
“Azman, apakah kau tidak ingin melihat warga desa itu?” Tanya Pak Jaja.
“Saat ini mereka sedang menjalani hukum karma dan saya tidak ingin melihatnya, anda jangan khawatir, semua masalah desa ini kini sudah selesai, dan bagaimana dengan penemuan di sumur tua hutan pinus Pak” Jawab Azman yang percaya jika Daim akan menyelesaikan semua masalah di desa dengan caranya tersendiri.
Sementara itu Daim terlihat melayang di atas desa dan dia memang sudah memerintahkan semua makhluk gaib yang bersembunyi untuk melawan semua manusia yang bekerja sama dengan makhluk gaib itu, dan Daim menjanjikan akan menghancurkan mereka dengan tidak memberikan rasa sakit sebagai gantinya.
“Azman, di sumur tua kami menemukan jenazah dari ibu yang hilang dan juga jenazah lainnya, dan kau tau jika Mbah Hardiyata ternyata salah satu dalang dari semua masalah di desa ini, namun pihak kepolisian sudah menangani perkara ini dan aku yakin jika semua yang terlibat lambat laun akan ditangkap oleh mereka” Ucap Pak Jaja yang langsung meneguk kopinya perlahan.
“Jika demikian kita bisa kembali ke rumah saja Pak, apakah anda bisa mempercayakan semua urusan disini ke Pak Umar, saya benar - benar memerlukan istirahat” Ucap Azman yang memang dia merasakan jika tubuhnya kini mulai terasa sakit kembali.
“Tentu saja bisa, sebentar biar aku hubungi Pak Umar terlebih dulu untuk memberitahunya jika kita akan kembali lebih awal” Ucap Pak Jaja sambil mengambil telepon selulernya dan langsung menghubungi Pak Umar.
Pak Jaja menyampaikan apa adanya dan Pak Umar pun menyampaikan jika dia akan langsung menyusul ke rumah Azman setelah semua urusan di desa itu selesai.
Sebenarnya Azman ingin ke desa itu lagi untuk melihat namun dia menyadari jika kondisinya lebih penting sehingga dia memilih untuk pulang ke rumahnya.
Azman dan Pak Jaja pun langsung meninggalkan tenda komando dengan membawa barang - barang mereka dan mereka langsung menuju ke mobil, Pak Jaja pun tidak membiarkan Azman mengemudi dan dia kini yang jadi pengemudi mobil.
Mobil Pak Jaja nampak perlahan mulai meninggalkan area basecamp sementara itu dan tidak ada seorang pun yang menghalanginya karena memang mereka yang ada di basecamp mengetahui jika Azman dalam kondisi yang tidak baik.
__ADS_1
“Azman, kau ini selalu mengutamakan orang lain, aku tahu sejak di dalam gua itu sebenarnya kondisi mu sangat parah” Ucap Pak Jaja sambil melihat ke arah Azman yang sedang tiduran di kursi penumpang depan yang sudah di buat rebah oleh Azman.
“Pak, saya tidak ingin mereka melihat saya dalam kondisi yang parah, saya sengaja menahannya tadi namun ternyata saya sudah tidak bisa lagi, sepertinya badan ini benar - benar perlu istirahat” Ucap Azman yang mengingat jelas saat dia terperosok ke jurang dan saat dia harus melawan orang yang hendak membunuhnya.
“Azman, apakah tidak sebaiknya kita mencari rumah sakit saja, agar kau bisa mendapatkan perawatan medis intensif dari dokter” Ucap Pak Jaja.
“Pak, saya juga tadi setelah menghubungi Azizah sudah menghubungi anak buah saya dan tim medis sudah menunggu di rumah, biar saya di rawat di rumah saja, dan anda jangan khawatir tubuh saya ini terasa sakit karena saya terperosok ke jurang bukan karena sabetan golok itu kok, dan ini juga tidak mengancam nyawa saya” Ucap Azman sambil tersenyum ke Pak Jaja.
