Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Menuju Kabupaten Bandung 1


__ADS_3

“Kadang kau ini lebih cerewet dari pada ayah ku ya.” Ucap Azman.


“Ya setidaknya aku akan selalu mewakili ayah dan ibu mu untuk mencerewetimu, kau ini memang sudah dewasa namun sejak kejadian dengan kuntilanak itu aku jadi tidak berani melepas mu sendiri, aku akan menjadi penjaga mu sekaligus orang tuamu agar otakmu tidak kotor lagi.” Ucap Daim.


“Iya iya, aku juga sudah sangat menyesali pemikiran pemikiran seperti itu, makanya lain kali jika jadi teman itu yang bener, ingatkan aku saat aku salah langkah, jangan sampai aku terjerumus dulu baru menolongku.” Ucap Azman yang langsung menyalakan sebatang rokoknya. 


“Kapan lagi aku bisa melihatmu di goda sama kuntilanak, itu sungguh pengalaman berharga untukku.” Ucap Daim.


“Iya berharga untukmu namun tidak untukku, dan aku benar benar tidak ingin sampai dua kali mengalami hal seperti itu lagi.” ucap Azman.


“Azman, bersiap siaplah Tim Sar sudah bersiap untuk pergi dan Pak Jaja sudah berjalan ke arah sini.” Ucap Daim.


“Iya, ayo kita pergi.” Ucap Azman sambil mematikan rokoknya.


Azman langsung melangkah keluar dan dia pun langsung ke motornya untuk menghidupkan motornya itu.


“Pak Azman apakah anda sudah siap, rombongan yang akan ke tanah longsong akan segera berangkat dan saya menyisakan dua puluh orang disini untuk mengawasi proses pembangunan desa terkutuk, jadi sebagian tenda tidak kami bongkar.” Ucap Pak Jaja yang sudah menemui Azman.


“Iya Pak, saya sudah siap, bisa saya bertemu dengan pemimpin dari dua puluh orang itu.” Ucap Azman.


“Yang menjadi pemimpin disini adalah Pak Umar, sebentar saya panggilkan dulu.” Ucap Pak Jaja yang langsung bergegas meninggalkan Azman dan tidak lama kemudian kembali lagi bersama Pak Umar.

__ADS_1


“Pak Azman ada yang bisa saya bantu.” Ucap Pak Umar.


“Pak Umar, jika nanti pembangunan tidak berjalan dengan baik maka tolong hubungi saya ya, dan ini terimalah untuk kalian yang ada disini, jumlahnya tidak seberapa namun akan cukup untuk kalian disini mengawasi pembangunan ini.” Ucap Azman sambill memberikan lima puluh juta uang tunai pecahan seratus ribuan.


“Pak Azman ini tidak perlu Pak, kami sudah memiliki anggaran untuk selama disini.” Ucap Pak Umar yang menolak uang tunai tersebut.


“Pak Umar tolong terima saja ya, ini anggap saja untuk kalian membeli rokok selama disini, saya memberikan ini hanya untuk jajan kalian saja kok.” Ucap Azman.


“Tidak apa apa Pak Umar di terima saja ini kan bentuk kepedulian dari Pak Azman ke Pak Umar dan juga rekan rekan yang lain.” Ucap Pak Jaja.


“Siap Komandan jika demikian, terima kasih Pak Azman, anda benar benar sudah banyak membantu kami.” Ucap Pak Umar sambil menerima uang tunai dari Azman.


“Sama sama pak, saya sudah menganggap kalian semua sebagai sahabat saya, baiklah Pak Jaja mari kita lanjutkan perjalanan dan sebelumnya saya ingin tahu berapa orang yang akan ikut ke lokasi longsor.” Ucap Azman.


“Pak Jaja, nanti jika ada rumah makan yang muat untuk kita semua tolong berhenti saja dulu ya, saya ini belum makan dan sudah berasa lapar.” Ucap Azman.


“Siap Pak, saya akan di depan dan akan berhenti di rumah makan, kebetulan saya tahu sebuah rumah makan besar di pinggir pantai dan masakannya disana juga enak pak.” Ucap Pak Jaja.


“Iya Pak dimana pun itu tidak masalah asal perut ini terisi.” Ucap Azman.


“Jika demikian mari pak kita berangkat.” Ucap Pak jaja yang langsung melangkah ke mobilnya yang berada dekat dengan tenda Azman itu.

__ADS_1


Azman pun menaiki motornya dan langsung menggunakan helmnya, Daim seakan takut tertinggal dan langsung naik ke kursi penumpang belakang.


Rombongan Tim Sar itu pun kemudian melangkah dan meninggalkan hutan terlarang dengan mobil Pak Jaja paling depan dan Azman tepat di belakangnya, mereka meninggalkan hutan terlarang itu dengan di lepas kepergiannya oleh para relawan, penduduk desa dan juga pihak media, bahkan para pejabat itu pun ikut melepas kepergian Azman, semuanya berbaris rapi dari mulai hutan terlarang sampai ke jalan  utama, hal ini tidak lepas dari sorotan media.


“Azman kau ini hebat ya, keluar hutan saja sampai di lepas oleh ribuan orang seperti ini lihatlah semua orang ini kini berdiri dan kiri dan kanan jalan hanya untuk melepas kepergianmu saja, bahkan semuanya merekamnya, kini kau benar benar menjadi sosok yang hebat ya.” Ucap Daim.


“Iya tapi orang tua ku akan protes lagi karena hal ini, mereka tidak ingin jika kemampuan ku ini menjadi bumerang untuk keluarga kami.” Ucap Azman.


“Sudah tidak perlu dipikirkan seperti itu, kau ini tenar karena kebaikan dan yang membencimu adalah orang orang yang bekerja sama dengan makhluk terkutuk jadi anggap saja mereka akan segera menyambut kematian mereka.” Ucap Daim.


“Itu memang salah satunya, namun yang di takutkan adalah mereka melukai kedua orang tua ku, apakah kau punya solusi untuk ini.” Ucap Azman.


“Aku tentu saja punya, dan sudah aku berikan sejak pertama aku memilihmu, aku sudah meminta empat kaum ku untuk melindungi kedua orang tua mu dari serangan makhluk terkutuk jadi tidak akan ada satu pun makhluk terkutuk yang bisa melukai kedua orang tua mu itu.” Ucap Daim.


“Terima kasih, jika demikian aku lebih tenang, dan bisa fokus berkeliling, oh ya kau kan bisa menampakkan diri sebagai manusia bahkan bisa berubah ke bentuk apapun juga bukan lalu kenapa kau tidak menampakkan diri saja.” Ucap Azman.


“Aku dari dulu tidak suka menampakkan diri, karena itu akan mengurangi kewaspadaan ku dan dengan seperti ini aku bisa tahu hal hal yang terjadi jauh dari lokasi kita seperti dua kilometer dari tempat kita ada yang membutuhkan pertolongan mu, namun tidak perlu khawatir ini masih satu jalan kok.” Ucap Daim.


“Memerlukan pertolongan ku?.” Tanya Azman.


“Iya, nanti juga kau akan tahu, dan rombongan ini juga akan berhenti disana kok.” Jawab Daim.

__ADS_1


“Kau ini kenapa tidak langsung saja menyampaikannya kepadaku apa yang terjadi, jadi aku tidak kepikiran.” Ucap Azman.


“Jika aku menyampaikannya dan kau jadi terburu buru maka ini tidak baik, sudah percaya saja kepadaku, kau akan sampai disana tepat waktunya, tidak perlu terburu buru, mereka masih akan selamat saat kau dan tim sar ini sampai kok.” ucap Daim.


__ADS_2