Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Persiapan menikah 3


__ADS_3

Tidak lama setelah mereka selesai menyelesaikan sarapan mereka, seorang wanita berusia empat puluh tahunan datang menemui mereka yang ternyata merupakan pemilik villa serta pemilik rumah makan itu dan Azman pun langsung mengutarakan keinginannya ke pemilik rumah makan itu.


“Jadi begitu Bu, kami harap kerjasamanya dan mengenai biaya maka tidak perlu khawatir karena saya akan membereskannya.” Ucap Azman.


“Baik Pak Azman, dan karena malam nanti adalah hari besar untuk anda berdua maka sebaiknya kami mendekor ulang untuk pernikahan kalian bukan, saran saya untuk akad nikahnya tidak di dalam villa ini melainkan di taman yang ada di belakang villa saja, nanti saya akan atur sebaik mungkin dan untuk acara makannya juga di sana saja.” Ucap Bu Amel yang merupakan pemilik villa sekaligus pemilik rumah makan itu.


“Itu juga bagus Bu Amel dan tolong dirinci semuanya sama Bu Amel saja, nanti kirimkan melalui pesan singkat saja kepada saya, nanti saya akan mentransfernya ya.” Ucap Azman.


“Satu hal lagi Pak, saya nyaris lupa, bagaimana dengan pakaian pengantin kalian, jika kalian mau saya memiliki butik dan juga salon kecantikan.” Ucap Bu Amel.


“Jika memang bisa ya saya minta tolong saja langsung, jadi semuanya ibu yang handle ya, oh ya, saya memerlukan sebuah ponsel dan kartu sim nya, apakah ibu ada kenalan toko ponsel yang bagus.” Ucap Azman.


“Ada pak, kabetulan saya memiliki kenalan toko ponsel dan memang disana barang - barang terbaru dan mewah ada, jika anda mau biar diantarkan saja kesini.” Ucap Bu Amel.


“Itu lebih baik dan suruh saya membawakan beberapa pilihan ya jadi calon istri saya ini bisa memilihnya, jangan khawatir nanti bensin dia saya ganti juga kok.” Ucap Azman.


“Baik jika demikian saya permisi dulu ya, nanti jam sepuluh biar orang saya datang kesini untuk melakukan Fitting pakaian pengantinnya dan membawa beberapa contoh pakaian pengantin yang kami miliki, anda jangan khawatir semua pakaian di butik saya itu di jahit sendiri dan tidak ada yang akan menyamainya, mungkin hanya mirip namun tidak akan sama persis.” Ucap Bu Amel.


“Baik Bu, terima kasih ya.” Ucap Azman dan Bu Amel pun langsung meninggalkan Azman dan Azizah yang kembali berduaan di teras villa itu.


“Azman apakah jika menikah maka pakaiannya itu khusus ya, bukankah kemarin kau sudah membelikan ku banyak pakaian.” Ucap Azizah.


“Iya, nanti malamkan akan jadi malam spesial untuk kita, jadi sudah sepantasnya jika kita menggunakan pakaian yang spesial juga bukan.” Ucap Azman.

__ADS_1


“Buatku bisa bersamamu selalu juga sudah spesial kok.” Ucap Azizah dan kini Azman kembali mengambil ponselnya dan langsung melakukan panggilan telepon namun kali ini dia menghubungi anak buahnya yang ada di kota Bandung.


“Selamat pagi Pak Azman, ada yang bisa saya bantu untuk Bapak.” Ucap Pak Ferry yang merupakan Direktur salah satu rumah sakit milik Azman yang ada di kota Bandung.


“Pagi juga Pak Ferry, alhamdulilah kabar saya baik, oh ya saya sedang ada perlu dengan anda.” Ucap Azman.


“Sampaikan saja Pak, saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu anda.” Ucap Pak Ferry.


