Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Gua Kematian 10


__ADS_3

Azman berusaha untuk berdiri kembali namun ketiga genderuwo itu tidak membiarkannya begitu saja dan berusaha menyerangnya namun dengan sigap setelah dia berhasil berdiri dia pun langsung mengayunkan akar rambat tersebut ke salah satu genderuwo yang dengan kencangnya mengenai kepalanya sehingga genderuwo itu pun tersungkur ke tanah lalu menghilang perlahan.


Azman tidak berpuas diri dia tahu jika menyerang bagian leher ke atas maka genderuwo itu akan musnah dan itulah sebabnya dia memilih untuk menyerang leher ke atas dan terus berusaha menjaga jarak dengan mereka karena cambuk akar rambat itu akan susah di gunakan dengan jarak dekat olehnya.


Kedua genderuwo yang tersisa itu pun nampak sangat marah dengan Azman, dan berusaha terus menyerang Azman tapi Azman pun  dengan sigapnya terus berusaha menghindari mereka.


“Suamiku ini ternyata cukup lihai juga, aku tidak salah memilihnya, ada bagusnya juga aku tadi mengatakan jika genderuwo itu lemah, jika dia tahu bahwa kelima genderuwo ini sudah sangat kuat mungkin mentalnya akan menurun, biarlah aku melihatnya saja dari sini karena biar bagaimana pun juga aku harus bisa melatihnya.” Ucap Azizah dalam hatinya yang ini sedang duduk di batang pohon tidak jauh dari lokasi Azman yang masih berusaha menghabisi dan sekaligus menghindari serangan dari dua genderuwo yang tersisa itu.


Satu lagi genderuwo berhasil Azman habisi dengan serangan langsungnya ke kepala, kini hanya tinggal satu genderuwo saja yang belum dia habisi.


“Hanya tinggal kau seorang, kita lihat sejauh mana kau bisa bertahan.” Ucap Azman dalam hatinya dan dia kini berusaha menyerang bagian tangan dan kaki genderuwo terakhir itu, dia tidak lagi ingin memusnahkannya namun ingin melemahkannya lalu mencari informasi tentang manusia pengkhianat yang bekerja sama dengan genderuwo itu.


Berkali - kali Azman berusaha mencambuk tangan dan kaki genderuwo itu dan berulang kali juga Azman harus menghindari serangan dari genderuwo, dan setelah sekian lama dia berusaha dia pun akhirnya berhasil menyerang kaki genderuwo itu.


Genderuwo itu kini tersungkur di tanah  dan Azman juga tetap menyiksanya dengan menggunakan cambuk akar rambat itu namun tidak sekuat tanaga lagi karena maksudnya bukan untuk menghabisi langsung.


“Suamiku, apa yang kau lakukan, habisi saja dia agar tugas mu selesai.” Ucap Azizah yang terdengar hanya oleh Azman.


“Sayangku, aku membutuhkannya untuk menyerang manusia yang bekerja sama dengannya itu.” Ucap Azman dalam hatinya berkomunikasi dengan Azizah.


“Kau ini ada - ada saja, ya sudah terserah kau saja.” Ucap Azizah dalam hatinya sambil terus mengawasi Azman.

__ADS_1


“Aku menawarkan satu kebaikan untukmu, dan aku tahu jika kau yang paling kuat dari semua temanmu tadi.” Ucap Azman sambil mengikat Genderuwo terakhir dengan Akar rambat yang sebelumnya dia gunakan sebagai cambuk.


“Manusia habisi saja aku, aku tidak akan pernah mengikuti keinginan mu.” Ucap Genderuwo tersebut yang kini sudah tidak bisa lagi bergerak akibat tubuhnya sudah di ikat oleh Azman.


“Kau bekerjasama dengan manusia dan mengambil tumbal manusia lain, baiklah jika kau tidak ingin mengikuti keinginan ku.” Ucap Azman sambil kemudian menendang genderuwo itu di bagian dadanya.


“Arrrrrrggggggggggggggghhhhhhhhhhhhh” Genderuwo itu nampak mengerang kesakitan akibat tendangan Azman dan suaranya terdengar sampai ke desa yang mengakibatkan para penduduk desa termasuk pihak kepolisian kebingungan.


