen ini.” Ucap Azizah yang kini berdiri berhadapan dengan Azman di pintu masuk taman yang sangat indah itu.


“Jika menggunakan ponselku ini maka tidak akan maksimal gambarnya, jadi kita gunakan kamera ku saja ya, kau tunggu sebentar aku akan mengambil kamera ku terlebih dulu.” Ucap Azman.


“Iya, aku akan menunggu disana saja.” Ucap Azizah sambil menunjuk ayunan kayu yang terletak tidak jauh darinya.


Azman hanya mengangguk dan langsung melangkah kembali ke villanya, namun yang menjadi tujuannya bukan masuk kedalam villa melainkan dia hanya ke motornya dan mengambil kamera dslr miliknya yang dia simpan di box pannier motornya lalu kembali menemui Azizah.


Azman pun kemudian mengambil beberapa photo Azizah dan banyak juga photo berdua yang dia ambil untuk mengabadikan momen istimewa mereka itu hingga tanpa terasa waktu banyak berlalu dan nampak Bu Amel datang bersama seorang wanita seumurannya.


“Pak Azman dan Ibu disini ternyata, tadi kami ke villa namun kosong dan saya hubungi Pak Azman juga tidak di angkat.” Ucap Bu Amel.


“Oh Iya Bu, maaf ponselnya saya getar jadi maaf jika panggilan telepon Ibu saya tidak menerimanya.” Ucap Azman.


“Pak Azman, ini kawan saya membawakan beberapa ponsel untuk Ibu pilih, mau disini atau di villa saja, karena barangnya juga masih di mobilnya.” Ucap Bu Amel.


“Azman, aku capek, kita kembali ke villa saja ya.” Ucap Azizah.


“Baiklah, ayo kita kembali ke villa saja jika demikian.” Ucap Azman.


Mereka pun langsung berjalan bersama untuk kembali ke villa yang di sewa oleh Azman dan mereka kemudian duduk di kursi teras, sahabat Bu Amel pun mengeluarkan ponsel - ponsel yang di bawanya dan Azman kemudian mengambil ponsel yang sama dengan miliknya lalu membayarnya, dia juga tidak lupa mengaktifkan sim cardnya sehingga ponsel itu bisa langsung digunakan oleh Azizah.

__ADS_1


Sahabat Bu Amel pun langsung meninggalkan villa itu setelah Azman membayar ponsel tersebut dan sesuai janjinya Azman melebihkan pembayarannya sebagai ganti dari bensin dan tenaga yang dikeluarkan untuk mengantarkan ponsel tersebut.


__ADS_2