Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Desa di tengah lembah 17


__ADS_3

“Oke, disini sudah jelas area yang harus kalian sisir, Tim Satu ini bagian anda, Tim Dua sebelah sini …… “ Ucap Pak Umar yang menjelaskan sesuai area yang ditandai oleh Pak Jaja.


Para pemimpin Tim Sar yang sudah mengetahui tugas mereka pun langsung meninggalkan tenda komando untuk memimpin regu mereka dan nampak jika di tenda komando itu kini hanya tinggal Pak Jaja dan Pak Umar saja.


“Pak Umar, dimana mobil toilet umumnya, saya ingin mengambil wudhu karena belum shalat dzuhur, dan selesai saya shalat kita akan berangkat” Ucap Pak Jaja.


“Sebelah sana Ndan, agak ke belakang untuk mobil toiletnya” Ucap Pak Umar sambil menunjuk ke arah belakang.


“Oke, dan tolong pinjamkan saya sajadah, saya shalat disini saja” Ucap Pak Jaja yang langsung melangkah menuju mobil toilet umum.


Pak Umar pun langsung bergegas menyiapkan sajadah untuk Pak Jaja shalat dan menggelarnya di dalam tenda komando lalu memberitahukan kepada anggotanya agar mempersiapkan makan siang untuk Pak Jaja serta segelas kopi hitam tanpa gula karena dia sangat mengenal Pak Jaja yang akan lupa makan jika sedang mempunyai masalah.


Pak Jaja yang sudah mengambil wudhu pun langsung kembali ke tenda komando dan melaksanakan shalat dzuhur lalu berdzikir sebentar dan berdoa memohon keselamatan untuk semuanya.


“Oke aku sudah selesai, kita berangkat sekarang” Ucap Pak Jaja sambil berdiri dan melipat sajadah lalu meletakkannya di atas meja yang ada disana.


“Maaf Ndan,  namun makan siang untuk anda sudah kami siapkan dan saya mohon komandan untuk makan siang terlebih dulu, saya sangat yakin jika anda dari semalam belum makan apapun” Ucap Pak Umar.


“Kau benar, aku memang belum makan apapun, apakah yang lain sudah makan” Ucap Pak Jaja sambil duduk di kursi terdekatnya.

__ADS_1


“Yang lain sudah, yang belum hanya saya dan komandan saja, saya sengaja menunggu anda untuk makan bersama” Ucap Pak Umar sambil duduk di seberang Pak Jaja.


“Jika demikian mari kita makan bersama” Ucap Pak Jaja bersamaan dengan datangnya empat orang anggota tim sar yang membawa makan siang untuk Pak Jaja dan Pak Umar serta dua cangkir kopi yang nampak masih sangat panas.


Pak Jaja dan Pak Umar pun dengan lapan memakan makan siang mereka dengan lahap, keduanya tidak langsung keluar dari tenda komando setelah selesai dengan makan siang mereka namun nampak bersantai sejenak sambil menikmati kopi hitam tanpa gula yang sudah disiapkan untuk mereka berdua.


“Pak Jaja, apakah anda sudah mengabari ke Bu Azizah perihal hilangnya Pak Azman?” Tanya Pak Umar.


“Aku belum memberitahukannya, karena aku ingin berusaha maksimal terlebih dulu, jika sampai nanti malam belum ada kabar maka aku akan mengabarinya” Jawab Pak Jaja.


“Kira - kira apa yang terjadi dengan Pak Azman ya Pak, kejadian di desa ini sepertinya sungguh cepat dan bertubi - tubi” Ucap Pak Umar.


