
Pak Umar yang sudah menghubungi Tim Udara pun kemudian mendatangi Pak Jaja kembali “Lapor Ndan, Tim Udara sudah dalam perjalanan, dan saya sudah menyampaikan agar mereka benar - benar menyisir area sekitar sini” Ucap Pak Umar sambil duduk di samping Pak Jaja.
“Pak Umar, ada yang sedikit yang mengganjal di saya, jika Pak Azman terjatuh ke jurang dan terluka kenapa lukanya hanya sedikit, dan juga masih bisa berjalan jauh” Ucap Pak Jaja sambil menengok ke Pak Umar.
Pak Umar tidak langsung menjawabnya namun dia terlihat mengerutkan keningnya, “Apakah mungkin ada yang membantu Pak Azman, atau mungkin darah itu bukan darah Pak Azman” Ucap Pak Umar.
“Jejak kaki disana hanya ada satu jejak kaki saja, kecuali ada jejak kaki lain yang berlawanan dan mengarah ke arah hutan jati” Ucap Pak Jaja yang menyadari jika mereka fokus dengan jurang ke arah sungai dan ke arah hutan jati yang berlawanan dengan sungai.
“Tapi kenapa tim satu dan dua belum menemukan jejaknya ya Pak” Ucap Pak Umar.
Pak Jaja kemudian berdiri dan melihat ke Pak Umar sambil berkata “Agar kita tahu jawabannya maka kita kesana saja sekarang, saya rasa sudah cukup istirahat kita”.
“Siap Ndan” Ucap Pak Umar sambil berdiri dan keduanya pun langsung menemui anggota Tim Sar yang sudah menunggu kedatangan mereka.
“Saya akan membagi regu ini menjadi dua regu, regu pertama berisi sepuluh orang di tambah regu anjing penyelamat, jadi ada dua puluh orang yang akan ikut dengan saya, untuk sisanya akan tetap bersama pemimpin regu dan kalian bertugas memeriksa desa, kalian bersatu dengan penduduk dan coba cari informasi dari mereka, cari informasi mengenai tempat tersembunyi atau hal lainnya” Ucap Pak Jaja yang berdiri di depan anggota tim sar regu keempat itu.
“Kalian sudah mendengarnya langsung, jadi silahkan sepuluh orang dari regu keempat ini maju kedepan untuk bergabung dengan kami” Ucap Pak Umar mengarahkan mereka.
Sepuluh orang langsung maju demikian juga dengan sepuluh orang yang membawa anjing pelacak.
“Kabari padaku jika ada yang kalian temukan, saya harap kalian bisa mendapatkan hasil” Ucap Pak Jaja yang langsung melangkah menuju ke arah desa dan Pak Umar bersama dengan yang lain langsung mengikutinya.
“Bang, kenapa Pak Jaja nampak sangat perhatian ya sama Pak Azman” Ucap salah seorang anggota regu keempat yang tidak ikut dengan Pak Jaja.
__ADS_1
“Pak Azman itu adalah orang yang memberikan kita kartu pengobatan di rumah sakit ternama, dan menanggung semua biaya berobat kita serta keluarga kita, apakah tidak sepantasnya Pak Jaja khawatir” Ucap Pemimpin regu keempat.
“Dan Pak Azman juga sudah banyak membantu anak dari anggota Tim Sar dengan memberikan pekerjaan di rumah sakit miliknya, jika aku jadi Pak Jaja pasti aku lebih khawatir dengan keselamatan orang baik seperti Pak Azman” Ucap Anggota regu keempat lainnya.
“Pantas Pak Jaja selalu memanggil dengan ucapan Bapak” Ucap salah seorang lainnya.
“Pak Azman sudah seperti dewa penolong untuk kita dan juga masyarakat yang jadi korban bencana” Ucap pemimpin regu keempat.
Sementara itu tanpa diketahui oleh siapapun Daim melayang di atas desa dengan pandangan yang nampak mengawasi ke arah desa.
