
“Saya sudah mencari kontraktor untuk itu, tadinya saya hendak membangun di lokasi asli mereka, namun setelah di pikirkan lagi sepertinya kita memerlukan lokasi yang baru, para penduduk itu harus direlokasi jika seandainya desa mereka ini merupakan wilayah yang berbahaya untuk dijadikan kawasan tinggal.” Ucap Azman sambil melihat kedatangan Pak Sudrajat dan Pak Umar.
“Loh Pak Umar anda kesini juga, bagaimana dengan lokasi penugasan anda?.” Tanya Pak Jaja yang nampak kaget dengan kehadiran Pak Umar.
“Sudah beres Ndan, disana kami hanya menyelamatkan tiga keluarga yang terkena longsor dan alhamdulillah tidak ada korban jiwa, semua penduduk berhasil kami selamatkan, jadi kami bergeser kesini karena mendengar laporan komandan jika disini semua rumah warga hancur.” Ucap Pak Umar sambil berjabat tangan dengan Azman.
“Pak Sudrajat, tadi saya sudah berkeliling di pemukiman warga desa anda dan semuanya tidak ada yang tersisa termasuk dengan rumah anda, dan masjid juga mengalami kerusakan yang cukup parah, sepertinya penduduk anda harus di pindahkan semuanya, namun sebenarnya ini masih memerlukan kajian dari ahli geologi.” Ucap Azman.
“Saya kira juga demikian Pak, selama ini kami tenang tinggal disana karena selama ini tidak pernah ada gempa bumi yang sampai di desa kami namun sejujurnya kami semua merasa takut untuk kembali ke desa kami, saya dan para sesepuh desa sudah membahas hal ini dan kami berencana tinggal di sebelah sini saja Pak.” Ucap Pak Sudrajat.
“Pak Azman saya tinggal sebentar ya, saya hendak berkoordinasi untuk pembangunan jembatan daruratnya.” Ucap Pak Jaja.
“Silahkan Pak, dan Pak Sudrajat saya bisa pahami ketakutan dari para penduduk desa anda, dan saya ingin ketahui bagaimana dengan status lahan disini Pak.” Ucap Azman.
“Lahan sebelah sini semuanya milik saya Pak, dan saya ikhlas jika ini digunakan untuk pemukiman penduduk desa saya, namun kami tidak memiliki biaya untuk membangunnya, jadi tadi pembicaraan saya dengan para tokoh masyarakat adalah untuk membagi tanah sesuai luas tanah mereka, lebih tepatnya sistem barter Pak, seratus meter tanah mereka di seberang akan saya tukar dengan seratus meter tanah saya yang disini, disana bisa saya gunakan untuk perkebunan saja nantinya, dan Pak Azman apakah anda memiliki akses ke pemerintahan untuk membantu kami memiliki rumah kembali.” Ucap Pak Sudrajat.
__ADS_1
“Pak Azman, saya yakin pemerintah bisa membantu penduduk desa ini memiliki rumah kembali namun saya tidak yakin bisa semua penduduk mendapatkannya, dan dikarenakan saat ini ada banyak bencana maka saya tidak yakin jika bisa didahulukan disini.” Ucap Pak Umar.
“Urusan pembangunan rumah itu adalah urusan saya, dan saya sudah berkoordinasi dengan kawan saya untuk hal itu, nanti saya akan bangunkan rumah tahan gempa untuk kalian semua, akan tetapi ya bentuk dan luasnya akan sama, jika di antara para penduduk desa ingin melebarkan ya itu dengan biaya sendiri kedepannya, bagaimana menurut anda.” Ucap Azman ke Pak Sudrajat.
“Saya mewakili penduduk desa hanya bisa mengucapkan banyak terima kasih kepada anda, dan sebagai gantinya maka saya akan berikan tanah saya untuk anda saja, saya harap anda tidak keberatan Pak.” Ucap Pak Sudrajat yang nampak sangat bersungguh - sungguh.
