Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Pendaki yang hilang 1


__ADS_3

Azman kemudian kembali ke kursi yang tadi dia duduki dan melihat jika bapak dan ibu warung beserta anaknya mendatanginya lalu duduk di kursi kosong di meja sebelahnya.


"Pak, saya mengucapkan terima kasih atas kebaikan bapak menolong saya, tadi istri saya sudah menjelaskan semua yang terjadi kepada saya" ucap bapak pemilik warung makan itu.


"Iya Pak sama sama, boleh saya tahu dari mana bapak mendapatkan cincin batu akik ini?" Ucap Azman sambil mengambil cincin batu akik yang masih berada di dalam asbak itu lalu memberikannya ke bapak pemilik warung.


"Cincin batu akik ini di berikan oleh Pak Udi, yang rumahnya terbakar itu, dan Pak Udi juga merupakan pemilik semua warung di sini kecuali warung kami ini" ucap Bapak pemilik warung itu dengan ramah sambil meletakkan kembali cincin batu akik tersebut.


"Berapa lama bapak jadi sakit setelah mendapatkan cincin batu akik ini" ucap Azman.


"Bapak mendapatkan cincin batu akik itu bada isya dan malamnya bapak sakit, jadi ibu yang menyimpan cincin batu akik itu di dinding kamar itu karena takut hilang" ucap Ibu warung itu menjelaskan.


"Maaf Pak apakah ada sesuatu dengan Cincin batu akik ini" ucap Bapak pemilik warung.


"Benar, makhluk menyeramkan yang tadi ibu lihat sebelumnya ada di dalam batu akik ini, boleh saya tahu kenapa bapak bisa mendapatkan cincin batu akik ini" ucap Azman sambil tersenyum ramah.


"Pak Udi bilang ke saya jika ini jimat agar warung saya bisa jadi ramai pembeli, karena hari sebelumnya warung saya sepi pembeli Pak" ucap Bapak pemilik warung.


"Jika saya boleh menyarankan sering sering shadaqah saja pak, bu, jadi pintu rejeki akan selalu terbuka, dan jangan lagi percaya dengan jimat seperti ini, warung bapak dan ibu sebelumnya di tutup oleh guna guna namun sudah saya bersihkan, insyaallah kedepannya warung ini akan ramai kembali" ucap Azman dengan ramah.


"Bapak maaf apakah ada cara agar tidak ada lagi yang menguna guna warung saya" ucap Bapak pemilik warung itu.


"Ada, sering bershadaqah dan sering beribadah di warung ini, tidak salah jika saat menunggu pelanggan datang di isi dengan mengaji" ucap Azman dengan ramah.


Mereka bertiga menganggukan kepalanya dan mereka juga terlihat sangat menghormati Azman meskipun Azman masih sangat muda.

__ADS_1


"Bapak maaf namanya siapa, setidaknya kami bisa tahu siapa nama penolong kami" ucap Bapak pemilik warung itu.


"Nama saya Azman Pak, saya ada wisatawan yang kebetulan lewat saja" ucap Azman dengan ramah.


"Nama saya erik pak, senang bisa mengenal bapak, dan maaf setelah ini bapak mau kemana?" Ucap bapak pemilik warung yang mengaku bernama erik itu.


"Saya kebetulan mau kemping malam ini di pantai pak, dan besok pagi akan melanjutkan perjalanan saya, kebetulan saya ingin mengelilingi pulau jawa ini." Ucap Azman sambil tersenyum ramah dan kemudian menyalakan sebatang rokoknya lagi.


"Jika bapak mau bisa menginap di rumah saya Pak" ucap Bapak pemilik warung itu.


"Terima kasih pak, namun saya akan lebih nyaman untuk berkemah saja sesuai niatan saya kesini, dan Ibu maaf berapa tagihan saya" ucap Azman dengan ramah.