Hujan perlahan berhenti dan Asap hitam itu pun kini perlahan menghilang, Azman masih berdiri di depan genderuwo terakhir yang kini sudah terbaring di atas tanah.


“Sudah berapa lama kau disini.” Ucap Azman.


“Aku sudah ratusan tahun disini dan ini tidak berarti untukku, sebaiknya kau habisi saja langsung aku.” Ucap Genderuwo itu.


“Manusia, siapa namamu, selama ini tidak pernah ada manusia yang bisa melukai kami namun kenapa kau bisa melukaiku.” Ucap Genderuwo itu.


“Namaku Azman, dan hari ini hari kematianmu.” Ucap Azman sambil menatap Genderuwo itu dan karena sudah tidak hujan dia pun sudah kembali menyalakan sebatang rokoknya, ini juga karena kini bau busuk yang sangat menyengat itu sudah tidak lagi tercium.


“Azman, semua manusia itu akan menjadi lumpuh jika aku mati, jadi habisi saja aku dan tidak perlu menyiksaku seperti ini.” Ucap Genderuwo itu.


“Seharusnya kau bicara dari tadi jika kalian sudah melakukan kontrak darah dan jiwa.” Ucap Azman yang dengan kencangnya langsung menendang kepala Genderuwo itu, ini dia lakukan untuk menghabisi Genderuwo itu.

__ADS_1


“Suamiku, kan sudah aku bilang, habisi dari tadi, tidak perlu menyiksanya.” Ucap Azizah yang tiba tiba muncul dan memukul kepala Genderuwo itu hingga Genderuwo terakhirnya Genderuwo itu pun menghilang dari pandangan Azman.


“Aku kira dia bisa untuk menyerang manusia itu namun ternyata tidak, terima kasih istriku.” Ucap Azman.


“Sayangku, tugas pertama mu sudah selesai, dan waktu magrib pun sudah hampir lewat, aku sudah menemukan lokasi dimana mereka menyimpan racunnya, dan adanya di dalam Gua ini, tapi mereka sudah tidak bisa lagi ke dalam Gua ini bahkan selain lumpuh mereka juga sudah setengah gila saat ini.” Ucap Azizah.


“Istriku, apakah kau tahu jelas dimana lokasinya.” Ucap Azman.


“Aku hanya melihat adanya racun kelelawar itu di dalam Gua, namun aku belum tahu dimana tepatnya, kita tetap harus masuk kedalam Gua itu, tapi tidak sekarang, sekarang sudah malam dan akan berbahaya jika kita memasuki Gua itu, sebaiknya kita masuk besok pagi saja.” Ucap Azizah.


“Sayangku, apakah ada hal lain yang membahayakan penduduk desa.” Ucap Azman sambil melangkah ke sebuah batu lalu mendudukinya.


“Aku belum tahu, namun mungkin masih ada yang terlibat, sudah sebaiknya kita kembali dulu ke desa, atau mungkin kita bisa berkemah saja.” Ucap Azizah.


“Jika itu yang kau inginkan maka ayolah kita kembali, aku juga sudah harus berganti pakaian.” Ucap Azman yang memang pakaiannya sudah basah dan kotor akibat tadi berulang kali terjatuh dan berguling di tanah.


“Jika masih capek maka duduklah dulu, aku masih berusaha mencari tahu dimana asal kabut hitam itu, karena kabut itu tidak muncul dari Genderuwo - Genderuwo itu, ada hal lain di jurang ini yang mengakibatkan Kabut hitam itu.” Ucap Azizah.


“Apakah kabut itu jika muncul lagi bisa membahayakan penduduk desa  dan manusia lainnya?.” Tanya Azman.


“Tidak, hanya saja aku penasaran, kan biasanya kabut berwarna putih namun kenapa disini hitam.” Jawab Azizah.

__ADS_1


“Itu benar, ya mungkin itu rahasia ilahi, karena banyak hal yang memang terjadi tanpa butuh penjelasan bukan.” Ucap Azman.


__ADS_2