“Anda ini bicara apa Pak, saya membantu anda semua dengan dasar kemanusiaan dan tidak menginginkan balasan apapun, sudah jangan memikirkan ganti rugi apapun kepada saya, sekarang saya minta tolong kepada anda untuk menyiapkan lokasinya saja, nanti jika kawan saya tiba maka dia bisa langsung bekerja, dan sepertinya akan ada banyak truk kesini yang membawa bahan bangunan jadi Pak Umar mohon di tata ulang untuk parkir kendaraannya ya.” Ucap Azman.
“Baik Pak, saya akan menyiapkan lokasinya, jika demikian saya permisi terlebih dulu.” Ucap Pak Sudrajat sambil kemudian melangkah meninggalkan Azman.
“Silahkan Pak.” Ucap Azman dan Pak Umar pun langsung meninggalkan Azman bersamaan dengan Pak Jaja yang datang kembali.
“Pak Azman, perkara jembatan sudah di setujui oleh kawan saya, dan dia akan segera datang kesini untuk melihat situasinya, jadi bisa mengetahui jembatan tipe apa yang cocok untuk daerah ini.” Ucap Pak Jaja.
“Alhamdulilah jika demikian satu persatu bisa kita selesaikan, sebentar saya akan menghubungi kawan saya yang tadi saya minta membawa kontraktor pembangunan rumah penduduk kesini Pak.” Ucap Azman sambil mengambil telepon selulernya dan dia tahu jika sinyal telepon seluler sudah normal kembali berkat adanya mobil tim sar yang membawa penguat sinyal seluler, Azman pun langsung menghubungi Pak Deni untuk mengetahui sudah sejauh mana perkembangan Pak Deni dan kawan - kawannya.
__ADS_1
“Pak Azman, saya sudah hampir sampai ke lokasi, maaf sedikit lebih lama karena kami harus memutar terlebih dahulu dikarenakan banyaknya jalan dan jembatan yang rusak.” Ucap Pak Deni yang memulai percakapan telepon seluler tersebut.
“Alhamdulillah jika demikian dan apakah kawan anda yang akan membangun rumah penduduk juga ikut datang.” Ucap Azman.
“Ikut bersama saya pak dan kami satu mobil, kami juga sudah membawa semua bahan bangunan yang di perlukan jadi bisa langsung bekerja, dan maaf soal biaya biar kita bahas di lokasi saja ya Pak karena ternyata ada banyak kawan saya yang ikut membantu juga pembiayaannya.” Ucap Pak Deni.
“Syukur alhamdulilah jika ada banyak orang baik yang terlibat, saya ikut senang mendengarnya, baiklah saya akan menunggu kedatangan anda disini Pak.” Ucap Azman.
“Baik Pak sampai jumpa di lokasi.” Ucap Pak Deni dan Azman pun kemudian memutuskan panggilan telepon seluler itu lalu menyimpan telepon selulernya di saku celananya.
“Pak Jaja, pembangunan rumah penduduk bisa segera kita mulai karena kawan saya sudah di perjalanan arah kesini dengan membawa semua yang di perlukan termasuk bahan bangunan dan tenaga kerjanya.” Ucap Azman
“Alhamdulillah, pembangunan desa ini bisa segera kita mulai dan Pak Azman kenapa anda bisa ada disini?.” Ucap Pak Jaja.
“Yang Maha Kuasa yang membawa saya kesini Pak, dan sudah jalannya pula kita membantu penduduk desa ini.” Ucap Azman yang tidak mau membahas lebih jauh lagi.
__ADS_1
“Kuasa Yang Maka Kuasa, oh iya Pak Azman, sebaiknya anda ikut bersama saya terlebih dahulu ke tenda medis, agar perban di kepala anda itu bisa di ganti, saya lihat darahnya mulai keluar lagi.” Ucap Pak Jaja yang melihat jika ada darah mengalir dari kepala Azman yang di perban dan Pak Jaja nampak cukup khawatir dengan keadaan Azman.