"Sudah pak, tidak perlu membayarnya, lagi pula bapak sudah membantu kami, setidaknya hanya hal ini yang bisa kami lakukan untuk Pak Azman" ucap Ibu warung itu dengan sangat sopan dan juga ramah.


"Ibu, saya ikhlas kok menolong Pak Erik, dan pekerjaan saya juga bukan seperti itu, sedangkan ibu dan bapak adalah pedagang maka saya harus membayar makanan yang sudah saya beli dari bapak dan ibu, jadi berapa tagihan sayanya" ucap Azman dengan ramah.


"Ibu ini uangnya sisanya untuk ibu saja ya, baiklah saya permisi ya" ucap Azman sambil berdiri dan memberikan selembar uang seratus ribu rupiah ke ibu warung itu.


"Pak Azman, seandainya lewat sini lagi jangan sungkan untuk mampir ya, sekali lagi saya mengucapkan banyak terima kasih atas kebaikan bapak" ucap Ibu warung itu sambil menerima uang tersebut.


"Iya Bu, dan soal cincin batu akik ini di pakai saja tidak apa apa, sekarang sudah seperti cincin batu akik biasa kok" ucap Azman dengan ramah sambil kemudian berjalan ke motornya.


Pak Erik beserta istri dan anaknya pun mengantar kepergian Azman mereka tetap berdiri di depan warung mereka sampai Azman tidak lagi terlihat.


"Azman di depan sebelah kanan akan ada jalan menuju pantai, dan lokasinya enak untuk mu berkemah" ucap Daim.

__ADS_1


"Oke, terima kasih ya, aku sudah sangat lelah nich" ucap Azman sambil memelankan laju motornya lalu berbelok ke kanan.


Azman yang sampai di pantai kemudian memarkirkan motornya lalu memasang tendanya dan langsung tidur di dalam tendanya itu.


Tidak ada hal apapun yang terjadi malam itu karena Daim berjaga di luar tenda.


Tepat jam empat pagi alarm ponsel dan jam tangan Azman berbunyi dan Azman pun kemudian bangun lalu merapikan tendanya dan kembali melanjutkan perjalanannya karena ingin bisa sholat subuh berjamaah hal ini juga atas saran dari Daim yang di ikuti oleh Azman.


Motor BMW 1200 Gs itu melaju dengan kecepatan hanya empat puluh kilometer per jam mengikuti jalanan di pinggir pantai itu.


"Daim, kenapa kita tidak sholat subuh berjamaah di masjid dekat tempat kita berkemah" ucap Azman sambil terus mengendalikan laju motornya di empat puluh kilometer per jam.


"Terlalu penuh disana, jadi kita di masjid depan saja, dan di masjid depan ada sesuatu yang harus kau kerjakan, di depan belok kiri ya kita akan ke desa di kaki gunung" ucap Daim.


"Ooooh jadi kau ingin membantu seseorang toh, oke aku siap" ucap Azman yang kemudian memelankan laju motornya.


"Jalannya berbatu tapi aku yakin motor bagus mu ini bisa kok melewatinya" ucap Daim.


Azman berbelok ke kiri dan benar saja jika jalan itu belum di aspal dan masih jalan tanah berbatu yang sedikit menanjak.


Semakin lama jalan itu semakin menanjak dan cukup terjal namun Azman berhasil sampai di desa itu tepat saat adzan subuh berkumandang di masjid desa.


"Banyak sekali mobil dan motor tim sar di sini" ucap Azman sambil memarkirkan motornya di parkiran Masjid desa itu.


"Iya ada beberapa pendaki hilang disini dan kita akan membantu menyelamatkan para pendaki itu" ucap Daim sambil turun dari atas motor Azman.

__ADS_1


Azman kemudian turun dan langsung menyimpan helmnya.


"Ayo" ucap Azman dalam hatinya sambil melangkah menuju masjid lalu membuka sepatunya dan langsung mengambil wudhu bersama dengan Daim.


__ADS_2