
“Pak Azman ada yang bisa kami bantu untuk Bapak.” Ucap salah seorang anggota Tim Sar termuda itu.
“Tolong kalian belikan air mineral botol dan juga gelas ya, beli sebanyak yang kalian bisa dengan uang ini, masukan di salah satu mobil pick up saja tapi nantinya jangan langsung di turunkan semua karena bisa kalian gunakan di misi penyelamatan yang lainnya ya.” Ucap Azman sambil memberikan uang tunai senilai tujuh juta rupiah ke pemuda itu.
“Pak Azman kita masih memiliki dua puluh lima dus air mineral botol di salah satu mobil kita.” Ucap Pak Jaja.
“Tidak masalah Pak, sudah kalian segera ke toko sebelah ya dan belikan sebanyak yang bisa kalian beli, jika ada yang mau kalian beli ya gunakan saja uang itu, tolong sekalian di rapikan saja, jadi saat nasi kotak selesai kalian juga sudah selesai dan kita bisa segera melanjutkan perjalanan kita yang sudah tertunda lama ini.” Ucap Azman.
“Baik Pak Azman, segera kami selesaikan.” Ucap Anggota Tim Sar termuda yang menerima uang dari Azman dan mereka berempat langsung meninggalkan Azman dan Pak Jaja.
“Pak Azman, ini benar benar untuk kami semua, dengan kebaikan anda ini kami jadi enak Pak.” Ucap Pak Jaja.
“Ya sekali kali kan sedikit memanjakan diri tidak apa apa Pak, kalian semua kan sudah banyak berjuang untuk orang lain dan sekarang kalian sedikit bersantai bukankah ini wajar, lagi pula malam ini kita tidak bisa melakukan evakuasinya, jadi rencana saya sampai lokasi kita makan bersama dan beristirahat saja Pak, besok pagi saya akan mencoba melihat lokasi bencananya terlebih dahulu, siapa tahu bisa saya ketahui lokasi dari jenazah jenazah itu jadi proses evakuasi bisa berjalan lebih cepat lagi nantinya.” Ucap Azman.
“Benar Pak Azman, jika seandainya Bapak bisa membantu kami lagi menunjukan lokasinya maka ini akan sangat membantu kami, kami bisa sangat menghemat waktu dan juga akan sangat menghemat biaya tentunya.” Ucap Pak Jaja.
__ADS_1
“Iya Pak, semoga saja bisa ya Pak, meskipun saya tidak mau menjanjikan ini namun saya akan berusaha maksimal, oh iya Pak, kebutuhan dapur lapangan apakah masih cukup.” Ucap Azman.
“Masih cukup Pak, masih bisa untuk misi satu minggu, anda jangan khawatir Pak karena kan saya masih memegang uang Pak Azman dan jika saya gunakan maka bisa untuk misi satu bulan nantinya, karena kan biaya dapur umum lapangan dan nasi kotak beda jauh Pak.” Ucap Pak Jaja.
“Iya Pak, sekali kalilah makan yang enak lagi pula rasa masakan di rumah makan ini sungguh nikmat di lidah, mereka tidak pelit dengan bumbu dan rempah rempah.” Ucap Azman.
“Saya kira saya saja yang merasakan jika makanan disini penuh dengan rempah rempah ternyata bapak juga toh, dan untuk rumah makan seperti ini juga harga makanannya jika menurut saya termasuk murah Pak.” Ucap Pak Jaja.
“Inilah rumah makan yang menomor satukan kepuasan pelanggan Pak, dan rumah makan seperti ini memang seharusnya lebih banyak lagi, kadang pelaku usaha kuliner lebih menguntungkan keuntungan semata dibandingkan kepuasan pelanggan, padahal di usaha kuliner jika satu pelanggan puas maka akan membawa lebih banyak pelanggan dan makannya bisa nambah sampai tiga kali.” Ucap Azman yang pas bagian nambah tiga kali sedikit di kencangkan agar terdengar oleh beberapa orang anggota Tim Sar yang ada di sebelahnya.
