
“Azman kami akan maju lebih dulu jika itu mau mu dan kau berhati hatilah.” Ucap Pemimpin para arwah leluhur itu.
“Iya terima kasih, saya akan berhati hati dan kalian juga berhati hati ya.” Ucap Azman.
Pemimpin para arwah leluhur itu kemudian melayang dan melesat ke arah pemukiman penduduk desa terkutuk di ikuti oleh semua arwah leluhur yang ada disana.
Azman sendiri tetap melangkah dengan santai karena dia tahu menjaga staminanya lebih penting untuknya saat ini dan dia juga sudah memegang kedua tongkat baton itu di tangan kanan dan kirinya.
Azman tiba tiba terjatuh karena ada yang menarik kakinya dan saat dia melihat ternyata ada dua tangan yang berusaha menarik kaki kanannya ke dalam tanah, Azman pun dengan sigap berusaha bangkit dan memukul kedua tangan itu dengan tongkat baton itu.
Tongkat batonnya telak mengenai kedua tangan berlumuran darah itu dan pegangan tangan berlumuran darah itu pun terlepas, Azman langsung berdiri kembali dan menjaga jarak dengan kedua tangan berdarah itu, kini terlihat jika ada sesosok kepala yang keluar dari dalam tanah.
Sosok mirip dengan mayat yang sudah membusuk itu pun kini perlahan keluar dari dalam tanah namun Azman tidak membiarkannya.
"Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum. Laa ta’khudzuhuu sinatuw wala naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardh. Man dzal ladzii yasfa'u ‘indahuu illaa bi idznih. Ya’lamu maa baina aidiihim wamaa khalfahum.Walaa yuhiithuuna bi syai-im min ‘ilmihii illa bi maa syaa-a. Wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardha walaa ya-uuduhuu hifzhuhumaa Wahuwal ‘aliyyul ‘azhiim.
(Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.)" ucap Azman tepat saat memukulkan tongkat batonnya ke kepala tersebut.
__ADS_1
Sosok mayat itu pun langsung hancur dan menghilang dari pandangan Azman.
“Pantas tidak ada yang bisa memasuki tanah di desa terkutuk ini karena di dalam tanah pun banyak makhluk terkutuk.” Ucap Azman sambil kembali berjalan namun belum lima langkah kini banyak sekali makhluk yang seperti mayat itu mulai keluar dari dalam tanah dan Azman pun kembali menghancurkan mereka yang berdekatan dengannya.
Para kameramen yang menggunakan lensa jarak jauh itu kini melihat kejadian namun bukan hanya mereka saja melainkan semua nya juga ikut melihatnya karena beberapa media memasang banyak televisi besar untuk memberikan informasi ke para relawan dengan apa yang terjadi dengan Azman.
“Pak Jaja, apa yang bisa kita lakukan untuk membantu Pak Azman.” Ucap salah seorang Menteri yang ada disana sambil melihat ke monitor televisi di tenda utama.
“Mohon maaf namun tidak ada yang bisa kita lakukan saat ini selain ikut mendoakan keselamatan Pak Azman, dan kita sambil menonton ini juga sebaiknya sambil berdzikir saja pak, karena dengan berdzikir bersama seperti saat ini maka kekuatan mereka akan melemah.” ucap Pak Jaja.
“Benar itu, jadi sebaiknya kita berhenti ngobrol dan mulai ikut berdzikir saja dengan para relawan.” ucap salah seorang menteri lainnya.
Azman sendiri sudah banyak menghancurkan makhluk terkutuk yang menyerupai mayat mayat itu namun mereka tetap ada seakan akan memang disana lah pusat mereka, namun Azman seolah tidak capai dan tetap melangkah sambil menghancurkan mereka satu persatu.
Dua jam berlalu dan kini semua makhluk terkutuk yang menyerupai mayat itu pun sudah musnah semuanya oleh azman dan azman pun belum sampai ke pemukiman penduduk desa terkutuk namun masih seratus meter lagi dan kini dia duduk di tanah untuk mengembalikan staminanya yang benar benar sudah terkuras.
Azman tidak asal duduk beristirahat melainkan dia sambil berdzikir dan memohon perlindungan dan bantuan dari Allah Subhanu Wa Taa’la.
__ADS_1
Tiga Jam berlalu dan kini Azman sudah kembali melangkah dan menuju ke pemukiman penduduk desa terkutuk itu lagi, dia melihat jika kini semua arwah para leluhur itu sudah melayang ke atas pemukiman penduduk desa terkutuk itu pertanda jika tugas mereka sudah selesai dan Azman hanya tinggal menghabisi yang terkuat diantara para makhluk terkutuk itu.
Azman pun sampai ke pemukiman penduduk desa terkutuk dan dia sangat sedih melihat rumah rumah disana yang kondisinya benar benar lebih mirip kandang kambing dari pada di sebut rumah.
Azman melihat jika ada orang orang di dalam rumah itu yang kondisinya sangat menyedihkan, semuanya hanya tampak memiliki kulit saja dan vitalitas mereka pun sudah nampak sangat lemah.
“Azman, kau lurus saja dan ada sebuah sumur tua tidak jauh dari mu, disana dia bersembunyi dan hanya tinggal satu saja kok, yang lainnya sudah kami habisi.” terdengar suara Daim di kepala Azman.
“Baik aku akan kesana, jadi hanya tinggal satu, terima kasih ya.” Ucap Azman dalam ahtinya sambil berkomunikasi dengan Daim, dia yang memang sudah sedikit lelah akibat dua jam berurusan dengan makhluk terkutuk yang lebih tepat di sebut sebagai mayat hidup itu.
“Azman gunakan kepintaranmu untuk memancing makhluk itu keluar, kami akan menjaganya agar tidak melarikan diri” Ucap Daim yang kembali terdengar oleh Azman.
“Baik, aku tahu apa yang harus aku lakukan dia bersembunyi dalam sumur.” Ucap Azman dalam hatinya kembali berkomunikasi dengan Daim.
Azman pun kini kembali berjalan dan tidak lama kemudian dia melihat sebuah sumur tua yang sudah tidak terawat dan dengan hati hati dia pun mendekati sumur itu.
Azman berhenti lima meter dari sumur itu dan dia menyimpan tongkat batonnya di pinggangnya, dia selipkan di ikat pinggangnya, Azman kemudian berjongkok dan mulai mengambil kerikil yang bertebaran di sana lalu menumpuknya di tangan kirinya, Azman juga menyimpan beberapa kerikil di saku celananya karena tangan kirinya sudah tidak muat lagi untuk menyimpan batu kerikil kerikil itu.
__ADS_1
“Azman apa yang kau lakukan, kenapa kau malah mengumpulkan kerikil kerikil itu bukannya segera mengeluarkan dan menghabisi makhluk biadab itu, kami sudah bosan di atas sini dan ingin istirahat juga, ini kau malah bermain dengan kerikil seperti anak kecil saja kau ini.” Ucap Daim yang kembali terdengar di kepala Azman.