“Aku juga tidak tahu, namun yang jelas kami sudah terkena jebakan dari kepala desa di desa ini yaitu Mbah Hardiyata, dan karena penemuan Pak Azman saat memeriksa rumah Ibu dan Anak yang hilang itu sepertinya memancing Mbah Hardiyata membakar rumah Ibu dan anak tersebut, namun tanpa mereka sadari jika Pak Azman sebenarnya ada di dalam rumah itu, aku yakin jika Pak Azman berhasil keluar dari rumah itu dengan ditemukannya selimut yang dalam keadaan basah, namun yang jadi pertanyaanku yaitu setelah Pak Azman terjatuh ke jurang dia bertemu dengan siapa dan dibawa kemana, aku tidak mempunyai petunjuk soal ini, namun yang jelas titik terakhir yang kami telusuri sampai di pinggir sungai dan sejak disitu tidak ada satu pun jejak keberadaannya” Ucap Pak Jaja bersamaan dengan datangnya seorang anggota Tim Sar.


“Ok, kita akan kesana, dan tolong kau ambilkan tas ransel ku di mobil ya juga sepatu boot ku” Ucap Pak Jaja sambil memberikan kunci mobilnya ke anggota Tim Sar itu.


“Baik Ndan, saya akan segera mengambilnya” Ucap Anggota Tim Sar itu sambil menerima kunci mobil Pak Jaja dan langsung keluar dari dalam tenda komando.


“Pak Umar, coba koordinasikan dengan pihak kepolisian untuk anjing pelacak, atau jika di kita juga ada yang membawa anjing pelacak suruh mereka untuk mencoba mencari jejak Pak Azman” Ucap Pak Jaja.

__ADS_1


“Baik, sebentar saya coba koordinasikan dengan regu anjing pelacak, kebetulan ada sepuluh anjing pelacak yang saya bawa kesini” Ucap Pak Umar yang langsung melangkah meninggalkan tenda komando.


Pak Jaja sendiri tidak yakin jika anjing pelacak bisa menemukan Azman karena dia menduga jika hujan semalam itu akan menghapus jejak Azman.


“Tidak baik juga aku menahan kabar ini, sebaiknya sekarang saja aku menghubungi Azizah” Ucap Pak Jaja sambil menarik nafas dalam - dalam dan dia pun langsung mengambil telepon selulernya lalu menghubungi Azizah dengan panggilan suara.


“Pak Jaja, syukurlah anda menghubungi saya, Ibu sangat khawatir dengan anda” Ucap Azizah membuka pembicaraan telepon tersebut.


“Azizah, ternyata disini ada peristiwa yang di luar dugaan kami, dan maafkan aku karena terlambat memberi kabar, ini aku ada kabar yang ingin aku sampaikan kepadamu mengenai Azman” Ucap Pak Jaja yang berusaha agar nada suaranya tidak terdengar khawatir oleh Azizah.


“Pak, ada apa dengan suamiku?” Tanya Azizah.


“Semalam kami berpisah, karena Azman meminta ku pergi menjemput pihak kepolisian namun sesampainya di sini ternyata Azman sudah tidak ada, aku saat ini sedang mengerahkan anak buahku untuk mencarinya” Ucap Pak Jaja.


“Anda jangan khawatir Pak, saya yakin jika suami saya baik - baik saja, saya yakin jika tidak ada hal buruk yang menimpa suami saya, saya juga percaya jika anda bisa menemukan suami saya” Ucap Azizah dan perkataan Azizah ini sungguh membuat Pak Jaja tenang.


“Azizah, aku berjanji padamu, aku akan mencari Azman sampai ketemu, kau tenang saja di rumah dan sampaikan kepada istriku jika aku mungkin tidak pulang dalam waktu segera” Ucap Pak Jaja.


“Terima kasih Pak, dan mohon bantuan anda, mengenai Ibu anda jangan khawatir ya, nanti saya akan menjelaskan situasinya” Ucap Azizah.

__ADS_1


“Oke, aku nanti akan mengabari perkembangannya kepada mu” Ucap Pak Jaja.


“Iya Pak” Ucap Azizah yang langsung mengakhiri panggilan telepon tersebut dan meletakkan telepon selulernya di atas meja makan karena memang dia dan Istri dari Pak Jaja sedang berada di ruang makan.


__ADS_2