“Dimana kau Azman, bisa - bisanya kau masuk ke desa yang seperti ini, desa yang penuh dengan pemuja makhluk terkutuk” Ucap Daim yang melihat ada banyak sekali makhluk terkutuk yang bersembunyi di rumah - rumah penduduk desa.
Daim yang menghilangkan wujud dan auranya terus melayang mencari keberadaan Azman, dengan kekuatan yang dia miliki dia bisa melihat menembus semua rumah yang ada disana.
“Itu Pak Jaja dan Pak Umar, tapi aku tidak bisa menampakkan diriku, bisa banyak pertanyaan dari mereka jika aku ada di desa tanpa membawa kendaraan” Ucap Daim sambil melihat ke arah Pak Jaja dan rombongannya yang berjalan menuju rumah yang hangus terbakar.
Pak Jaja yang melangkah di depan semua orang kini menghentikan langkahnya karena dia sudah sampai di lokasi Azman terperosok.
“Ini lokasi Pak Azman terjatuh ke jurang yang ada di bawah sana, dan aku minta kalian membagi menjadi sepuluh tim, jadi ada dua orang di masing masing tim, satu tim satu anjing pelacak” Ucap Pak Jaja.
Mereka pun langsung mengikuti perkataan Pak Jaja dan anggota tim keempat yang ada disitu langsung mendekati tim anjing pelacak.
“Kalian jelajahi daerah sini, dan ingat jangan sampai ada yang terpencar, selalu berdua apapun yang terjadi, aku sendiri akan menemui tim kesatu yang di bawah sana, apakah ada yang ingin di pertanyakan?” Ucap Pak Jaja lagi.
__ADS_1
“Siap tidak” Ucap mereka semua dengan sangat kompak dan bersamaan.
“Oke, segera berangkat, dan kalian lakukan pencarian sampai lima sore saja, malam ini jika kita belum menemukan Pak Azman, kita akan bermalam” Ucap Pak Jaja.
“Siap” Ucap mereka dengan kompak dan bersamaan lagi.
Sepuluh Tim yang dibentuk Pak Jaja itu pun berjalan dan mereka langsung menyusuri area disana baik jalan setapak maupun area hutan.
“Pak Umar, ikuti saya, ada jalan pintas menuju ke bawah” Ucap Pak Jaja yang langsung melangkah menuju arah jurang di bawah, dan jalan itu adalah jalan yang tadi pagi dia lewati bersama anggota kepolisian.
Pak Umar pun langsung mengikuti Pak Jaja dan dia berjalan di belakang Pak Jaja, “Disini banyak sekali pohon jati yang sudah sangat tua dan bernilai jual tinggi ya Pak” Ucap Pak Umar sambil melihat sekelilingnya.
“Itu benar, dan pohon - pohon jati ini lah yang menjadi sumber pembunuhan di desa ini” Ucap Pak Jaja.
“Jadi seperti itu, padahal jika mereka rukun selalu saya yakin jika kebutuhan hidup mereka saja sudah terpenuhi dengan menjual kayu jati yang sudah rubuh” Ucap Pak Umar.
“Aslinya memang begitu Pak, namun namanya manusia serakah sudah pasti ingin menguasai semuanya” Ucap Pak Jaja.
Perjalanan menurun itu memang lebih terasa berat dan menyulitkan untuk Pak Jaja dan Pak Umar sehingga membutuhkan waktu hampir satu jam untuk bisa sampai di jurang.
Beberapa anggota tim satu yang melihat kedatangan Pak Jaja dan Pak Umar pun langsung menghampiri dan menyambut kedatangannya.
“Dimana pemimpin regu kalian?” Tanya Pak Jaja yang ingin mengetahui perkembangannya.
__ADS_1
“Maaf Ndan, namun hanya kami yang standby disini, sedangkan pemimpin regu dan yang lain sedang menelusuri sebuah gua, tadi kami secara tidak sengaja menemukan sebuah gua yang tersembunyi sebelah sana” Ucap anggota tim sar itu.
“Ajak aku kesana” Ucap Pak Jaja.