Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Jimat Warung 2


__ADS_3

"Tidak bisa jika tidak bersama mu, nanti kau bacakan ayat kursi seratus kali ke air minum dan suruh suami ibu itu meminumnya" ucap Daim.


Seorang anak perempuan berusia delapan belas tahunan mendatangi meja Azman dan membawakan satu teko tanah liat yang berisi air teh panas dan memang di atas meja itu sudah tersedia beberapa gelas kaca dengan posisi terbalik agar tetap bersih dalamnya.


"Pak ini teh panasnya, untuk cumi saus tiramnya sebentar ya, masih di masak oleh ibu saya" ucap anak perempuan itu dengan ramah sambil menyimpan teko tanah liat itu di atas meja.


"Iya mba terima kasih ya" ucap Azman dengan ramah sambil membuang abu rokok ke asbak yang ada di atas meja itu.


Anak perempuan itu pun kembali ke bagian dalam warung itu.


"Azman kenapa kau melihatnya seperti itu, apa kau tertarik dengan anak perempuan itu" ucap Daim yang melihat jika Azman matanya mengikuti anak perempuan itu.


"Bukan seperti itu tapi wajahnya terlihat sangat lelah dan tidak ada kegembiraan sama sekali" ucap Azman dalam hatinya.


"Anak perempuan itu memiliki beban pikiran yang cukup berat, karena dia di satu sisi ingin membantu orang tuanya namun ternyata warung keluarganya ini malah sepi, lihatlah keluar, warung lainnya lebih ramai, orang orang yang berkemah di pantai lebih memilih warung yang lain" ucap DaimĀ 


"Apa aman berkemah di pantai ini" ucap Azman sambil melihat ke arah luar dan banyak orang yang berjalan kaki.


"Aman, sekarang coba kau ambil paku yang tertanam di tanah depan ban motor mu itu dan lihat perubahannya" ucap Daim sambil menunjuk ke arah ban belakang motor Azman.


"Okay" ucap Azman sambil berdiri lalu melangkah ke motornya dan ternyata benar apa yang Daim katakan.


Ada sebuah paku yang cukup besar tertanam di tanah.


Azman pun kemudian menarik paku itu lalu membawanya dan meletakkannya di atas asbak, kabut tipis berwarna merah darah itu tiba tiba semakin pudar dan menghilang sepenuhnya.


"Azman bakar saja paku itu pakai korek mu sambil membaca ayat kursi" ucap Daim.

__ADS_1


Azman hanya mengangguk sambil mengambil koreknya lalu membakar paku yang dia letakan sebelumnya di atas asbak yang ada di meja itu sambil membaca ayat kursi sesuai arahan dari Daim.


"Panaaaaaaaas" teriak seorang laki laki di warung sebelah kanan warung itu.


Azman terus melakukannya sampai tiba tiba paku itu menghilang dari pandangan Azman.


Banyak orang terlihat di depan warung itu yang mendatangi warung sebelah kanan akibat dari teriakan keras laki laki itu.


"Kau membakar paku itu dan pemiliknya merasakan kepanasan, itulah karma untuknya" ucap Daim sambil terlihat tersenyum lebar.


Lima menit berlalu dan kini terlihat jika sebuah mobil jenis toyota avanza parkir di depan warung sebelah kanan dan terlihat juga beberapa orang membopong seorang laki laki usia empat puluh tahunan ke dalam mobil itu dan mobil toyota avanza itu pun langsung meninggalkan parkiran itu.


"Apa parah lukanya?" Tanya Azman dalam hatinya.


"Tidak terlalu parah hanya tangan kanan dan kirinya saja yang melepuh seperti terkena api pada umumnya" ucap Daim sambil tersenyum lebar.


"Pak maaf ini pesanannya" ucap ibu warung yang meletakkan satu piring berisi cumi saus tiram dan satu piring berisi nasi putih yang masih panas dan di taburi oleh bawang goreng.


"Sama sama Pak, silahkan di nikmati" ucap ibu warung itu dengan sangat ramah dan kemudian berjalan ke warung sebelah untuk mengetahui apa yang terjadi.


Azman pun langsung menikmati makan malamnya dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk dia menghabiskan semuanya.


"Ada apa bu" ucap Azman saat melihat kedatangan ibu warung itu kembali.


"Oh itu bapak pemilik warung sebelah katanya tadi tangannya kebakar, pas dia lagi masak tiba tiba api kompor membesar dengan sendirinya dan membakar kedua tangannya" ucap Ibu warung itu dengan sangat ramah berdiri di samping Azman.


"Ibu berdua saja ama anak ibu ya" ucap Azman dengan ramah.

__ADS_1


"Nggak pak, ada suami saya namun sudah beberapa bulan ini sakit dan hanya bisa tiduran di kasur saja" ucap ibu warung sambil tersenyum ramah ke Azman.


"Sakit apa Bu? Kok nga di bawa ke rumah sakit?" Tanya Azman dengan ramah.


Ibu warung itu kemudian terlihat duduk di kursi yang kosong sambil menarik nafas dalam dalam.


"Ibu sudah membawa suami ibu ke rumah sakit namun kata dokter tidak di temukan penyebabnya dan di nyatakan sehat untuk tubuhnya, lalu ibu juga sudah beberapa kali membawa suami ibu ke pengobatan tradisional namun tidak ada juga yang berhasil menyembuhkan suami ibu, dulu sebelum suami ibu sakit warung ibu ini sangat ramai namun sejak suami ibu sakit jadi sepi begini" ucap Ibu warung itu dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Azman dan Azman dapat melihat kesedihan di mata ibu warung itu.


"Apa ibu sudah mencari bantuan secara islami, ke kiai atau ke ahli ruqyah" ucap Azman sambil mematikan rokoknya yang sudah habis lalu menyalakan sebatang rokoknya lagi.


"Ibu sudah, tapi pada nyerah semua, katanya terlalu kuat untuk mereka" ucap Ibu warung itu yang terdengar pasrah.


"Bu, boleh saya melihat suami ibu, siapa tahu saya bisa menolongnya jika memang karena gangguan makhluk goib" ucap Azman sambil tersenyum hangat ke ibu warung itu.


"Bapak bisa mengobati juga pak" ucap ibu warung yang terlihat cukup terkejut.


"Insyaallah jika memang karena gangguan makhluk goib" ucap Azman dengan ramah.


"Tapi pak, terakhir pak kiai saja sampai kesurupan" ucap Ibu warung yang terlihat sedikit bimbang.


"Bu, namanya ikhtiar, saya jika nanti tidak mampu juga akan menyampaikannya ke ibu" ucap Azman dengan ramah berusaha untuk meyakinkan ibu warung.


"Baik Pak, jika demikian mari kita ke dalam dan sebelumnya saya ucapkan terima kasih bapak sudah mau membantu saya" ucap Ibu warung itu sambil berdiri.


Azman juga ikut berdiri, dan mengikuti ibu warung ke bagian dalam warung itu bersama dengan Daim lalu memasuki sebuah kamar tidur, di kamar itu terlihat jika ada seorang laki laki usia empat puluh tahunan yang sedang terbaring tidak berdaya di temani oleh anak perempuan tadi.


"Neng, tungguin warung dulu, bapak ini mau coba ngobatin bapak mu" ucap Ibu warung ke anak perempuannya itu.

__ADS_1


"Baik Bu, Pak tolong sembuhkan ayah saya" ucap anak perempuan itu ke ibu warung dan juga ke Azman.


"Bu bisa minta air putih segelas untuk saya minumkan ke bapak" ucap Azman dengan ramah.


__ADS_2