
“Pak Azman tidak bisakah anda menemani kami sampai kami selesai, jika lawan kami manusia juga maka kami siap, namun jika bukan manusia maka kami membutuhkan bantuan anda.” Ucap Perwira kepolisian sambil memegang belakang lehernya karena bulu kuduknya berdiri.
“Daim ada apa ini, kenapa aku merasakan ada banyak makhluk gaib yang mengarah ke tempat ku.” Ucap Azman dalam hatinya berkomunikasi dengan Daim.
“Aku akan mengeceknya, tunggulah sebentar.” Ucap Daim.
“Anda kabari saja nanti ya Pak jika ada masalah, sudah jangan kebanyakan pikiran, kita selesaikan tugas kita masing - masing ya, saya ke puncak gunung juga dalam misi untuk kalian semua kok bukan hanya mau tidur semata.” Ucap Azman sambil melihat kiri dan kanannya karena dia merasakan adanya aura makhluk gaib yang cukup kuat tidak jauh darinya.
“Izin Komandan, ada apa ini, bulu kuduk kami berdiri semua, mungkin komandan mendapatkan informasi dari Pak Azman.” terdengar suara dari radio komunikasi milik pihak kepolisian.
“Pak Azman saya juga merasakannya, apakah ada sesuatu.” Ucap Perwira Kepolisian itu.
“Maaf Pak, nama Bapak sebenarnya siapa sih kita sudah kenal dari tadi sore tapi saya belum tahu nama Bapak.” Ucap Azman mencoba mengalihkan pembicaraan.
“Nama saya Anton Pak, tadi kan saya sudah memperkenalkan diri saya.” Ucap Perwira Kepolisian yang mengaku bernama Anton.
“Pak Anton, maaf jika saya tadi kurang menyimak, sebaiknya anda tanyakan apakah lokasinya masih jauh atau tidak, dan saya minta tolong agar anda lebih menjaga pelaku, jangan sampai dia kabur dengan bantuan makhluk gaib.” Ucap Azman bersamaan dengan angin yang kini mulai bertiup kencang lagi namun situasi alam masih tetap sama belum ada tanda - tanda kekuatan besar makhluk gaib yang nampak selain pancaran auranya saja.
“Baik Pak, sebentar saya cek terlebih dahulu, seharusnya kita sudah dekat dengan patung mantra pertama.” Ucap Pak Anton yang langsung berlari ke anak buahnya yang berjalan di depan untuk menanyakan seberapa jauh lagi perjalanan mereka.
“Azman, kalian di depan belok kanan, jika ke kiri kalian akan ke Goa itu dan kalian akan menghadapi kesulitan, aku melihat jika kini banyak sekali genderuwo yang mulai mengarah kesini, sepertinya orang itu memanggilnya, aku akan berusaha menghalaunya namun jika ada yang sampai lepas maka itu bagianmu.” Ucap Daim.
__ADS_1
“Oke, terima kasih atas bantuan mu, meskipun aku tidak tahu kau dimana.” Ucap Azman dalam hatinya berkomunikasi dengan Daim.
Mereka semua terus berjalan dan azman pun berjalan sambil menikmati rokoknya, hal ini tentu saja membuat heran semua yang ada dalam rombongan karena mereka sudah berjalan cukup tinggi ke atas gunung dengan jalanan yang menanjak.
“Pak Azman, katanya kita sudah dekat di depan kita akan belok kiri dan sampai di lokasi pertama tempat dia mengubur organ tubuh itu.” Ucap Pak Anton yang sudah kembali ke samping Azman.
“Anda di bohongi, dan dia menjebak kita, kita belok kanan, belok kiri hanya akan membawa kita ke lokasi Goa dan dia sudah memanggil banyak genderuwo untuk menghalau kita.” Ucap Azman.
“Sial, benar - benar sial, untung ada anda, siap sebentar saya akan membuatnya menyesal sudah membohongi kita.” Ucap Pak Anton yang kembali berlari menemui anak buahnya yang berada di rombongan depan, dan jarak dari lokasinya kurang lebih sepuluh meter.
