
“Sedang dalam proses Pak, dan mari kita ke tenda komando saja Pak.” Ucap Pak Jaja yang mengajak Azman beserta Azizah untuk ke tenda komando yang letaknya tidak terlalu jauh dari lokasi mereka.
Azman pun mengangguk dan mereka semua pun kemudian berjalan ke tenda komando tersebut lalu memasukinya dan duduk di kursi yang ada disana mengitari sebuah meja kotak besar.
“Pak Azman ini project proposalnya bersama dengan hasil penelitian ahli geologi.” Ucap Pak Jaja sambil memberikan dua buah map ke Azman dan Azman pun langsung membukanya serta mempelajari berkas yang di berikan oleh Pak Jaja tersebut.
Berkas pertama yang di berikan itu adalah berkas penelitian ahli geologi dan di berkas itu di jelaskan jika desa yang rubuh tidak aman untuk di jadikan pemukiman karena ada di jalur patahan, namun lokasi yang saat ini sedang di bangun untuk pemukiman warga merupakan lokasi yang aman untuk di jadikan pemukiman, di berkas itu juga di tulis jenis rumah yang aman untuk jangka panjang adalah rumah - rumah yang tahan terhadap gempa bumi.
Dan berkas kedua merupakan berkas hasil kajian penelitian kontur sungai dan dinding sungai serta jenis dan spesifikasi jembatan yang bisa di buat disana, dan jembatan yang paling cocok adalah jembatan dengan rangka baja di tambah, di berkas itu juga ada perincian dari biaya yang di perlukan dan proses pembangunan jembatan itu mencapai waktu tiga bulan lamanya untuk selesai namun jika sekedar di gunakan oleh pejalan kaki menyeberang dalam waktu satu minggu sudah bisa karena dalam waktu satu minggu rangka - rangka besi sudah selesai di pasang dan bisa di pasang jalan darurat dari kayu di atas rangka baja tersebut.
Azman pun tidak berkata apapun saat melihat rincian biayanya, dia hanya mentransferkan biaya itu ke rekening Pak Jaja dan tidak langsung ke rekening dari kontraktor yang ada di dalam proposal.
“Pak Jaja, anda saja yang mengurus pembayarannya ya, dan sedikit saya lebihkan untuk pegangan anda dan rekan - rekan selama disini, Pak Deni saya juga sudah mentransfer uangnya ke rekening anda, dan sama lebihannya silahkan di kelola saja ya.” Ucap Azman.
“Terima kasih Pak.” Ucap Pak Jaja dan Pak Deni dengan kompak.
“Pak Sudrajat, soal sumber mata air itu sudah beres dan air sudah keluar lagi namun ada beberapa hal yang perlu saya tekankan kepada anda ……. “ Ucap Azman menjelaskan permintaan dari para arwah leluhur di sumber mata air milik penduduk desa dan tidak ada satupun yang Azman sembunyikan, bahkan dia juga menceritakan semua yang dialaminya selama dia menuju ke sumber mata air dan selama di sumber mata air tersebut.
__ADS_1
“Terima kasih Pak Azman, dan saya akan memastikan semuanya dilaksanakan, dan pengelolaannya pun nanti akan saya perbaiki lagi agar semua warga bisa kembali menikmati air dari sumber mata air tersebut Pak.” Ucap Pak Sudrajat.
“Saya mohon maaf ke semuanya, saya tidak bisa disini sampai semua proses pembangunan selesai, saya dan istri harus pamit terlebih dahulu.” Ucap Azman yang mengambil keputusan untuk meninggalkan desa tersebut karena dia merasa kehadirannya disana sudah tidak diperlukan lagi.
“Pak Azman, bagaimana dengan alat - alat pertukangan yang anda beli apakah jadi?.” Tanya Pak Deni.
“Jadi Pak, nanti anda urus dengan Pak Sudrajat saja, dan saya harap anda bisa membantu penjualannya juga, jika perlu anda saja yang kelola nantinya Pak, karena saya lihat warga sini banyak yang ahli kayu dan bisa menghasilkan furniture yang bagus - bagus.” Ucap Azman.
“Baik jika demikian, saya akan mengaturnya dengan sebaik mungkin dan saya akan menyiapkan sentra penjualannya di pantai saja jadi akan lebih menarik wisatawan juga nantinya.” Ucap Pak Deni menyanggupi permintaan Azman karena dia yakin apa yang di minta Azman akan membawa kebaikan untuk semua pihak.
“Pak Azman, saya akan pastikan jembatannya selesai namun nanti biar pak Umar saja yang tetap disini, saya sendiri akan mengecek lokasi lainnya, karena masih banyak masyarakat yang terkena bencana yang memerlukan bantuan.” Ucap Pak Jaja.
“Benar Pak, makanya Pak Umar dan timnya akan bertahan disini sedangkan tim inti yang bersama saya akan menuju ke lokasi bencana yang lain.” Ucap Pak Jaja.
“Pak Azman dan semuanya, mohon maaf akan tetapi saya benar - benar tidak tahu harus melakukan apa untuk membalas kebaikan anda semua.” Ucap Pak Sudrajat.
“Anda tidak perlu melakukan apapun Pak, dan yang perlu anda lalukan adalah membawa masyarakat desa anda menuju perubahan yang lebih baik saja, itu sudah cukup untuk saya.” Ucap Azman.
__ADS_1
“Sebelum kita pergi maka sebaiknya kita makan bersama dulu saja.” Ucap Pak Jaja sambil memanggil anak buahnya yang ada di dalam tenda itu dan langsung meminta di ambilkan makanan untuk mereka semua.
“Nah itu lebih baik, makan bersama, saya juga sudah lapar nih.” Ucap Azman.
“Suamiku, sebentar aku akan menemui ibu - ibu desa ini terlebih dahulu sekaligus berpamitan dengan mereka ya.” Ucap Azizah.
“Sayangku, setelah makan bersama saja ya, kan Pak Jaja juga perlu persiapan untuk meninggalkan desa ini, lagi pula kita tidak bisa keluar jika mobil Pak Jaja tidak di pindah.” Ucap Azman sambil menunjuk ke arah mobilnya yang tertutup oleh mobil Pak Jaja dan mobil tim sar regu Pak Jaja.
“Benar itu, sengaja saya tutup mobil anda Pak.” Ucap Pak Jaja sambil tertawa ringan.
“Ya sudah nanti kita berpamitan bersama - sama saja.” Ucap Azizah.
Mereka pun menikmati makan bersama di tenda komando tersebut dan makanan yang mereka makan itu merupakan makanan khas sunda yang di masak oleh ibu - ibu desa tersebut.
“Tidak ada yang lebih nikmat untuk saya selain menikmati karedok seperti tadi.” Ucap Azman yang memang tadi pas makan siang bersama dia memilih untuk makan karedok saja berbeda dengan yang lain yang memilih makan semua yang ada disana.
“Suamiku tenang saja, aku juga sudah bisa membuatnya kok, aku sudah belajar membuat itu.” Ucap Azizah.
__ADS_1
“Iya istriku, nanti aku akan mencoba karedok buatan mu ya.” Ucap Azman sambil menyalakan sebatang rokoknya.
“Jika demikian karena acara makan siang bersama ini sudah selesai maka saya akan menemui anak buah saya terlebih dahulu untuk bersiap meninggalkan lokasi ini dan menuju ke lokasi kedua.” Ucap Pak Jaja sambil berdiri karena nampaknya Pak Jaja sudah harus meninggalkan lokasi tersebut.