“Ada yang sampai empat kali Pak nambahnya, ditambah jus alpukat tiga gelas dan kopi tiga gelas.” Ucap anggota Tim Sar lainnya mencandai teman semejanya.
“Kapan lagi aku makan puas, lihatlah badanku ini paling besar dan makanku harus banyak, mumpung ada Pak Azman kan aku bisa makan puas.” Ucap Anggota Tim Sar itu.
“Kalian yang masih mau nambah selama nanti masih bisa makan nasi kotaknya maka silahkan saja, tapi ingat jika sampai nanti nasi kotaknya tidak sampai di makan aku akan sangat kecewa loh.” Ucap Azman.
__ADS_1
“Siap Pak Azman.” Teriak semua anggota Tim Sar yang ada di sana dengan sangat kompak kecuali dengan Pak Jaja yang tidak ikut berteriak.
“Pak Azman apakah Bapak tidak terlalu memanjakan mereka semua.” Ucap Pak Jaja.
“Tidak Pak, mereka semua kan tahu batasannya, dan buat saya mereka sudah seperti keluarga sendiri, oh iya bisa saya pinjam kartu anggota Tim Sar Bapak sebentar.” Ucap Azman.
Pak Jaja langsung mengambil dompetnya dan mengeluarkan kartu tanda anggota Tim Sarnya dari dalam dompetnya itu.
“Ini Pak Azman, ini kartu tanda anggota Tim Sar saya, maaf untuk apa ya Pak.” Ucap Pak Jaja sambil memberikan kartu tanda anggota Tim Sar miliknya ke Azman.
“Saya mau memberikan kalian semua fasilitas medis terbaik untuk semua anggota Tim Sar dan ini termasuk dengan keluarga inti dari anggota Tim Sarnya, tapi tidak mendapatkan fasilitas VVIP seperti bapak ya, ya mereka minimal akan mendapatkan kamar kelas satu lah di rumah sakit milik saya, nanti saya akan berikan data di rumah sakit mana saja yang bisa di gunakan, meskipun saat ini saya hanya memiliki beberapa rumah sakit di kota besar saja tapi saya harap ini bisa menjadi bantuan untuk semua anggota Tim Sar yang sering kali bertaruh nyawa.” Ucap Azman sambil kemudian memfoto kartu tanda Anggota Tim Sar milik Pak Jaja dan mengirimkannya ke Pak Fajar lalu meminta Pak Fajar menyampaikan ke semua Direktur utama rumah sakit miliknya agar mereka mulai saat ini memberikan fasilitas kesehatan gratis untuk seluruh anggota Tim Sar dan juga keluarganya.
Pak Fajar pun langsung meresponnya dan menyatakan jika semua anggap saja sudah beres dan kapan pun ada anggota Tim Sar yang berobat cukup memperlihatkan kartu tanda anggotanya saja.
Azman tidak lupa mengirimkan list rumah sakit miliknya ke Pak Jaja melalui pesan singkat dan total ada seratus lima puluh rumah sakit miliknya yang ada hampir di semua kota besar di Indonesia ini.
__ADS_1
“Pak Jaja, ini saya kembalikan kartu tanda anggota Bapak dan kedepannya silahkan perlihatkan saja kartu tanda Tim Sar di bagian pendaftaran rumah sakit milik saya, datanya juga sudah saya berikan melalui pesan singkat ke Bapak, ada seratus lima puluh rumah sakit di Indonesia ini, sedangkan untuk anggota keluarga cukup ditambah dengan kartu keluarga saja ya Pak, seberapa besar pun nanti biaya yang rumah sakitnya kalian tidak akan dibebankan kok, semuanya gratis, anggap saja ini sebagai hadiah dari saya, sedangkan khusus untuk Pak Jaja gunakan saja kartu VVIP itu ya, jadi di semua rumah sakit itu akan mendapatkan pelayanan VVIP.” Ucap Azman sambil memberikan kembali kartu tanda anggota Tim Sar milik Pak Jaja.