“Baiklah jika demikian” Ucap Pak Jaja yang masih merasa bersalah dengan kondisi Azman yang seperti itu, dia bisa membayangkan betapa sakitnya tubuh Azman yang terjatuh masuk jurang yang cukup terjal dan juga banyak tumbuhan liarnya.
“Jika saya nanti sudah sembuh, maka yang akan saya kunjungi adalah Candi Cetho Pak, saya ingin menyelesaikan janji” Ucap Azman.
“Kau ini, sudah lupakan saja, kita tidak kesana juga tidak masalah” Ucap Pak Jaja yang tidak ingin Azman terluka kembali.
“Apa tidak sebaiknya dengan pihak keraton terlebih dulu” Ucap Pak Jaja.
“Ini satu rangkaian Pak, dan jika memang itu saran anda maka saya akan menyelesaikan urusan dengan orang keraton terlebih dulu” Ucap Azman sambil mengeluarkan kartu nama yang diberikan oleh orang keraton itu namun saat kartu nama itu dipegang olehnya tiba - tiba kartu nama itu langsung hancur dengan sendirinya dan mengeluarkan asap putih yang melesat keluar dari dalam mobil.
Kejadian ini sontak membuat Pak Jaja kaget dan menghentikan mobilnya, “Azman kartu nama itu kenapa bisa hancur” Ucap Pak Jaja yang masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
__ADS_1
“Kartu nama dari orang yang sudah dianggap mati ya hancur Pak” Ucap Azman.
“Bisakah kau jelaskan kepada ku” Ucap Pak Jaja sambil menjalankan kembali mobilnya.
“Pak Jaja, abdi dalam yang mendatangi kita itu sepertinya hanya jelmaan saja, dan dia diutus untuk menguji ku, sudah anda jangan khawatir, semua akan terjawab di gunung lawu” Ucap Azman sambil memejamkan matanya karena Azman menyadari jika Daim kini sudah ada di dalam mobil itu dan duduk persis di belakangnya.
Pak Jaja pun tidak berbicara kembali karena dia mengira Azman ingin beristirahat.
“Daim, bagaimana kondisi desa itu, kenapa kau sudah ada disini” Ucap Azman dalam hatinya berkomunikasi dengan Daim.
“Azman, tenang saja sudah tidak ada makhluk terkutuk di desa itu, dan kau tahu mereka sudah mendapatkan azabnya, aku meminta makhluk terkutuk itu untuk memutuskan saraf tangan kanan dan kaki kiri mereka, setelah para makhluk gaib itu selesai dengan tugas yang aku berikan aku pun menghancurkan mereka, karena aku bilang jika tidak menurut maka aku akan menyiksa mereka namun jika mereka menurut maka kematian yang cepat dan tidak menyakitkan yang aku berikan” Ucap Daim yang hanya terdengar oleh Azman.
“Daim, kau sudah tidak perlu khawatir dengan ku, dan sebaiknya kau jaga saja Azizah, aku tidak ingin ada apa - apa dengannya dan juga calon anakku” Ucap Azman kembali bertelepati.
“Azman, aku akan kembali ke rumah ku, dan aku akan datang kembali ke rumahmu nanti sebagai manusia, jadi Pak Jaja dan istrinya tidak akan curiga, aku juga akan mengajak mertua mu jadi mereka bisa terus menjaga Azizah, sedangkan aku akan menjaga mu saja, lihatlah tanpa adanya aku kini kau selalu penuh luka” Ucap Daim.
“Daim kenapa kau hancurkan kartu nama itu” Ucap Azman.
“Azman, seperti yang tadi kau sampaikan itu kartu nama dari orang yang sudah mati dan kau tahu kau kartu itu juga yang mencegah Azizah dari menemukanmu, semakin jauh kau pergi maka Azizah dan aku tidak bisa melacak mu karena kekuatan gaib di kartu itu” Ucap Daim.
__ADS_1
“Jadi demikian, ya sudah sekarang kau pergilah, dan terima kasih” Ucap Azman.
Daim tidak menjawabnya dan Daim pun langsung menghilang dari dalam mobil itu.