“Pak Ferry saya perlu orang untuk membawakan mobil Jeep saya yang ada di rumah saya dan nanti bawa motor saya ke rumah yang di Jakarta ya.” Ucap Azman.


“Mobil Jeep yang di rumah Bandung atau yang di rumah Jakarta ya Pak?.” Tanya Pak Ferry.


“Yang di rumah Bandung saja Pak, kebetulan saya ada di kota Garut dan sedang menginap di sini, jika bisa siang ini juga sudah sampai ya mobilnya.” Jawab Azman.


“Iya baiknya saja, dan jangan lupa pesankan untuk mengisi bensinnya sampai penuh ya, lalu bagaimana dengan penduduk di ciwidey itu apakah sudah beres semua.” Ucap Azman.


“Semuanya sudah beres Pak, anda tidak perlu khawatir dengan hal itu, saya juga berencana membangun rumah sakit kecil di sana jadi mereka akan mudah jika ingin berobat.” Ucap Pak Ferry.


“Ide yang brilian dan aku suka, oka lakukan saja, namun ingat misi kita adalah menolong jadi jangan sampai mereka yang sakit merasakan beban dengan berobat di tempat kita ya.” Ucap Azman.


“Iya tidak masalah dengan itu pak, semuanya akan kami gratiskan selama mereka memang tergolong yang dalam kondisi yang sudah kita tentukan.” Ucap Pak Ferry.


“Oke, terimakasih dan segera ya mobilnya.” Ucap Azman.

__ADS_1


“Siap Pak.” Ucap Pak Ferry dan Azman pun langsung mengakhiri panggilan telepon itu karena ada panggilan telepon masuk dari Pak Jaja yang langsung dia terima.


“Pak Azman, maaf mengganggu, lokasi pernikahannya dimana ya, saya diminta datanya sama pihak kantor urusan agama.” Ucap Pak Jaja.


“Di kawasan Villa yang saya sedang sewa pak, dan sebaiknya kalian semua pindah kesini saja, biar saya sewa semua villa disini saja ya, tadi informasinya jika disini masih ada dua puluh dua lagi yang kosong dan hanya saya saya kok yang menginap disini.” Ucap Azman.


“Baiklah jika demikian nanti siang kami kesana ya, kebetulan sekali jika kami memang kekurangan biaya jika harus menambah sewa villa disini saat ini.” Ucap Pak Jaja.


“Iya Pak, kan lokasi kita juga tidak terlalu jauh dan disini lebih sepi pak karena kan disini murni penginapan bukan lokasi wisata.” Ucap Azman.


“Baik Pak, nanti kita bahas yang lainnya jika saya sudah sampai saja saja.” Ucap Pak Jaja.


“Iya Pak, saya tunggu disini ya.” Ucap Azman.


“Siap Pak.” Ucap Pak Jaja dan Azman pun langsung mengakhiri panggilan telepon dengan Pak Jaja itu dan melihat Pesan masuk dari Bu Amel mengenai perincian biaya yang harus dia bayarkan, namun Azman tidak langsung melakukan pembayaran melainkan langsung menghubungi Bu Amel melalui panggilan telepon.


“Pak Azman ada yang bisa saya bantu.” Ucap Bu Amel memulai percakapan telepon itu.


“Iya Bu, saya ingin menyewa semua villa saja, karena teman - teman saya yang sedang menginap di villa lain saya minta datang kesini, kan tadi kata ibu villa lain juga kosong.” Ucap Azman.


“Pak Azman apakah tidak sebaiknya dengan hotel kami juga sekalian, siapa tahu tamu anda bertambah nantinya, jadi kami bisa menolak jika ada yang akan menginap di hotel kami.” Ucap Bu Amel.


“Itu lebih baik dan rumah makan anda juga saya sewa sekalian saya ya, jadi nanti tamu saya bisa makan sepuasnya disana dan tidak dikenakan biaya oleh anda.” Ucap Azman.

__ADS_1


__ADS_2