“Padahal dia bisa saja menggunakan radio komunikasinya, tapi dia lebih memilih untuk berlari.” Ucap Azman berbicara sendiri dan terus berwaspada karena dia belum melihat Daim.
Situasi semakin mencekam karena hembusan angin kini semakin kencang, bau - bau tidak sedap juga mulai tercium oleh semuanya.
“Pak Anton, anda kan bisa melalui radio kenapa anda harus berlarian ke depan terus.” Ucap Azman yang sudah kembali berjalan bersama dengan Perwira Kepolisian itu.
“Saya tidak ingin yang lain mendengarnya Pak, sekaligus mengintrogasi tersangka, lokasinya lima ratus meter lagi pak dari sini, dan sekarang dia tidak lagi bisa berbicara dulu karena mulutnya sudah di buat tertutup oleh anak buah saya, tadi dia katanya komat kamit berbicara sendiri dan sepertinya itu panggilan untuk makhluk gaib.” Ucap Pak Anton.
“Percuma Pak mulutnya di tutup, dia masih bisa memanggil dalam hatinya kok, sampaikan melalui radio, apapun yang terjadi jangan ada yang berlari melarikan diri namun buat lingkaran dan bersatu, saya yang akan menghadapi genderuwo yang kemungkinan akan mendatangi kita.” Ucap Azman.
“Siap Pak Azman, sebentar saya informasikan dulu, kali in melalui radio saja, soalnya saya sudah mulai capek juga nih Pak.” Ucap Pak Anton sambil mengambil radio komunikasinya dan Azman hanya mengangguk saja.
__ADS_1
“Dengarkan baik - baik, kemungkinan besar akan ada makhluk gaib datang dan kata pak Azman Makhluk itu adalah genderuwo, kalian tidak diperkenankan melarikan diri namun kita bersatu dan membentuk lingkaran pertahanan, lakukan perintahku ini dan jangan ada yang berinisiatif sendiri.” Ucap Pak Anton melalui radio komunikasi.
“Siap Komandan, kami regu pertama Monitor.” terdengar suara melalui radio komunikasi.
“Regu kedua monitor komandan.”
“Regu ketiga monitor komandan ku.”
“Kami dari TNI juga monitor komandan, sekaligus di laporkan belakang masih aman juga.”
“Tolong perintahkan semuanya untuk mulai berdzikir saja Pak, lebih baik mengisi hati dengan Asma Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar lebih aman.” Ucap Azman dan kini Pak Anton yang hanya mengangguk
“Baik jika semuanya monitor, sebentar lagi kita sampai jadi bersiaplah, jaga jarak agar selalu berdekatan serta mulai berdzikir dari sekarang, mintalah perlindungan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.” Ucap Pak Anton sambil kembali menyimpan radio komunikasi miliknya itu yang kini dia selipkan di ikat pinggangnya.
Bau darah kini mulai tercium oleh mereka semua dan ini sangat mengejutkan semua dalam rombongan itu termasuk juga Azman namun Azman langsung melihat jika di sebelah kanannya itu ada bekas darah segar yang berceceran di samping jalan seolah sengaja jalanan itu di tandai dengan darah.
“Pak Azman ada apa ini kenapa saya mencium bau darah.” Ucap Pak Anton.
“Itu lihat saja, bukankah itu bekas darah dan seharus sebelah kiri anda juga ada.” Ucap Azman sambil menunjuk ceceran darah itu.
“Benar Pak, sebelah kiri saya juga ada ternyata, tersangka ini benar - benar biadab ternyata, saya curiga ini darah manusia yang dia gunakan.” Ucap Pak Anton.
__ADS_1
“Mungkin saja iya dan mungkin juga tidak, saya tidak mengetahuinya dan hanya pelaku serta tim lab saja yang bisa tahu bukan, tapi dengan begini saya yakin jika lokasi patung mantra pertama sudah dekat Pak.” Ucap Azman.